Home » Saraf

Penyakit Meningitis Penyebab Gejala Pengobatan

  •  Roswati

Penyakit Meningitis Penyebab Gejala Pengobatan

Meningistis atau radang selaput otak adalah terinfeksinya meninges yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri, dan jamur, sehingga menyebabkan terjadinya peradangan. Mikroorganisme ini akan masuk ke dalam aliran darah kemudian menyebar hingga bisa sampai ke cairan dalam otak. Meninges sendiri adalah lapisan atau membran pelindung yang melapisi otak dan sumsum tulang belakang.

Meningitis bisa terjadi pada siapa saja. Pada umumnya meningitis dialami oleh bayi dan anak-anak, akan tetapi semua orang dengan segala usia dan jenis kelamin dapat terkena penyakit meningitis. Pada orang dewasa sistem imunitas dan masalah gangguan kesehatan lain dalam jangka waktu yang sangat panjang bisa sangat berpengaruh terhadap penyakit meningitis.

Penyebab meningitis

Meningitis adalah salah satu jenis penyakit yang sangat mudah menular. Cara meningitis menular dapat melalui udara yang terkontaminasi oleh mikroorganisme penyebab meningitis. Selain itu dapat juga melalui kontak fisik dengan penderita.

Meningitis dapat dikelompokkan menjadi 2 jenis berdasarkan penyebabnya:

Meningitis bakterial
Dari namanya dapat diketahui bahwa penyakit meningitis ini disebabkan oleh bakteri. Kondisi dari penyakit jenis ini adalah kondisi medis darurat. Jika tanpa pengobatan dan perawatan pada meningitis bakterial dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada otak yang parah dan infeksi pada saluran darah (septikemia). Kondisi ini biasanya terjadi pada balita dengan usia di bawah 1 tahun dan remaja yang berusia antara 15 tahun sampai dengan 19 tahun. Bakteri yang menginfeksi penyakit ini adalah streptococcus pneumoniae dan neisseria meningitidis. Cara penularannya melalui kontak fisik jarak dekat.

Meningitis virus
Penyebab meningitis jenis ini adalah virus, meskipun meningitis virus tidak separah pada meningitis bakterial. Meningitis jenis ini adalah yang paling banyak dijumpai. Gejala pada umumnya muncul seperti gejala yang terjadi pada flu, sehingga orang sering salah mengartikannya, hal ini mengakibatkan kesulitan dalam menentukan kondisi penderita. Penularannya melalui virus yang keluar ketika batuk, bersin, dan kondisi lingkungan yang buruk. Jenis virus yang menyerang adalah enterovirus, virus herpes, virus west nile, gondok, dan HIV.

Gejala meningitis

Kesalahan dalam mengartikan gejala meningitis yang muncul terkadang membuat seseorang mengabaikan gejala yang dialami. Ini disebabkan karena gejala yang muncul pada awal terkena penyakit meningitis adalah hampir sama dengan gejala flu. Meningitis dapat terjadi pada usia balita maupun orang dewasa.

Gejala yang terjadi pada balita meliputi:

  • Demam tinggi tetapi pada telapak tangan terasa dingin.
  • Rewel dan tidak mau makan.
  • Mengalami ruam pada kulit dan berwarna kuning.
  • Mengalami kejang.
  • Sering menjerit kesakitan.
  • Sensitf terhadap cahaya.
  • Jika pada ubun-ubun yang masih terbuka akan kelihatan menonjol dan keras.
  • Mual dan muntah disertai dengan sakit kepala yang hebat.
  • Pada leher dan tubuh menjadi kaku.
  • Mengantuk yang berlebihan dan sulit untuk dibangunkan.

Gejala pada anak-anak dan orang dewasa meliputi:

  • Mengalami mual dan muntah yang tanpa sebab.
  • Sakit kepala yang sangat hebat.
  • Otot pada leher kaku ketika menundukkan kepala.
  • Demam tinggi diatas 38º C.
  • Menderita fotofobia atau sensitif terhadap sinar.
  • Penurunan tingkat kesadaran.
  • Pernafasan menjadi cepat.
  • Susah bangun dari tidur.

Diagnosa meningitis

Jika mengalami gejala meningitis yang muncul secara tiba-tiba, dokter akan sulit untuk melakukan diagnosa. Apabila ditemui ruam pada kulit dan terjadi septikemia maka harus dilakukan perawatan secepat mungkin guna menghindari terjadinya resiko yang lebih berbahaya.

Ketika mengunjungi dokter, biasanya dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien dan melakukan beberapa pemeriksaan terkait dengan gejala yang dialami, termasuk pemeriksaan fisik. Pemeriksaan yang paling utama dilakukan adalah melalukan lumbar puncture (lumbal fungsi) yang berfungsi untuk memeriksa cairan di dalam otak. Tes dilakukan dengan mengambil sampel cairan yang berasal dari sumsum tulang belakang, kemudian akan diuji di laboratorium guna mengetahui ada atau tidaknya mikroorganisme penyebab meningitis.

Pengobatan meningitis

Pengobatan pada meningitis akan diberikan berdasarkan penyebabnya.

  1. Meningitis yang disebabkan oleh virus akan dapat membaik dengan sendirinya dalam jangka waktu beberapa minggu. Disarankan pula untuk banyak beristirahat dan mengkonsumsi obat untuk mengurangi gejala pada sakit kepala dan demam.
  2. Meningitis yang disebabkan oleh bakteri akan dibutuhkan antibiotik ataupun obat-obatan yang berguna untuk mengurangi infeksi. Meningitis bakterial harus ditangani dengan intensif, rawat inap di rumah sakit akan disarankan untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih berbahaya bahkan dapat menyebabkan pada kematian.

Komplikasi pada meningitis yang paling serius dan berbahaya adalah jenis meningokokus, yaitu komplikasi antara penyakit meningitis dengan septikimea atau infeksi darah. Permasalahan lain terkait dengan meningitis ini adalah terjadinya gangguan pada pendengaran, mengalami kejang, dan kerusakan pada otak.

Bagikan