Penyakit Alzheimer Penyebab Gejala Mengobati

Alzheimer merupakan jenis dari dimensia, dimana terjadi gangguan pada kesehatan jaringan di dalam otak, sehingga menyebabkan kehilangan kemampuan intelektual dalam bersosialisasi yang cukup serius. Kondisi neurologis pada penyakit alzheimer ini biasanya ditandai dengan menurunnya daya ingat dan perubahan yang terjadi  pada kepribadian.

Dimensia atau pikun adalah keadaan dimana terjadi penurunan pada sistem fungsi kesadaran atau Cognitive Disjunction, jika hal ini terjadi maka kemampuan didalam berpikir mengalami kerusakan secara progresif. Progresif ini berarti gejala yang terjadi berangsur cepat dan semakin lama semakin parah.

Penyebab alzheimer  

Para ahli ilmuwan mengemukan bahwa alzheimer adalah penyakit yang terjadi dari beberapa kombinasi antara faktor genetik, gaya hidup, dan faktor lingkungan. Penyakit alzheimer biasanya diderita oleh orang yang berusia diatas 60 tahun dan semakin terus meningkat dengan bertambahnya usia. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi pada orang dibawah usia 40 tahun dapat terkena penyakit alzheimer.

Ada dua jenis kerusakan yang terjadi pada sel otak, yaitu:

  1. Penumpukan dan penggumpalan protein beta amyloid di dalam otak yang mempengaruhi komunikasi antara sel-sel otak sebagai akibat dari tidak normalnya proses yang terjadi pada protein beta amyloid tersebut.
  2. Perubahan pada benang-benang protein, karena tidak berfungsinya secara normal protein yang bernama tau, sehingga dapat menyebabkan kerusakkan pada neuron yang berujung pada kematian

Beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu terkena penyakit alzheimer:

  • Penyakit alzheimer biasa terjadi pada orang yang berusia lebih dari 60 tahun keatas. Tetapi pada orang dengan usia dibawah 40 tahun dapat juga beresiko terhadap penyakit alzheimer.
  • Apabila didalam keluarga terdapat satu atau kedua orang tuanya mempunyai riwayat penyakit alzheimer, maka akan memiliki resiko yang besar penurunan penyakit ini.
  • Kebanyakan penyakit alzheimer ini menyerang pada wanita daripada laki-laki, karena wanita memiliki jangka waktu hidup yang lebih lama.
  • Seseorang dengan penyakit seperti jantung, hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes dapat beresiko besar terkena penyakit ini.

Gejala alzheimer

Gejala penyakit alzheimer bersifat progresif degenaratif yang berarti kerusakan pada sel-sel saraf otak secara perlahan-lahan dan semakin memburuk dari waktu ke waktu, sehingga penderita alzheimer ini mengalami penurunan dalam hal mengingat, memahami, berkomunikasi, dan berpikir.

Gejala pada umumnya yang terjadi pada penderita alzheimer ini adalah:

  1. Mengalami gangguan daya ingat, seperti lupa dengan kejadian atau hal-hal yang baru saja dikerjakan.
  2. Selalu menceritakan dan menanyakan hal-hal atau kejadian yang sama hingga berulang-ulang kali.
  3. Kehilangan fokus dan berkonsentrasi terhadap pekerjaan yang menjadi aktifitasnya sehari-hari.
  4. Kesulitan melakukan kegiatan yang biasa dilakukan setiap harinya.
  5. Mengalami disorientasi fungsi sehingga sering mengalami kebingungan terhadap waktu , jalan pulang menuju ke rumahnya dan kebingungan mengetahui dimana dirinya sedang berada.
  6. Kesulitan memahami visuospasial seperti sulit dalam membaca, membedakan warna, menentukan jarak dan ketika menuang minuman ke dalam gelas yang tidak pas sehingga menjadi tumpah.
  7. Mengalami gangguan kesulitan dalam berkomunikasi seperti kehilangan kata-kata ditengah-tengah pembicaraan dan tidak tahu bagaimana harus melanjutkannya, juga kesulitan menentukan kata yang tepat pada saat berbicara.
  8. Sering salah mengambil keputusan seperti salah dalam memakai kaos kaki antara yang kiri dan kanan atau warna yang tidak sama ketika memakai kaos kaki.
  9. Perubahan pada perilaku, seperti tidak terkontrolnya emosi sehingga mudah tersinggung dan cepat marah, mengalami depresi dan sangat menggantungkan diri kepada orang lain.
  10. Kehilangan minat dan imajinasi.

Diagnosa alzheimer

Tidak adanya tes khusus yang dilakukan terkait dengan penyakit alzheimer. Dokter hanya akan bertanya tentang keluhan dan gejala yang dialami serta menanyakan tentang riwayat kesehatan dalam keluarga. Tes medis dilakukan hanya untuk mengetahui apakah ada penyakit lain yang terjadi.

Pada umumnya penderita alzheimer dapat bertahan hidup sekitar delapan hingga sepuluh tahun sejak dari diketemukannya gejala. Segera temui dokter bila mengalami gejala sehingga dapat dilakukan perawatan sedini mungkin guna pencegahan yang lebih serius.

Pengobatan dan pencegahan alzheimer

Tidak ada obat untuk menyembuhkan penyakit alzheimer sebenarnya. Kana tetapi untuk mengatasinya dapat dilakukan terapi psikologis dengan cara melakukan stimulasi atau perangsangan kognitif guna membantu pemulihan kondisi terkait dengan kemampuannya dalam berkomunikasi dan memecahkan masalah. Hal ini akan membuat penderita alzheimer dapat hidup tanpa bergantung pada orang lain.

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan cara:

  • Mengontrol tekanan darah atau hipertensi.
  • Menurunkan kadar kolesterol.
  • Pengendalian gula darah.
  • Perbanyak mengkonsumsi makanan yang mengandung antioksidan.
  • Merangsang pertumbuhan otak dengan meningkatkan fungsinya.
  • Rajin berolah raga secara rutin dan teratur.

Lakukanlah kegiatan yang aktif secara sosial, mental maupun fisik sehingga dapat membantu mengembalikan kemampuan intelektualitasnya. Menjaga kesehatan pada otak dan tubuh serta mempertahankan fungsi-fungsinya dapat mencegah penyakit alzheimer. Rutin dan teratur mengunjungi dokter sekedar untuk berkonsultasi atau memeriksakan diri seiring dengan bertambahnya usia.