Home » Kanker

Kanker Usus Besar Penyebab Gejala Pengobatan

  •  Roswati

Kanker Usus Besar Penyebab Gejala Pengobatan

Kanker usus besar adalah kanker yang tumbuh dan berkembang di usus besar, dimana usus besar terletak di bagian bawah dari sistem pencernaan. Kanker usus besar biasanya diawali dari terbentuknya gumpalan sel-sel yang memiliki ukuran kecil yang disebut polip adenoma. Polip inilah yang akan berkembang menjadi kanker seiring dengan penyebarannya yang tidak dapat dikendalikan.

Pada tubuh manusia terdapat dua macam usus, yaitu usus besar dan usus kecil. Usus besar merupakan saluran pencernaan di dalam tubuh manusia yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung sisa makanan dari proses pencernaan. Pada usus besar terdapat kolon dan rektum, maka dari itu kanker usus juga disebut dengan kanker kolorektal.

Penyebab kanker usus besar

Seperti penyakit kanker pada umumnya, penyebab kanker usus besar adalah adanya perubahan genetik pada sel yang sehat. Pertumbuhan dan perkembangan sel-sel tersebut menjadi tidak terkendali, sehingga menyebabkan sel baru terus membelah secara abnormal dan mengakibatkan penumpukan. Menumpuknya sel-sel ini akan membentuk suatu jaringan yang dinamakan tumor. Akan tetapi ada beberapa faktor lain yang dapat menjadi penyebab kanker usus besar terjadi.

Faktor penyebab kanker usus besar antara lain:

  • Berusia lanjut, meski diusia berapapun dapat beresiko terhadap kanker usus besar.
  • Riwayat medis dengan kanker usus atau polip.
  • Pengaruh dari radang saluran pencernaan.
  • Sindrom genetik.
  • Pengaruh mengkonsumsi makanan rendah serat dan berlemak tinggi.
  • Diabetes.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Pengaruh dari merokok.
  • Mengkonsumsi alkohol.
  • Karena efek dari pengobatan radiasi.
  • Kurangnya aktifitas berolah raga.

Gejala kanker usus besar

Kanker usus besar memiliki perkembangan yang sangat lambat. Diawal perkembangan kanker usus besar ini, gejala kanker usus besar yang muncul hampir mirip dengan komplikasi pada tersumbatnya usus besar atau obstruksi, dan terkadang juga tidak menampilkan gejala. Hal ini dapat membuat seseorang cenderung untuk mengabaikannya, sehingga ketika mengunjungi dokter, kanker yang diderita terkadang telah masuk stadium lanjut.

Gejala kanker usus besar harus diwaspadai pada kanker usus besar:

  • Sembelit dan diare.
  • Keluar darah dari dubur atau feses bercampur darah.
  • Perut merasa tidak nyaman seperti kembung, kram, dan nyeri.
  • Perasaan buang besar air besar yang belum tuntas.
  • Kehilangan berat badan.
  • Anemia.
  • Bentuk feses kecil dan menyerupai pita.
  • Kelelahan pada tubuh tanpa diketahui penyebab pasti.

Kanker usus besar memiliki beberapa tahapan dalam perkembangannya, yaitu:

  1. Stadium 1
    Kanker yang pertama muncul di dalam usus besar tetapi belum menyebar keluar dari usus besar, karena terhalang oleh dinding usus.
  2. Stadium 2
    Kanker mulai menyebar hingga ke seluruh dinding usus dan mulai menembusnya.
  3. Stadium 3
    Kanker telah menyerang kelenjar getah bening yang letaknya dekat dengan usus besar.
  4. Stadium 4
    Tahap ini merupakan tahap paling akhir dari perkembangan kanker yang tingkatannya parah, dimana kanker menyebar jauh hingga ke bagian organ tubuh seperti paru-paru dan hati.

Diagnosa kanker usus besar

Pada saat mengunjungi dokter, biasanya dokter akan menanyakan kepada pasien terkait dengan keluhan dan gejala yang dirasakan. Dokter juga akan melihat riwayat medis dan riwayat kesehatan keluarga guna mengetahui apakah pasien atau keluarga memiliki resiko terserang kanker usus besar.

