Nodul Tiroid Penyebab Gejala Pengobatan

Nodul tiroid adalah partikel sel-sel tumor yang tumbuh di dalam kelenjar tiroid yang memiliki bentuk benjolan padat maupun cairan, atau bisa juga cairan yang berisi darah. Kelenjar tiroid merupakan bagian dari sistem endokrin, dimana kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yang digunakan oleh tubuh untuk mengatur semua metabolisme tubuh.

Nodul tiroid akan merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi lebih banyak lagi hormon tiroid, sehingga menjadi berlebihan. Hormon tiroid yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid memiliki kinerja dengan kecepatan normal, tetapi ketika muncul nodul tiroid maka akan mempengaruhi jumlah produksi yang makin meningkat. Akibatnya, metabolisme dalam tubuhpun akan ikut mengalami peningkatan, yang berakibat pada terganggunya metabolisme tubuh.

Penyebab nodul tiroid

Munculnya nodul tiroid hingga saat ini belum diketahui secara jelas, akan tetapi nodul tiroid dapat mempengaruhi semua golongan usia dan jenis kelamin. Menurut beberapa ahli, terdapat beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab seseorang beresiko menderita nodul tiroid. Faktor yang dapat menyebabkan munculnya nodul tiroid, yaitu:

  • Faktor genetik.
  • Kekurangan yodium.
  • Menderita penyakit tiroiditis kronis seperti tiroiditis hashimoto.
  • Memiliki adenoma tiroid, yaitu bentuk gangguan pada kelenjar tiroid. Jaringan dalam kelenjar tiroid tumbuh dengan tidak normal. Meskipun bukan hal yang membahayakan, tetapi dapat menyebabkan penderitanya tidak nyaman dan terganggu.
  • Kista tiroid, yaitu merupakan bentuk degenerasi adenoma tiroid yang terbentuk dari campuran komponen antara bahan padat dengan bahan yang cair. Meskipun tidak berbahaya, tetapi kista ini kemungkinan bersifat kanker.
  • Akibat dari paparan radiasi ketika melakukan pengobatan dengan terapi radiasi.
  • Menderita kanker tiroid.

Gejala nodul tiroid

Nodul tiroid yang masih berukuran sangat kecil tidak menimbulkan gejala apapun, itulah mengapa seseorang terkadang tidak menyadari jika mempunyai benjolan dalam tenggorokannya, hingga nodul tiroid memiliki ukuran yang cukup besar. Gejala akan muncul ketika nodul tiroid ini membesar. Gejala yang umumnya muncul ketika nodul tiroid membesar, diantaranya:

  • Pada bagian dasar leher atau di atas dada mengalami pembengkakan.
  • Bagian tenggorokan akan seperti terasa penuh,tertekan dan terasa sakit.
  • Mengalami kesulitan ketika bernafas dan menelan.
  • Mengalami gejala-gejala hipertiroidisme seperti denyut jantung mengalami peningkatan, lebih sensitif terhadap suhu panas, berat badan menurun meskipun pola makan tidak berubah, dan tremor/ gemetar terutama pada tangan dan ujung-ujung jari.
  • Mengalami gejala-gejala hipotiroidisme seperti tidak tahan terhadap suhu dingin atau menggilgil, lemas dan sering mengantuk, otot menjadi lemah, dan berat badan meningkat.
  • Suara berubah menjadi lebih berat atau serak.

Kondisi pada nodul tiroid umumnya memiliki sifat jinak dan sebenarnya bukanlah suatu hal yang serius dan membahayakan. Akan tetapi ketika nodul tiroid semakin membesar dan menyebabkan tenggorokan menjadi tertekan dan membuat seseorang merasa tidak nyaman,  sebaiknya segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan secepatnya.

Diagnosa nodul tiroid

Dokter akan mengumpulkan data dan informasi dari pasien terkait dengan gejala dan keluhan yang dirasakan. Dokter juga akan bertanya kepada pasien tentang riwayat kesehatan pasien dan riwayat kesehatan keluarganya. Untuk lebih memastikan diagnosa, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang antara lain:

Tes Fungsi Tiroid
Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien, yang kemudian diperiksa untuk mengukur kadar tiroksin dan triiodothyronine dan thyroid-stimulating hormone. Tes darah ditujukan untuk mengetahui apakah pasien menderita hipertiroidisme atau hipotiroidisme.

USG (Ultrasonography)
USG dilakukan dengan menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi, sehingga didapatkan gambaran yang jelas dari kelenjar tiroid. Tujuan dari USG:

  • Mengetahui apakah nodul tiroid berbentuk padat atau cairan (kista) atau campuran keduanya.
  • Ukuran dan jumlah nodul tiroid yang terbentuk.
  • Pertumbuhan dan perkembangan dari nodul tiroid.
  • Mengetahui apakah nodul tiroid bersifat ganas atau jinak.

