Home » Darah

Sepsis Penyebab Gejala Pengobatan

  •  Roswati

Sepsis adalah kondisi medis pada seseorang dimana pada seluruh tubuh terjadi peradangan yang disebabkan karena darah terinfeksi oleh mikroorganisme atau bakteri. Selain dalam darah, infeksi ini juga dapat terjadi di dalam urin, paru-paru, dan jaringan tubuh yang lain. Hal ini dapat terjadi karena lemahnya sistem kekebalan tubuh seseorang, sehingga tidak mampu untuk melawan masuknya bakteri.

Sepsis merupakan salah satu penyakit yang sangat serius dan berbahaya bahkan dapat berujung pada kematian jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Jika sistem kekebalan tubuh seseorang bekerja dengan berlebihan, maka dapat menyebabkan timbulnya reaksi yang negatif pada seluruh tubuh. Reaksi ini mengakibatkan terjadinya peradangan dan penggumpalan darah, sehingga suplai darah yang dibutuhkan oleh organ tubuh yang vital seperti jantung dan ginjal dapat terhenti yang dapat  menimbulkan kerusakkan permanen.

Sebagian orang sering beranggapan yang tidak tepat mengenai sepsis dan septicemia, yang sebenarnya diantara keduanya jelas berbeda. Pada sepsis, bacteremia atau masuknya bakteri ke dalam aliran darah tidak hanya terjadi pada darah saja, melainkan juga pada jaringan tubuh yang lain. Sementara pada septicemia adalah keadaan yang terjadi ketika bacteremia menyebabkan terjadinya sepsis.

Penyebab sepsis

Penyebab sepsis yang utama adalah karena adanya infeksi oleh mikroorganisme, dimana jenis yang paling banyak menginfeksi sepsis adalah bakteri. Selain bakteri, sepsis juga dapat disebabkan karena adanya infeksi jamur. Beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu terjadinya sepsis antara lain:

  • Pneumonia atau infeksi paru-paru.
  • Apenditis atau radang usus buntu.
  • Influenza.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Infeksi pada kulit akibat terjadi luka karena penggunaan infus maupun kateter.
  • Infeksi setelah melakukan pembedahan atau operasi.
  • Infeksi pada sistem saraf seperti meningitis atau ensefalitis.
  • Sistem kekebalan tubuh yang melemah.

Gejala sepsis

Gejala sepsis yang muncul berawal dari gejala ringan hingga berat setelah sepsis ini mulai terjadi. Gejala sepsis pada awalnya antara lain:

  • Suhu tubuh dapat menurun secara tiba-tiba atau demam tinggi yang meningkat drastis.
  • Menggigil seperti kedinginan.
  • Denyut jantung mengalami peningkatan.
  • Nyeri yang terjadi pada persendian dan lutut.
  • Mengalami mual atau nausea dan muntah.
  • Kulit mengalami ruam seperti kemerahan.
  • Nyeri pada bagian perut.

Setelah terjadi sepsis, maka gejala yang muncul dapat berupa:

  • Peradangan yang terjadi di seluruh tubuh.
  • Tekanan darah menurun secara drastis.
  • Jumlah sel darah putih mengalami peningkatan.
  • Masalah yang berhubungan dengan kerusakan pada organ tubuh.
  • Mengalami kesulitan bernafas.

Diagnosa sepsis

Sulitnya mendiagnosis sepsis dikarenakan munculnya gejala terjadi akibat dari penyakit yang lainnya, sehingga diperlukan beberapa serangkaian prosedur pemeriksaan untuk memastikan dan mencari tahu apa yang menyebabkan terjadinya sepsis. Pemeriksaan yang dilakukan antara lain pemeriksaan tes darah, tes urin, biopsi pada luka jika terdapat luka, tes sampel feses, tes dahak jika penderita mengalami batuk berdahak, rontgen dada, dan CT Scan.

Pengobatan sepsis

Sepsis yang terjadi karena pembedahan atau kateter umumnya tidak memerlukan pengobatan infeksi darah secara khusus, jika kateter dengan segera dilepas. Sedangkan bagi seseorang dengan resiko terserang sepsis, pemberian antibiotik diberikan sebelum pemasangan kateter dan melakukan pembedahan atau operasi, guna menghindari terjadinya sepsis.

Pemberian antibiotik harus diberikan langsung begitu teridentifikasi terkena sepsis, sambil menunggu hasil dari tes yang telah dilakukan. Setelah mendapatkan hasilnya, maka pemberian antibiotik ini akan digantikan dengan pemberian antibiotik yang lebih tepat, guna membunuh bakteri yang telah menginfeksi.

Langkah operasi atau pembedahan dapat ditempuh dengan tujuan untuk menghilangkan sumber dari infeksi ini, seperti pembedahan jika terjadi abses. Terapi secara suportif diberikan dengan memberikan oksigen tambahan, cairan intravena, dan obat-obatan untuk membantu meningkatkan tekanan dalam darah. Jika mengalami masalah pada pernafasan akan diperlukan bantuan alat pernafasan ventilator. Apabila mengalami gagal ginjal maka akan dilakukan dialisa atau cuci darah.

Pencegahan sepsis

Langkah pencegahan pada sepsis perlu diperhatikan guna menghindari resiko yang lebih serius, mengingat sepsis ini dapat menular. Pemberian imunisasi dapat dilakukan guna mencegah terjadinya sepsis, menjaga kebersihan badan dengan membiasakan diri mencuci tangan setelah beraktifitas, dan yang paling utama adalah menghindari sumber yang dapat menjadi penyebab infeksi darah.

Bagikan