Dokter akan melakukan langkah pemeriksaan sebagai berikut:

  • Pemeriksaan fisik
    Dengan melihat kondisi anus pasien yang bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi pembengkakan atau tidak pada anus.
  • Sigmoidoskopi
    Pemeriksaan dengan menggunakan alat berbentuk selang kecil yang pada bagian ujungnya dilengkapi dengan lampu dan kamera. Melalui anus, selang ini akan dimasukkan ke dalam usus besar, kemudian pada layar monitor dapat dilihat apakah ada indikasi munculnya kanker pada usus besar.
  • Pemeriksaan radiologi
    Dengan penggunaan X-Ray atau barium enema yang bertujuan untuk melihat gambar tentang morfologi pada usus besar sehingga keberadaan polip dapat diketahui.
  • Kolonoskopi
    Sebelum pemeriksaan kolonoskopi ini dimulai, biasanya pasien diberi obat pencahar terlebih dahulu untuk mengosongkan isi perut agar pemeriksaan yang dilakukan mendapatkan hasil yang maksimal. Pemeriksaan kolonoskopi secara garis besarnya sama dengan pemeriksaan pada sigmoidoskopi, hanya saja selang yang digunakan pada kolonoskopi lebih panjang. Kolonoskopi dapat menjangkau area lebih jauh ke dalam usus besar dan memberikan gambaran yang jelas pada bagian usus besar yang terserang kanker. Langkah biopsi atau pengambilan sampel jaringan akan dilakukan jika memang diperlukan.
  • CT Colonography
    Dengan memasukkan selang kecil ke dalam usus besar melalui anus, kemudian akan dipompakan gas ke dalam usus besar agar usus pasien sedikit lebih mengembang. Hal ini dilakukan guna mempermudah dokter mengamati kondisi dalam usus besar dengan bantuan CT Scan. Pemeriksaan ini biasanya hanya ditujukan kepada pasien yang tidak dapat menjalani pemeriksaan kolonoskopi.
  • Tes pencitraan seperti tes darah, CT Scan, MRI Scan, dan USG.
    Meskipun tes pencitraan ini tidak memberikan diagnosa secara langsung, akan tetapi pemeriksaan tersebut dapat digunakan untuk mengetahui bentuk, lokasi, dan ukuran kanker, serta keadaan pada jaringan disekitarnya.

Pengobatan usus besar

Dokter akan melakukan pengobatan kanker usus besar berdasarkan pada tingkat keparahan kanker, termasuk ukuran, bentuk, dan jenisnya.

Langkah pengobatan kanker usus besar meliputi:

  • Operasi atau pembedahan
    Ada 2 macam operasi yang dilakukan. Yang pertama apabila kanker masih dalam stadium awal, maka operasi yang dilakukan hanya melalui kolonoskopi yang bertujuan untuk menghilangkan kanker, sehingga kanker tidak lagi tumbuh. Jika kolonoskopi ini tidak dapat dilakukan, maka dokter akan melakukan operasi pengangkatan melalui laparoskopi. Sedangkan operasi yang kedua adalah operasi kolostomi, yaitu operasi yang dilakukan pada kanker di stadium lanjut dengan kondisi kanker menyebar hingga menembus dinding usus. Operasi yang dilakukan adalah dengan mengangkat usus besar yang terserang kanker beserta jaringan disekitarnya, kemudian usus yang masih sehat akan disambung kembali. Jika kondisi medis pasien semakin memburuk akibat penyebaran kanker usus, maka tujuan operasi yang dilakukan hanyalah untuk meringankan gejala kanker usus besar yang dialami pasien.
  • Radioterapi
    Dengan sinar berenergi tinggi untuk mencegah agar kanker tidak muncul kembali.
  • Kemoterapi
    Dengan menggunakan obat-obatan yang bertujuan membunuh sel kanker dan mencegah berkembangnya kanker.
  • Imunoterapi
    Dengan menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker.

Mencegah lebih baik daridapa mengobati. Dengan melakukan hal-hal dari yang paling sederhana dapat membantu terhindar dari serangan kanker usus besar. Mengikuti pola hidup sehat melalui makananan yang bernutrisi dan bergizi seimbang, dan rutin melakukan aktivitas olahraga akan meningkatkan sistem imun tubuh.

Bagikan