Sindrom Nefrotik Penyebab Gejala Pengobatan

Sindrom nefrotik atau biasa disebut dengan ginjal bocor adalah suatu keadaan dimana terjadi kelainan pada ginjal karena ginjal terlalu banyak mengeluarkan protein. Pada ginjal terdapat pembuluh darah kecil atau disebut glomeruli, yang berfungsi sebagai penyaring antara air dan darah dari zat yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan.

Salah satu zat yang dibutuhkan adalah protein, dimana protein sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat berkembang dan tumbuh serta memperbaiki tubuh. protein ini disebut dengan albumin.

Sindrom adalah suatu kumpulan gejala dan tanda yang terjadi secara bersama-sama yang biasanya disebabkan oleh satu atau lebih jenis penyakit yang berbeda. Sindrom nefrotik merupakan sindrom dan bukan jenis penyakit tunggal, yang hanya disebabkan oleh satu jenis macam penyakit, melainkan beberapa macam jenis penyakit. Meskipun jarang dijumpai, sindrom nefrotik dapat terjadi pada siapa saja, akan tetapi sindrom nefrotik lebih banyak dialami oleh anak-anak di usia 3 hingga 4 th.

Penyebab sindrom nefrotik

Pada keadaan yang sehat, glomeluri akan menjaga dan menyimpan dengan baik albumin yang akan dibutuhkan untuk mengontrol jumlah cairan yang ada di dalam tubuh. Pada kondisi yang normal, biasanya di dalam urin tidak diketemukan adanya albumin, akan tetapi jika terjadi kebocoran pada glomeruli maka albumin yang seharusnya dipertahankan dalam darah akan ikut keluar bersama urin. Hal ini menyebabkan tubuh akan kekurangan zat protein tersebut dan akibatnya akan terjadi pembengkakan atau edema.

Penyebab ginjal bocor pada umumnya:

  1. Berubahnya sistem imunitas pada tubuh, jika dilihat secara medis, kondisi dimana sel-sel tertentu yang berasal dari sistem imunitas ini mengalami perubahan, keadaan pada fungsi ginjal pun masih normal dan pemulihannya masih dapat dilakukan dengan benar
  2. Terjadi peradangan lokal karena rusaknya glomeruli, pengobatan pada kondisi ini akan sulit dilakukan dan ginjal lama kelamaan akan kehilangan fungsinya sebagai penyaring antara racun dan air yang ada di dalam darah
  3. Adanya jenis penyakit tertentu seperti diabetes, kanker, dan penyakit lupus.
  4. Efek dari obat-obatan jenis tertentu yang mempunyai sifat sebagai toksin terhadap ginjal.

Gejala sindrom nefrotik

  1. Penurunan nafsu makan.
  2. Urin seperti berbusa atau berbuih.
  3. Pembengkakan atau edema terutama di sekitar perut, kaki, dan kelopak mata.
  4. Otot-otot pada tubuh mengalami pengecilan atau penyusutan.
  5. Kelelahan fisik dan lesu.
  6. Pada anak-anak biasanya mengalami diare atau muntah.
  7. Naiknya tekanan darah.
  8. Kadar kolesterol dan trigliserida mengalami peningkatan.

Diagnosa sindrom nefrotik

Setelah mengunjungi dokter dan berkonsultasi, dokter akan melakukan beberapa prosedur pemeriksaan dengan menjalani tes untuk lebih memastikan hasil diagnosa.

Tes yang dilakukan yaitu:

  • Pengambilan sampel urin yang berfungsi untuk mengetahui tinggi atau rendahnya kadar protein di dalam urin tersebut.
  • Sampel darah yang diambil akan diteliti dengan tujuan untuk mengetahui apakah kadar protein albumin tinggi atau rendah juga untuk melihat fungsi dan kinerja ginjal masihkah normal atau tidak.
  • Pengambilan sampel jaringan pada ginjal untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium.

Pengobatan sindrom nefrotik

Setelah diketahui penyebab dari hasil tes yang telah dilakukan, maka dapat ditentukan langkah pengobatan yang tepat guna penanganan pada sindrom nefrotik ini. Biasanya dokter akan merekomendasikan jenis obat-obatan tertentu.

Jenis obat yang biasanya digunakan adalah:

  • Antihipertensi, dimana obat ini berfungsi untuk menurunkan tekanan darah.
  • Diuretic, digunakan untuk menghilangkan dan membuang kelebihan cairan dari dalam tubuh.
  • Antikoagulan, diberikan untuk menekan terjadinya penggumpalan dalam darah.
  • Steroid, obat jenis ini berfungsi untuk mengurangi peradangan yang terjadi.
  • Imunosupresan, berfungsi untuk menekan inflamasi dan respons yang tidak normal pada sistem imunitas tubuh.

Pencegahan sindrom nefrotik

Disamping melakukan pengobatan dengan mengkonsumsi obat yang dianjurkan oleh dokter, alangkah baiknya jika dikuti dengan melakukan beberapa perubahan terhadap pola hidup yang sehat, seperti :

  1. Kurangi asupan makanan yang mengandung tinggi kadar garam.
  2. Kurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung lemak.
  3. Beraktifitas dan berolahraga secara rutin dan teratur.
  4. Konsumsi obat yang diresepkan dokter sesuai dengan petunjuk dan aturannya.
  5. Dengan melakukan beberapa hal diatas, dapat sedikit banyak membantu mengurangi resiko terkena sindrom nefrotik, selalu menjaga kesehatan tubuh adalah yang terpenting.