Fine-Needle Aspiration Cytology (FNAC)
Ini adalah biopsi tiroid jarum halus, dimana sebuah jarum yang sangat halus akan dimasukkan ke dalam nodul. Dokter akan mengambil sedikit sampel dari jaringan nodul tiroid tersebut untuk diteliti lebih lanjut lagi. Tujuan dari biopsi adalah untuk mengetahui apakah terdapat indikasi sel-sel kanker dari nodul tiroid tersebut.

Scan Tiroid
Pemindaian dilakukan dengan meminta pasien untuk menelan kapsul yang berisi sedikit isotop radioaktif yodium dan kemudian berbaring di atas kasur pemeriksaan. Melalui kamera khusus, gambaran dari tiroid pasien akan tampak jelas di layar komputer. Pemindaian ini dilakukan untuk mengetahui penyerapan yang dilakukan oleh nodul tiroid, sehingga diketahui apakah nodul tiroid tersebut memiliki sifat ganas atau jinak.

Pengobatan nodul tiroid

Pengobatan nodul tiroid akan didasarkan pada sifat dan jenis dari nodul tersebut, apakah nodul tiroid memiliki sifat ganas atau jinak, dan apakah nodul tersebut menyebabkan masalah hipertiroidisme. Pengobatan nodul tiroid yang dilakukan sesuai jenisnya:

1. Nodul jinak atau tidak memiliki sifat kanker
Pada umumnya dokter akan terus melakukan pemantauan perkembangan dari nodul tersebut. Pasien akan diminta untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan termasuk melakukan pemeriksaan fisik, tes darah, dan juga USG, sehingga dapat dikontrol perkembangannya.

Pengobatan yang dapat dilakukan pada nodul tiroid yang bersifat jinak, yaitu:

  • Memberikan suplemen penekan hormon tiroid maupun obat-obatan levothyroxine, yang digunakan untuk menekan jumlah produksi hormon tiroid yang berlebihan. Radioaktif yodium dapat juga diberikan untuk mengecilkan ukuran pada nodul tiroid.
  • Memberikan injeksi ablasi alkohol, yaitu dengan menyuntikkan alkohol ke dalam nodul, yang dapat membuat ukuranya menyusut, sehingga hormon tiroid tidak terlalu berlebihan diproduksi oleh kelenjar tiroid.
  • Tindakan pembedahan dapat dilakukan ketika ukuran nodul terlalu besar dan menyebabkan penderita menjadi terganggu. Meskipun tidak bersifat ganas, harus tetap dilakukan pengangkatan.

2. Nodul tiroid hangat dan dingin
Pada nodul tiroid jenis ini memiliki kemungkinan bersifat ganas atau kanker, yang dapat menyebabkan resiko berbahaya bagi tubuh. Pengobatan yang dilakukan hanyalah dengan melakukan operasi untuk mengangkat nodul tersebut. Ada beberapa operasi  yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Hemithyroidectomy, yaitu dengan mengangkat sebagian dari kelenjar tiroid.
  • Subtotal thyroidectomy, yaitu operasi dengan mengangkat hampir sebagian besar kelenjar tiroid dengan menyisakan jaringan yang masih berfungsi normal.
  • Total thyroidectomy, yaitu operasi dengan mengangkat keseluruhan kelenjar tiroid. Pasien yang menjalani prosedur ini harus seumur hidup mengkonsumsi obat levothyroxine untuk membantu tubuhnya agar tetap memiliki jumlah hormon tiroid yang normal.

3. Nodul tiroid penyebab hipertiroidisme
Nodul tiroid jenis ini menyebabkan jumlah produksi hormon tiroid yang terlalu berlebihan, maka langkah pengobatan yang dapat dilakukan sbb:

  • Dengan memberikan terapi yodium radioaktif, yang dikonsumsi dengan cara oral. Yodium radioaktif akan diserap oleh kelenjar tiroid yang akhirnya dapat menyusutkan ukuran nodul.
  • Memberikan obat-obatan anti-tiroid. Jenis dari obat anti-tiroid antara lain seperti tapazole atau methimazole yang digunakan untuk mengatasi gejala hipertiroidisme.
  • Melakukan operasi dengan mengangkat sebagian atau keseluruhan kelenjar tiroid.

Dalam setiap melakukan tindakan operasi, sebaiknya teruslah untuk selalu melakukan konsultasi dengan dokter sebelum melakukan tindakan operasi tersebut. Hal ini mengingat bahwa setiap tindakan operasi selalu mempunyai resiko tersendiri.