Home » Kanker

Kanker Prostat Penyebab Gejala Pengobatan

  •  Roswati

Kanker Prostat Penyebab Gejala Pengobatan

Kanker prostat adalah tumbuh dan berkembangnya sel-sel prostat secara tidak wajar dalam kelenjar prostat. Kanker prostat biasanya sering menyerang pria diusia lanjut atau diatas 70 tahun, sementara itu kanker prostat jarang terjadi pada pria dibawah usia 45 tahun.

Prostat adalah salah satu organ reproduksi pria, berukuran sebesar buah kenari, yang terletak di bawah kandung kemih di depan rektum. Prostat memproduksi cairan seperti semen yang digunakan untuk menyuburkan dan melindungi sperma. Cairan yang dihasilkan akan keluar menuju ke uretra kemudian akan dikeluarkan bersama dengan sperma yang disebut dengan air mani pada saat terjadi ejakulasi.

Penyebab kanker prostat

Penyebab kanker prostat belum diketahui secara pasti, akan tetapi ketika sel-sel baru yang tumbuh dan berkembang tidak terkendali, maka dapat menyebabkan penumpukan dan membentuk jaringan bernama tumor. Tumor inilah yang dapat berkembang menjadi kanker dan menyebar hingga ke bagian tubuh yang lain.

Beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab kanker prostat, meliputi:

  • Riwayat keluarga atau genetik.
  • Obesitas.
  • Makanan yang berkalsium tinggi.

Gejala kanker prostat

Pada stadium awal, perkembangan kanker prostat tidak menimbulkan gejala yang mencurigakan, karena perkembangan kanker prostat cenderung sangat lambat,. Gejala kanker prostat biasanya terjadi infeksi pada kelenjar prostat.

Gejala kanker prostat pada umumnya:

  • Terganggunya aliran urin.
  • Sering buang air kecil terutama malam hari.
  • Nyeri dan panas ketika buang air kecil.
  • Terdapat darah pada urin dan air mani.
  • Hilangnya kontrol pada urin saat tertawa atau batuk.
  • Kesulitan buang air kecil sambil berdiri.
  • Mengalami disfungsi ereksi.

Gejala kanker prostat akan terus berlanjut sewaktu kanker memasuki stadium lanjut dan telah menyebar ke jaringan tubuh yang lain, seiring dengan pertambahan usia.

Gejala kanker prostat yang harus diwaspadai, antara lain:

  • Berat badan menurun drastis.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Mengalami mual dan muntah.
  • Sembelit.
  • Sakit pada tulang punggung terutama bagian bawah.
  • Rasa sakit yang dirasakan pada paha dan panggul.
  • Pada tubuh bagian bawah mengalami kelumpuhan dan lemah.

Tahap perkembangan kanker prostat

  1. Stadium 1
    Sel kanker yang muncul masih sangat kecil dan belum menyebar hingga sampai keluar dari kelenjar prostat. Kadang secara tidak sengaja terdeteksi setelah melakukan pembedahan pada prostat untuk jenis penyakit tertentu.
  2. Stadium 2
    Sel kanker berukuran sedikit lebih besar tetapi belum terjadi penyebaran hingga keluar dari kelenjar prostat.
  3. Stadium 3
    Sel kanker mulai menunjukkan penyebaran hingga keluar dari kelenjar prostat, meski areanya masih di sekitar kelenjar prostat.
  4. Stadium 4
    Pada tahap ini sel kanker telah menyebar semakin jauh keluar dari kelenjar prostat hingga ke jaringan tubuh yang lain.

Diagnosa kanker prostat

Jika mengalami keluhan terkait seperti gejala kanker prostat di atas, sebaiknya segera kujungi dokter untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat. Dokter akan melakukan prosedur pemeriksaan untuk memastikan diagnosis.

Metode pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter adalah:

  1. Pemeriksaan colok dubur
    Melalui pemeriksaan secara manual dengan memasukkan jari yang telah diolesi pelumas ke dalam rektum untuk meraba kelenjar prostat yang letaknya di sebelah rektum untuk mengetahui apakah bentuk, tekstur, maupun ukuran kelenjar prostat yang abnormal. Jika kemudian dirasakan adanya kelainan, maka dokter akan melakukan pemeriksaan selanjutnya.
  2. Tes PSA
    Semacam tes darah guna mengetahui tingkat protein yang diproduksi oleh kelenjar prostat dalam darah. Umumnya kadar PSA dalam darah pria cenderung lebih sedikit, tetapi dengan seiring pertambahan umur, maka kadar PSA ikut meningkat. Tes PSA kurang akurat untuk mendeteksi kanker prostat, karena tidak semua pasien penderita kanker prostat mengalami peningkatan kadar PSA.
  3. Biopsi
    Dengan pengambilan sampel pada prostat untuk diketahui keberadaan sel kanker. Semakin cepat mengetahui keberadaan kanker prostat, maka akan semakin cepat dan tepat dalam langkah penanganan dan pengobatan kanker prostat.

Pengobatan kanker prostat

Untuk mengobati kanker prostat tergantung pada tingkat stadium, ukuran, bentuk, dan kondisi kesehatan pasien. Pada stadium awal belum dilakukan pengobatan kanker prostat tetapi menunggu dan mengawasi perkembangan sel kanker. Dokter akan memantau perkembangan dengan melakukan tes PSA dan biopsi secara rutin, hingga pada saatnya dapat dilakukan pengobatan kanker prostat yang tepat.

Pengobatan pada kanker prostat, meliputi:

  • Prostatektomi radikal
    Ini adalah operasi guna mengangkat kelenjar prostat dan jaringan yang berada di sekitarnya dan di belakang kandung kemih.
  • Terapi radiasi
    Terapi radiasi dapat dilakukan melalui beberapa cara, diantaranya adalah terapi eksterna yang dilakukan di rumah sakit tanpa melakukakan rawat inap. Pencangkokan menggunakan butiran yodium, emas, dan iridium radioaktif secara langsung pada jaringan prostat dengan membuat luka sayatan kecil.
  • Terapi hormonal
    Ditujukan untuk menekan kadar testosteron yang berpengaruh terhadap perkembangan kanker prostat. Biasanya terapi ini hanya digunakan untuk meringankan gejala kanker prostat yang muncul, tetapi tidak dapat menyembuhkan kanker. Terapi hormonal digunakan pada pengobatan kanker prostat stadium lanjut.
  • Kemoterapi
    Tujuan kempterapi adalah untuk menghancurkan sel kanker dan mencegah tumbuh kembali. Kemoterapi biasanya dilakukan pada pasien kanker stadium lanjut, dimana pasien sudah tidak lagi menunjukkan respon terhadap terapi hormonal.
  • USG dengan fokus intensitas tinggi.
    Cara ini dilakukan dengan alat peraba yang menghasilkan gelombang suara berenergi tinggi dengan tujuan untuk menghancurkan sel kanker.
  • Imunoterapi
    Menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker.

Hingga saat ini belum diketemukan obat untuk menyembuhkan kanker prostat secara paten. Akan tetapi dengan menjaga berat badan yang ideal, berolah raga secara teratur, serta mengkonsumsi makanan yang bernutrisi dan bergizi seimbang akan dapat menghindari resiko kanker prostat.

Bagikan