Mengobati Pilek Pada Bayi dan Anak

Pilek yang dialami oleh bayi dan anak akan membuat para orang tua menjadi khawatir dan bingung bagaimana cara mengatasinya, terlebih lagi bagi para orang tua yang belum memiliki pengalaman. Pilek yang dialami oleh bayi dapat membuat bayi menjadi tidak nyaman, karena mengalami kesulitan untuk bernafas akibat pilek yang dialaminya. Hal semacam ini seringkali membuat bayi tidak bisa tidur nyenyak dan menjadi lebih rewel dari biasanya, begitu juga pilek yang terjadi pada anak-anak.

Penyebab pilek pada bayi dan anak

Pilek disebabkan karena mengalami infeksi dari virus yang menyebabkan peradangan di saluran pernafasan atas terutama hidung. Ada banyak jenis virus penyebab pilek yang dapat menginfeksi tubuh manusia, tetapi jenis virus yang paling sering menjadi penyebab pilek adalah rhinovirus, adenovirus, virus influenza, enterovirus, coronavirus, virus parainfluenza, dan respiratory synsytial viruse (RSV).

Pilek memang penyakit umum dan sering dijumpai di masyarakat dan bisa menyerang siapa saja, tetapi pilek biasanya lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak jika dibandingkan dengan orang dewasa. Hal ini terjadi karena pada bayi dan anak-anak belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang sempurna, sehingga tubuh lebih rentan terserang oleh berbagai macam penyakit termasuk pilek. Penyebab pilek selain karena infeksi virus, bisa juga disebabkan karena alergi dan bakteri.

Pilek pada anak yang sehat, bukanlah suatu kondisi yang membahayakan, dimana pilek sebenarnya merupakan reaksi alami dari tubuh dalam menyingkirkan kuman, yang biasanya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus setelah 3-7 hari. Pilek merupakan salah satu jenis penyakit yang menular, dimana penularannya terjadi antara lain:

  • Kontak langsung dengan penderita pilek
  • Menghirup udara yang telah terkontaminasi oleh virus penyebab pilek secara tidak sengaja.
  • Menyentuh benda maupun barang yang telah terkontaminasi virus penyebab pilek. Virus ini dapat bertahan hidup pada benda selama 2 jam atau lebih. Anak dapat tertular ketika menyentuh benda tersebut kemudian memegang hidung atau mulut.

Bayi dan anak-anak yang menderita pilek umumnya ditandai dengan hal-hal semacam berikut ini:

  • Hidung mengeluarkan cairan bening yang dapat berubah menjadi kuning kehijauan setelah beberapa hari.
  • Sering bersin-sersin dan hidung menjadi mampet atau tersumbat.
  • Sakit kepala, terkadang disertai dengan demam ringan.
  • Badannya tampak kelelahan.
  • Sakit atau radang tenggorokan.
  • Muncul batuk ringan.

Meskipun pilek bukanlah penyakit yang berbahaya, tetapi para orang tua harus mewaspadai jika pilek pada bayi dan anak memiliki kondisi sbb:

  • Disertai dengan demam tinggi lebih dari 39 derajat celcius dan lebih dari 3 hari.
  • Kondisi batuknya semakin parah dan napas menjadi lebih cepat disertai bunyi.
  • Pada matanya mengeluarkan kotoran dan berair.
  • Anak kehilangan nafsu makan dan badannya lemas.
  • Pilek tidak kunjung membaik setelah 7 hari dan semakin bertambah parah.

Sebaiknya segera bawa bayi dan anak mengunjungi dokter untuk memeriksakan kondisi, karena pilek yang terjadi berkepanjangan dapat menyebabkan terjadinya komplikasi seperti sinusitis atau peradangan pada rongga hidung dan otitis media.

Tips mengatasi pilek pada anak dan bayi

Jangan pernah memberikan bayi dan anak obat-obatan dengan sembarangan, mengingat efek samping yang ditimbulkan bisa cukup membahayakan. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ketika hendak memberikan obat-obatan pada bayi dan anak. Ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan orang tua sendiri di rumah untuk mengatasi pilek pada bayi dan anak, antara lain:

  • Pada bayi, usahakan mengatur posisi agar bayi dapat sedikit bernafas lega. Sedangkan pada anak dapat mengatur posisi tidur dengan menggunakan bantal yang lebih tinggi untuk menyangga kepala.
  • Usahakan agar anak beristirahat yang cukup dan banyak minum air putih.
  • Memberikan anak asupan makanan yang bergizi seimbang, pada bayi yang sudah mulai makan bubur, sebaiknya memperhatikan jumlah kapasitas makanan sewaktu menyuapi, agar masih ada celah untuk keluar masuknya udara.
  • Mengatur suhu ruangan di dalam kamar. Jika anda memakai pendingin atau AC, maka anda dapat mematikannya sementara waktu.
  • Memberikan bayi dan anak penghangat tubuh selain selimut dan baju hangat, dengan mengoleskan minyak telon atau minyak kayu putih di leher, dada, dan punggung. Hal ini dapat membantu melegakan pernafasan.
  • Menghirup uap air panas dengan menempatkan air panas di baskom dengan beberapa tetes minyak telon atau minyak kayu putih.
  • Untuk kondisi hidung tersumbat dapat menggunakan larutan garam dan air hangat yang diteteskan ke dalam hidung. Larutan garam ini bisa mengencerkan ingus dan melegakan pernafasan, selain itu larutan garam juga dapat melembabkan rongga hidung.
  • Rajinlah membersihkan hidung dari ingus dan kotoran yang telah mengering dengan menggunakan kapas atau cotton bud yang telah dibasahi terlebih dahulu.
  • Pada anak-anak dapat diberikan minuman yang hangat dan memberikan makan sup panas. Hal ini bertujuan untuk mengencerkan ingus dan membantu melegakan pernafasan.
  • Jika dibutuhkan dapat memberikan obat penghilang nyeri dan penurun demam, seperti paracetamol dan ibuprofen. Tetapi perlu diingat, selalu perhatikan aturan pakai dan kontraindikasi.

Pilek pada bayi dan anak dapat diupayakan pencegahan dengan selalu menjaga lingkungan di sekitarnya bersih. Ajarkan pada anak untuk selalu mencuci tangan sebelum maupun sesudah beraktivitas dengan menggunakan sabun kemudian membilasnya hingga bersih. Satu hal yang terpenting untuk menghindarkan bayi dan anak dari pilek adalah sebisa mungkin hindarkan anak berada dekat dengan seseorang yang menderita pilek.