Home » Sakit Kepala

Sakit Kepala Primer dan Sekunder

  •  Roswati

Sakit Kepala Primer dan Sekunder

Sakit kepala atau nyeri kepala merupakan keluhan yang sering dijumpai di masyarakat pada umumnya dan menjadi salah satu alasan terbanyak mengapa orang mengunjungi dokter. Hampir semua orang pernah mengalami dan mengeluhkan sakit kepala. Meskipun sakit kepala bukan kondisi medis yang mengkhawatirkan, akan tetapi jika sakit kepala terjadi secara terus-menerus dan berkepanjangan, tidak menutup kemungkinan dapat mempengaruhi kondisi kesehatan yang lebih serius.

Sakit kepala sering datang dan pergi tanpa bisa diprediksi, sehingga ketika serangan sakit kepala muncul sangat mengganggu penderita. Rasa sakit yang muncul dapat menyebabkan aktivitas menjadi terhambat. Pada beberapa kasus, kondisi sakit kepala bisa juga merupakan indikasi dari penyakit yang lebih serius, sehingga membutuhkan bantuan medis.

Jenis sakit kepala

Banyak hal dan kondisi yang dapat menyebabkan sakit kepala, penyebab sakit kepala pada setiap orang akan berbeda-beda. Secara umum, kondisi sakit kepala dapat dikelompokkan menjadi dua tipe berdasarkan pada apa yang menjadi penyebab.

Sakit kepala primer

Sakit kepala primer adalah rasa nyeri di kepala yang terjadi karena pengaruh fisik maupun psikis. Sakit kepala jenis ini merupakan kondisi yang biasanya bersifat turun temurun dan bukan merupakan bentuk gejala dari penyakit lain. Sakit kepala primer terdiri dari 3 bagian:

Sakit kepala tegang
Kondisi sakit kepala tegang pada umumnya disebabkan karena mengalami depresi, kelelahan, kurang beristirahat atau tidur, otot-otot yang tegang, dehidrasi, terlambat makan, dan karena terlalu berlebihan minuman beralkohol. Untuk mengatasi saki kepala tegang dapat melakukan tindakan pengontrolan terhadap tingkat emosional atau manajemen stres yang berlebihan, melakukan pijat, dan latihan relaksasi.

Sakit kepala migrain
Sakit kepala migrain merupakan kondisi yang jarang dijumpai dan biasanya lebih berat dari sakit kepala tegang. Sakit kepala migrain lebih beresiko terjadi pada wanita dibandingkan pria. Penyebab utama dari migrain karena adanya perubahan hormonal. Kondisi sakit kepala jenis ini dapat mengganggu dan menghambat aktivitas penderita. Untuk mengatasi migrain dapat mengkonsumsi obat yang terjual bebas di pasaran. Meski begitu, jika kondisi tidak juga membaik, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan obat dengan dosis yang lebih kuat.

Sakit kepala cluster
Sakit kepala jenis ini adalah rasa sakit di bagian kepala yang menyebar hingga ke sekitar mata atau di belakang mata, yang terasa sangat menyakitkan seperti ditusuk-tusuk. Kondisi sakit kepala cluster umumnya dialami kurang lebih selama satu atau dua bulan dalam setahun. Kaum pria lebih beresiko mengalami sakit kepala jenis ini dibandingkan wanita. Sakit kepala cluster tidak dapat disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan biasa, tetapi dapat diatasi dengan memeriksakan diri ke dokter.

Sakit kepala sekunder

Sakit kepala sekunder adalah rasa sakit di bagian kepala karena saraf rasa sakit yang aktif. Hal ini disebabkan karena otak mengalami kelainan patologis seperti tumor otak, stroke, arteri yang tersumbat, hipertensi berat, infeksi otak, dan pembuluh darah otak yang mengalami kelainan seperti aneurisma. Kondisi sakit kepala sekunder memerlukan bantuan medis secepatnya, agar dapat dilakukan tindakan pengobatan dengan tepat. Sakit kepala sekunder dibagi menjadi 3 jenis:

  1. Sakit kepala rebound yang di sebabkan karena terlalu sering mengkonsumsi obat-obatan penghilang rasa nyeri.
  2. Sakit kepala thunderclap, yaitu sakit kepala yang terjadi secara tiba-tiba dan parah akibat mengalami pendarahan di otak.
  3. Sakit kepala spinal yang disebabkan karena cairan serebrospinal menjadi berkurang karena mengalami trauma seperti kecelakaan yang terjadi pada kepala dan akibat dari anastesi.

Secara umum, pengobatan sakit kepala memiliki berbagai macam cara, hanya saja pengobatan yang dilakukan mempunyai karakteristik utama.

  • Pengobatan terapi simptomatik, yaitu pengobatan atau terapi untuk menyembuhkan gejala-gejala serangan sakit kepala.
  • Pengobatan terapi prophylaktik, yaitu pengobatan atau terapi yang dilakukan untuk mencegah sakit kepala yang berulang.

Selain dengan tindakan medis, mencegah sakit kepala juga sangat penting. Cara mencegah sakit kepala antara lain dengan beristirat yang cukup, mengubah pola hidup menjadi lebih baik, hindari segala macam hal yang dapat memicu sakit kepala, dan mengelola stres.

Bagikan