Home » Sakit Kepala

Apa Sajakah Penyebab Sakit Kepala Migrain?

  •  Roswati

Migrain adalah serangan hebat pada sakit kepala yang disertai dengan mual dan muntah. Tak jarang pula disertai dengan perasaan sensitif atau lebih peka terhadap cahaya, suara, maupun bau-bauan. Migrain ini biasanya hanya dialami pada sebagian kepala terutama kepala sebelah kanan, sehingga sering juga disebut dengan sakit kepala sebelah.

Apabila kondisi sakit kepala yang dirasakan semakin bertambah hebat dan semakin menyakitkan dalam jangka waktu yang lama tanpa adanya pengobatan, maka tidak menutup kemungkinan sakit yang dirasakan akan menjalar pada kepala sebelah kiri. Rasa sakit yang terjadi pada migrain ini dapat berlangsung hingga berjam-jam bahkan bisa berhari-hari lamanya, sehingga dapat mengganggu aktifitas.

Sebelum seseorang terserang migrain, biasanya akan didahului dengan tanda-tanda peringatan sebelum terjadi serangan migrain yang sesungguhnya, yang disebut dengan aura. Aura ini akan muncul satu jam sebelumnya dan bertahan selama kurang lebihnya 10 menit hingga 30 menit. Aura sendiri dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Aura visual; gangguan pengelihatan seperti kilatan cahaya yang berkedip-kedip, titik buta, garis bergelombang, dan garis yang bergerigi.
  • Aura neurologis; gangguan yang terjadi seperti pada perubahan mood, perasaan yang aneh dan lebih sensitif terhadap sesuatu hal.

Jenis migrain

  1. Migrain biasa yaitu migrain tanpa aura dan yang paling banyak dijumpai. Migrain ini memiliki gejala seperti mual dan muntah, rasa sakit pada bagian kepala sebelah maupun keduanya, lebih peka terhadap cahaya, suara maupun bau. Biasanya sakit kepala yang dirasakan akan berangsur sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa jam meskipun tanpa pengobatan sekalipun.
  2. Migrain klasik atau migrain yang disertai dengan aura, adalah kondisi dimana sebelum terjadi migrain yang sesungguhnya akan didahului dengan aura. Aura ini akan berlangsung kurang lebihnya selama 30 menit. Aura yang muncul berupa perubahan yang terjadi pada pengelihatan, gangguan pada pendengaran, dan gangguan sensorik seperti kesemutan yang dirasakan pada kaki. Migrain klasik ini hanya dialami oleh sebagian orang saja.

Kondisi migrain yang dipengaruhi oleh aura neurologis meskipun jarang sekali terjadi meliputi:

  1. Migrain heplimegia adalah kelumpuhan pada otot yang bersifat sementara yang terjadi pada salah satu sisi bagian tubuh yang disertai dengan gangguan pada pengelihatan, sakit yang teramat menyiksa pada sebelah bagian kepala, gangguan berbicara, dan kebingungan atau hilangnya konsentrasi bahkan menyebabkan kelemahan. Hemiplegic migrain terkadang disalah artikan sebagai serangan stroke, karena kemiripan gejala yang dialami
  2. Migrain retina adalah hilangnya pengelihatan pada salah satu atau kedua mata yang bersifat sementara. Rasa sakit yang dirasakan terjadi dibelakang mata hingga dapat menyebar ke kepala.
  3. Migrain basilar adalah gangguan yang berasal dari arteri pada area batang otak. Rasa sakit yang dirasakan terjadi di belakang kepala, dan gejala yang muncul dapat secara tiba-tiba seperti kesulitan berbicara, telinga berdenging, gangguan keseimbangan, rasa mual dan muntah.
  4. Migrain ophthalmoplegik adalah tekanan yang terjadi pada saraf yang terletak di belakang mata dan bengkak pada pembuluh darah. Jika kondisi ini tidak mendapatkan pengobatan maka berakibat pada kerusakan otot dan saraf di sekitar mata yang dapat menyebabkan kebutaan yang permanen.

Penyebab migrain

Penyebab utama migrain sampai saat ini belum diketahui secara pastinya. Para peneliti menduga migrain ini terjadi karena adanya respon yang tidak normal terhadap sel-sel saraf tertentu terkait dengan hal yang menjadi penyebab migrain. Namun ada beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu terjadinya migrain.

Faktor tersebut adalah:

  • Genetik
  • Stres atau emosi yang tidak terkontrol
  • Alkohol yang berlebihan
  • Perubahan hormonal terutama pada wanita
  • Dehidrasi
  • Terlambat makan atau lapar
  • Kelelahan fisik
  • Perubahan cuaca
  • Berubahnya pola tidur
  • Terlalu banyak mengkonsumsi zat pengawet makanan
  • Perubahan siklus menstruasi

Gejala migrain

Gejala migrain pada umumnya:

  • Sakit kepala dengan intensitas sedang hingga hebat
  • Mengalami mual dan muntah
  • Sangat sensitive tehadap cahaya, suara, maupun bau-bauan
  • Gangguan penglihatan
  • Mengalami aura pada sebagian orang sebelum serangan migrain
  • Mengalami kelelahan fisik

Diagnosa migrain

Apabila mengalami gejala yang dirasakan, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan dan perawatan yang intensif. Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan keluarga. Dengan melakukan CT Scan dan MRI dapat membantu dokter mendiagnosa migrain. Selain itu juga dapat melakukan proses pengidentifikasian pola rasa sakit yang dialami ketika sakit kepala.

Pengobatan migrain

Migrain tidak dapat disembuhkan akan tetapi dengan pengobatan medis diharapkan dapat membantu meringankan gejala yang dialami, seperti mengurangi frekuensi kambuhnya kembali migrain dan keparahan yang terjadi pada migrain.

Obat yang diresepkan oleh dokter, diantaranya:

  • Obat untuk menghilangkan rasa sakit
  • Obat anti mual dan muntah
  • Obat untuk meredakan sakit kepala
  • Obat untuk menangkal terjadinya migrain

Pencegahan migrain

Migrain dapat dicegah dengan melakukan hal-hal seperti berikut ini:

  • Perubahan pola hidup yang lebih sehat dengan beristirahat secara teratur, olah raga secara rutin, mengatur pola makan yang sehat dan menghindari minuman beralkohol dan kafein.
  • Hindari hal-hal yang dapat menjadi pemicu migrain seperti mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung pengawet.
  • Pengendalian tingkat stres dan pengontrolan emosi.
  • Konsumsi obat secara teratur sesuai dengan aturan dan petunjuk dari dokter.

Tingkat kepedulian terhadap diri sendiri dengan menjalani perubahan gaya hidup dapat membantu terhindar dari kambuhnya migrain. Selalu berkonsultasi dengan dokter terkait dengan migrain yang pernah dialami sebelumnya, mengingat kondisi seperti ini dapat menghambat kegiatan.

Bagikan