Penyakit Graves Penyebab Gejala Pengobatan

Penyakit graves adalah salah satu bentuk penyakit terkait gangguan sistem kekebalan tubuh. Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh memproduksi antibodi yang justru menyerang jaringan yang sehat. Sedangkan dalam kondisi normal, antibodi akan bertugas untuk melindungi dan mempertahankan tubuh dari serangan mikroorganisme yang masuk ke tubuh. Pada penyakit graves, antibodi menyerang kelenjar tiroid sehingga dapat menyebabkan hipertiroidisme.

Kelenjar tiroid terletak di leher sebelah depan, dimana 2 hormon tiroid diproduksi, yaitu tiroksin (T4) dan triiodothyronine (T3). Kedua hormon tiroid tersebut memiliki fungsi sebagai pengatur sistem metabolisme tubuh. Kinerja dari hormon tiroid dikendalikan oleh kelenjar hipofisis yang terdapat di otak, dengan merangsang reseptor hormone tiroid (TSH) untuk memberikan perintah pada kelenjar tiroid agar memproduksi T4 dan T3 tersebut.

Penyebab penyakit graves

Penyakit graves dapat terjadi ketika sistem imunitas menghasilkan antibodi yang menyerang reseptor hormon tiroid atau TSH, sehingga merangsang kelenjar tiroid tersebut memproduksi kedua hormon tiroid (T4 dan T3) secara berlebihan. Kondisi seperti inilah yang dapat menyebabkan terjadinya hipertiroidisme. Akibat dari hipertiroidisme dapat menjadikan kelenjar tiroid menjadi hiperaktif dan membuatnya berukuran menjadi lebih besar. Kondisi ini membuat leher depan akan tampak seperti membengkak. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi seseorang beresiko terhadap penyakit graves:

  • Penyakit graves umumnya menyerang seseorang dengan rentang usia antara 20-40 tahun dan lebih cenderung dijumpai pada wanita dibandingkan pada pria.
  • Faktor genetik.
  • Gangguan sistem imunitas seperti menderita diabetes melitus tipe 1 dan rheumatoid arthritis.
  • Cedera yang berakibat pada trauma pada kelenjar tiroid.
  • Mengalami peristiwa atau sakit yang memicu stres, baik secara emosional maupun fisik.
  • Kebiasaan merokok.
  • Menjalani terapi antiretroviral (HAART) pada penderita HIV.
  • Obat-obatan beryodium, seperti amiodarone untuk mengatasi gangguan irama jantung dapat merusak sel-sel tiroid.
  • Pengaruh pada saat kehamilan dan pasca melahirkan.

Gejala penyakit graves

Sistem metabolisme pada tubuh manusia dipengaruhi oleh hormon tiroid. Semua sistem yang ada di dalam tubuh dikendalikan oleh hormon tiroid atas perintah dari kelenjar hipofisis. Sewaktu hormon tiroid mengalami gangguan, secara otomatis akan mempengaruhi sistem metabolisme dan memberikan dampak buruk pada kesehatan tubuh dalam cakupan yang cukup luas. Gejala yang umumnya muncul pada penyakit graves:

  • Mengalami kegelisahan, kecemasan, kebingungan, dan kelelahan.
  • Menurunnya tingkat konsentrasi.
  • Detak jantung menjadi tidak beraturan.
  • Peningkatan keringat dan kulit menjadi lebih lembab.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Bagian jari dan tangan sering gemetar.
  • Kelenjar tiroid membesar atau tumbuh gondok.
  • Lebih sensitif terhadap udara panas.
  • Mengalami gangguan penglihatan.
  • Bola mata tampak menonjol.
  • Muncul biduran atau gatal-gatal pada kulit.
  • Kerontokan pada rambut.
  • Buang air kecil yang terlalu sering.
  • Pembengkakan pada kaki bawah dan terasa gatal.

Diagnosa

Dokter akan mengumpulkan data dan informasi dari pasien, terkait dengan keluhan dan gejala yang dirasakan, termasuk mengajukan beberapa pertanyaan terkait dengan riwayat medis. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mendiagnosis penyakit grave tersebut. Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter meliputi hal-hal sbb:

  1. Pemeriksaan fisik
  2. Pemeriksaan darah
  3. Uji penyerapan yodium radioaktif
  4. Tes skrining
  5. Tes pencitraan

Pengobatan penyakit graves

Pengobatan penyakit graves memiliki tujuan untuk menekan produksi hormon tiroid yang berlebihan dan mengurangi gejala-gejala yang muncul, sehingga dapat dilakukan pengendalian. Langkah pengobatan yang dilakukan antara lain:

  • Memberikan obat-obatan anti-tiroid untuk menekan jumlah produksi hormon tiroid yang berlebihan agar dapat dikendalikan, seperti propylthiouracil (PTU). PTU hanya bersifat mengontrol, bukan untuk menyembuhkan kondisi penyakit graves. PTU juga tidak dapat digunakan dalam jangka panjang.
  • Pemberian beta-blocker untuk mengatasi pada banyaknya gejala yang meluas. Obat yang dipakai biasanya adalah propanolol, metoprolol, atenolol, dan nadolol.
  • Terapi yodium radioaktif untuk menghancurkan kelenjar tiroid. Pada beberapa kondisi seperti wanita hamil dan menyusui serta penderita dengan gangguan mata, terapi ini tidak disarankan karena dapat memberikan efek buruk.
  • Tindakan operasi untuk mengangkat kelenjar tiroid.

Pengobatan penyakit graves yang lain dapat diupayakan sendiri di rumah untuk menjaga kondisi kesehatan fisik dan mental. Ketika penderita mengalami peningkatan kondisi biasanya akan ditandai dengan meningkatnya berat badan, sehingga perlu untuk mengontrol konsumsi makanan.  Selain dengan mengatur pola makan, latihan fisik juga akan membantu meminimalisir pengeroposan tulang. Mengendalikan tingkat stres yang berlebihan dapat juga membantu  meringankan penyakit graves.