Home » Sakit Kepala

Penyebab Gejala Sakit Kepala Cluster

  •  Roswati

Penyebab Gejala Sakit Kepala Cluster

Sakit kepala cluster atau berkelompok yaitu salah satu jenis dari sakit kepala yang jarang terjadi. Rasa nyeri pada sakit kepala cluster terasa sangat menyakitkan dan dapat berulang kembali setelah beberapa waktu. Meskipun sakit kepala cluster muncul pada salah satu sisi kepala, akan tetapi kondisinya ini berbeda dengan sakit kepala migrain.

Rasa sakit yang dirasakan umumnya bersifat tetap, tidak berdenyut, dan terasa sangat jauh dalam kepala yang seringkali berpindah ke bagian pelipis, dahi, dan pipi, dengan rasa sakit yang dapat menghilang dengan cepat maupun perlahan-lahan.

Pada umumnya serangan cluster dimulai dengan munculnya rasa nyeri yang luar biasa dan sangat menyakitkan secara tiba-tiba di salah satu sisi kepala, terutama di sekitar mata dan belakang mata. Rasa sakit biasanya lebih sering menyerang penderitanya dimalam hari ketika sedang tidur, sehingga membuat penderita terbangun. Serangan dapat berlangsung antara 30 menit hingga 2 jam. Meskipun demikian, sakit kepala dalam bentuk ini juga dapat juga menyerang saat terjaga ataupun pada siang hari. Tanda-tanda yang umumnya menyertai saat rasa sakit menyerang antara lain:

  • Terasa sakit pada salah satu sisi kepala yang teramat sangat menyakitkan.
  • Rasa gelisah.
  • Salah satu mata yang terserang mengeluarkan air mata secara berlebihan.
  • Mata menjadi merah akibat efek samping dari serangan.
  • Hidung meler atau tersumbat pada salah satu sisi.
  • Kulit wajah memucat dan berkeringat.
  • Area mata yang terserang membengkak.
  • Ukuran pupil yang mengalami serangan akan mengecil.
  • Kelopak mata menjadi sayu.

Penderita sakit kepala cluster sering menggambarkan rasa sakit yang dialaminya dengan rasa sakit seperti ditusuk benda tajam dan terbakar, yang biasanya selalu menyerang pada salah satu sisi kepala yang sama. Sakit kepala cluster memiliki periode yang teratur ketika menyerang yaitu diwaktu yang sama setiap hari selama 6-12 minggu, dengan interval tanpa rasa sakit kepala selama beberapa bulan atau tahun hingga serangan kembali muncul. Pada beberapa kasus kronis terdapat kemungkinan periode bisa menjadi lebih lama. Periode saat terjadi serangan sakit kepala cluster adalah sbb:

  • Sakit kepala akan dialami setiap hari bahkan beberapa kali dalam sehari.
  • Serangan akan berlangsung sekitar 15 menit hingga 3 jam setiap kali muncul.
  • Serangan selalu muncul diwaktu yang sama dalam sehari.
  • Serangan terjadi antara pukul 9 malam dan 9 pagi.

Penyebab sakit kepala cluster

Beberapa ahli peneliti mengemukakan, hingga saat ini penyebab sakit kepala cluster belum diketahui secara pasti. Meski begitu, terdapat beberapa faktor pemicu yang meningkatkan resiko mengalami sakit kepala cluster, yaitu:

  • Faktor keturunan atau riwayat kesehatan keluarga.
  • Perokok aktif dan alkohol.
  • Gangguan hormon tertentu seperti melatonin dan cortisol.
  • Gangguan neurotransmitter, yaitu tingkat reaksi kimia seperti perubahan serotonin saat membawa impul saraf ke otak.

Selain itu, sakit kepala cluster juga dapat dipengaruhi karena gangguan hipothalamus. Fungsi dari hypothalamus memiliki kaitan dengan jam biologis tubuh. Pada tubuh manusia, jam biologis tubuh terletak pada hypothalamus dalam otak bagian tengah. Ketika hypothalamus mengalami peningkatan aktivitas, maka dapat memicu sakit kepala.

Serangan sakit kepala cluster biasanya terjadi setiap hari dan diwaktu yang sama secara teratur, serta memiliki periode mengikuti musim dalam setahun. Oleh sebab itu, sakit kepala cluster juga sering disebut dengan sakit kepala musiman. Rasa sakit yang dirasakan biasanya akan menghilang dengan tiba-tiba seperti pada saat serangan muncul, dimana kebanyakan penderita akan merasakan kelelahan setelah rasa sakit menghilang.

Untuk mengetahui kondisi pada sakit kepala cluster sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan dengan menanyakan riwayat kesehatan pasien termasuk mengamati gejala dan pola serangan. Jika diperlukan, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan neurologis pada pupil yang terlihat mengecil serta melakukan CT Scan dan MRI pada kepala untuk mengetahui apakah terdapat penyakit lainnya.

Pengobatan sakit kepala cluster

Sakit kepala cluster tidak dapat diobati, tujuan pengobatan yang dilakukan hanya untuk meringankan gejala serta mencegah serangan muncul kembali dengan menyingkat jangka waktu serangan dan intensitas rasa sakit. Obat yang diberikan oleh dokter pada umumnya antara lain:

  • Obat anti inflamasi dosis tinggi yang akan turunkan dosisnya dalam waktu 2-3 minggu.
  • Oksigen murni.
  • Injeksi dihydroergotamine / DHE yang efektif menghentikan serangan dalam waktu 5 menit.
  • Obat-obatan anestesi lokal yang diberikan dengan hati-hati terutama pada pasien dengan hipoaksia, depresi pernafasan, dan bradikardia.
  • Anti konvulsan, meskipun belum secara pasti diketahui dapat mencegah serangan muncul kembali, tetapi obat ini akan berfungsi mengatur tingkat sensitivitas rasa sakit di pusat nyeri.
  • Kortikosteroid untuk mencegah dan meredakan pada sakit kepala.
  • Pembedahan akan dianjurkan dokter pada pasien yang memiliki kontraindikasi dengan obat-obatan yang digunakan dan tidak merespon dengan baik pada pengobatan telah dilakukan.

Meskipun sakit kepala cluster tidak dapat disembuhkan, akan tetapi masih bisa diupayakan tindakan pencegahan untuk mengurangi resiko meningkatnya serangan dan keparahan dengan berhenti merokok dan minum alkohol. Keduanya memiliki peranan utama dalam mempercepat kemunculan sakit kepala cluster.

Bagikan