Home » Paru-Paru

Penyakit Pneumonia Penyebab Gejala Pengobatan

  •  Roswati

Pneumonia atau lebih dikenal dengan sebutan radang paru-paru basah adalah peradangan pada jaringan yang terjadi di salah satu atau kedua paru-paru akibat terinfeksi oleh bakteri dan virus. Peradangan pada pneumonia ini terjadi di saluran yang lebih kecil yaitu pada saluran alveolus atau kantung-kantung udara yang terdapat di dalam paru-paru.

Jika alveolus ini terinfeksi maka akan menyebabkan alveolus yang biasanya berisi udara ketika bernafas, penuh dengan cairan, sehingga mengurangi suplai oksigen yang dibutuhkan. Hal ini dapat mengakibatkan sesak nafas, batuk, mual dan kesulitan dalam bernafas.

Penyebab pneumonia

Penyebab pneumonia pada umumnya yang memicu timbulnya pneumonia ini adalah karena terinfeksi oleh bakteri, virus, jamur dan mikroorganisme lainnya. Jenis bakteri yang paling umum menjadi penyebab pneumonia ini adalah sejenis Streptococcus Pneumoniae, Haemophilus Influenzae, Staphylococcus Aureus, dan Mycoplasma Pneumoniae. Untuk jenis virusnya yaitu Virus RSV dan Virus Influenza A dan B. Tak jarang pula pneumonia ini bisa muncul karena menghirup zat-zat beracun atau iritasi yang bersifat korosif atau, karena efek dari obat-obatan dan akibat dari radiasi.

Ada 4 jenis pneumonia berdasarkan penyebabnya, yaitu:

  1. Community acquired pneumonia
    Pneumonia jenis ini adalah yang paling banyak dijumpai di masyarakat pada umumnya. Penyebabnya adalah virus dan bakteri. Virus yang menginfeksi pneumonia ini sejenis dengan virus yang menginfeksi pada pilek dan flu. Untuk jenis bakterinya adalah Streptococcus Pneumonia dan Mycoplasma Pneumoniae.
  2. Hospital acquired pneumonia
    Pneumonia ini adalah yang ditemui di rumah sakit. Dimana seseorang akan terinfeksi oleh bakteri ketika dirawat inap setelah 48 jam atau lebih karena menderita penyakit lainnya. Jenis pneumonia ini tergolong serius karena bakteri yang menginfeksi bersifat resistan atau kebal terhadap antibiotik
  3. Health care acquired pneumonia
    Pneumonia yang menginfeksi pada orang yang telah lama melakukan perawatan inap di rumah sakit.
  4. Pneumonia aspirasi
    Pneumonia yang terjadi pada seseorang ketika menghidup makanan dan minuman atau muntahan dan air liur, sehingga masuk ke dalam paru-paru.

Pneumonia ini bisa menyerang siapa saja. Pada umumnya terjadi pada orang yang telah lanjut usia dan orang yang mempunyai riwayat penyakit kronis yang menyebabkan kehilangan sistem kekebalan tubuh atau imunitas. Akan tetapi bukan berarti pada orang dewasa, remaja bahkan anak-anak tidak bisa terserang penyakit ini.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang beresiko terserang pneumonia, diantaranya:

  • Orang dengan sistem imunitas yang lemah. Biasanya terjadi pada penderita HIV AIDS, penderita penyakit jantung, penderita penyakit diabetes, dan pada seseorang yang sedang menjalani proses kemoterapi dan pada pengkonsumsian obat dalam jangka panjang.
  • Perokok berat, pecandu alkohol, dan pecandu narkotika. Pada pecandu alkohol ada kandungan zat yang terdapat didalam alkohol yang bisa merusak sel-sel darah putih yang terdapat di dalam tubuh sehingga dapat membuat daya tahan tubuh melemah.
  • Seseorang yang menggunakan alat bantu pernafasan atau ventilator karena dirawat dirumah sakit. kondisi ini terjadi pada saat pasien tersebut batuk akan menyebabkan terjadinya tekanan balik dari isi lambung kembali ke kerongkongan, yang mengakibatkan pindahnya bakteri ke dalam saluran pernafasan.
  • Para petani yang tanpa sengaja menghirup zat-zat yang bersifat korosif seperti pestisida, dimana zat kimia tersebut kemudian mengendap didalam paru-paru sehingga menyebabkan terjadinya iritasi dan peradangan.
  • Pasien yang habis menjalani operasi besar, ketika terbaring dalam waktu yang cukup lama dapat menyebabkan dahak atau mucus yang ada didalam rongga paru-paru menumpuk sehingga menjadikan media bagi bakteri untuk dapat berkembang biak.

Gejala pneumonia

Bergantung pada tingkat kesehatan seseorang termasuk faktor penyebab dan umur, menjadikan gejala pneumonia ini sangat bervariasi, mulai dari gejala yang ringan maupun yang berat. Gejala pneumonia ringan tidaklah berbeda jauh dengan gejala yang dialami pada pilek dan flu, hanya pada pneumonia gejala tersebut berlangsung lebih lama.

Adapun gejala pada pneumonia, antara lain:

  • Demam disertai dengan keringat dingin dan menggigil
  • Batuk yang disertai dengan keluarnya dahak yang sangat kental dan berlendir
  • Nyeri di bagian dada terutama ketika menarik nafas dalam-dalam
  • Mengalami sesak nafas
  • Kelelahan fisik dan otot-otot terasa sakit dan nyeri
  • Mual, muntah, bahkan diare
  • Sakit kepala
  • Suhu tubuh dibawah normal

Diagnosa pneumonia

Untuk melakukan diagnosa, akan dilakukan beberapa pemeriksaan, diantaranya:

  • Mendengarkan suara pada paru-paru dengan menggunakan stetoskop.
  • Melakukan rontgen maupun CT scan yang bertujuan untuk melihat seberapa parahkah pneumonia ini menyebar luas.
  • Melakukan tes bakteriologis yang berfungsi untuk mengetahui jenis bakteri yang menjadi penyebab pneumonia.
  • Tes dahak akan dilakukan untuk mengindentifikasi bakteri.

Pengobatan pneumonia

Pengobatan penumonia dapat dilakukan dengan melihat jenis penyebab pneumonia dan seberapa parah gejala yang dialami. Jika penyebab pneumonia dikarenakan oleh bakteri, maka akan diberikan antibiotik yang harus diminum sampai habis. Biasanya kondisi akan membaik dalam 1-3 hari. Jika pneumonia dikarenakan oleh virus, pengobatan yang dilakukan sama dengan pengobatan pada pilek dan flu.

Pemberian obat analgesik seperti parasetamol yang berfungsi untuk menekan atau mengurangi rasa sakit dan menurunkan demam. Dokter juga akan menyarankan istirahat yang cukup. Mengkonsumsi banyak air putih, dan makan makanan yang bergizi untuk proses pengembalian daya tahan tubuh. Apabila pneumonia ini disebabkan oleh jamur, maka cukup diberikan obat anti jamur.

Mencegah pneumonia

Ada beberapa cara mencegah terjadinya pneumonia, antara lain:

  • Melakukan vaksinasi flu, pertussis, dan pneumococcus secara rutin sesuai dengan yang dijadwalkan.
  • Selalu menjaga kebersihan diri dengan membiasakan untuk mencuci tangan sebelum makan.
  • Berhenti merokok.
  • Menjaga sistem imunitas dan kesehatan tubuh dengan mengkonsumsi makan-makanan yang bergizi seimbang.
  • Berolah raga secara rutin dan teratur.
  • Beristirahat yang cukup.
Bagikan