Home » Sakit Kepala

Sakit Kepala Akibat Terlalu Sering Minum Obat Pereda Nyeri

  •  Roswati

Sakit kepala yang muncul akibat dari terlalu sering mengkonsumsi obat pereda nyeri kepala yang berlebihan ternyata justru berpengaruh buruk bagi kesehatan itu sendiri. Banyak orang berpendapat, jika obat pereda nyeri kepala dapat mengobati rasa sakit pada kepala. Sedangkan untuk jenis sakit kepala yang berbeda, maka penanganannya akan berbeda pula.  Jenis sakit kepala akan diketahui setelah memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosa yang tepat.

Beberapa penelitian mengemukakan bahwa obat pereda nyeri seperti ibuprofen, paracetamol, aspirin, dan codein yang terlalu sering justru akan semakin memperparah sakit kepala dan memicu sakit kepala lebih sering.

Kondisi sakit kepala akibat terlalu sering minum obat pereda nyeri bukanlah karena mengalami overdosis obat, melainkan karena obat pereda nyeri tersebut dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang, sehingga semakin sering mengkonsumsi obat tersebut, maka tubuh akan semakin resisten atau kebal terhadap obat nyeri tersebut. Kondisi semacam ini akan memicu orang untuk minum obat dengan dosis yang lebih tinggi dan lebih kuat. P

enggunaan obat pereda nyeri yang terlalu sering akan dapat mempengaruhi pusat otak. Pengaturan aliran penghantar rasa sakit ke bagian otak mengalami gangguan dan hal inilah yang memicu terjadinya sakit kepala yang lebih parah dan lebih sering.

Kondisi sakit kepala dapat diartikan dengan sakit kepala yang muncul seperti kecanduan atau ketagihan obat ketika menghentikan minum obat pereda nyeri. Sewaktu muncul sakit kepala kemudian minum obat pereda nyeri maka rasa sakit akan mereda, tetapi pada saat efek dari obat tersebut habis, maka sakit kepala akan kembali muncul dan seseorang harus mengkonsumsi obat sakit kepala lagi, begitu dan seterusnya. Jika hal tersebut dilakukan secara terus-menerus akan mengakibatkan sakit kepala kronis yang lebih parah dan lebih sering.

Gejala yang dialami ketika kepala terasa sakit akibat overdosis obat pereda nyeri

  • Rasa sakit dirasakan seperti berdenyut dan terasa pegal.
  • Ketika sakit kepala ini menyerang, kemungkinan dapat membuat penderitanya menjadi terbangun saat tidur.
  • Sakit kepala justru akan muncul dan terasa paling parah disaat efek dari obat pereda nyeri tersebut habis.
  • Sakit kepala muncul hampir setiap hari dan umumnya bersifat menetap.
  • Sakit kepala yang terjadi biasanya disertai dengan mual dan lekas marah.
  • Saat beraktivitas akan semakin memperburuk kondisi.
  • Muncul kecemasan, depresi, mudah kelelahan, dan penurunan tingkat konsentrasi.
  • Mengalami gangguan memori atau penurunan daya ingat.

Ketika muncul sakit kepala sebaiknya jangan terburu-buru minum obat sakit kepala. Sebagai langkah pertama, atasi dengan tindakan non-obat, seperti contohnya melakukan tehnik relaksasi dan belajar membiasakan diri dengan rasa sakit yang muncul. Jika setelah relaksasi sakit kepala tidak juga mereda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter, sehingga dokter dapat melakukan diagnosa dengan tepat, dimana hasil dari diagnosa akan digunakan untuk menentukan langkah penanganan dan pengobatan yang tepat.

Mengkonsumsi obat pereda nyeri sebenarnya tidaklah membahayakan, asalkan tidak melebihi dosis dan tidak diminum terlalu sering. Dosis yang aman untuk mengkonsumsi obat pereda nyeri adalah diminum tidak lebih dari 2 atau 3 kali dalam seminggu, jika diminum lebih dari itu maka dapat menimbulkan masalah. Tanyakan pada dokter, ketika hendak berhenti minum obat pereda nyeri, haruskah berhenti secara langsung atau bertahap.

Bagikan