Emfisema Penyebab Gejala Mengobati

Penyakit emfisema adalah suatu kondisi dimana telah terjadi kerusakan pada kantung-kantung udara atau alveoli yang terletak di dalam paru-paru. Emfisema ini tergolong salah satu jenis penyakit kronis, atau Chronic Obstructive Pulmonary Disease.

Mengapa disebut kronis, karena emfisema terjadi dalam rentang waktu yang lama bahkan bisa bertahun-bertahun. Kerusakan pada alveoli dapat menyebabkan runtuhnya dinding pemisah, sehingga menyebabkan pada alveoli semakin membesar. Semakin besar ukuran alveoli maka oksigen yang akan berpindah ke dalam darah juga semakin sedikit. Jika hal ini terjadi dapat membuat keadaan yang semakin lama semakin memburuk ketika bernafas.

Emfisema juga bisa merusak bahkan secara perlahan-lahan dapat menghancurkan lapisan pelindung atau serat-serat elastis yang mempunyai fungsi untuk mempertahankan agar saluran udara di alveoli tetap terbuka. Jika lapisan pelindung ini mengalami keruntuhan maka akan menyumbat saluran udara sehingga udara yang berada didalam paru-paru terjebak dan tidak bisa keluar.

Penyebab emfisema

  1. Kebiasaan merokok menjadi salah satu penyebab emfisema, asap pada rokok ini akan masuk ke dalam paru-paru sehingga akan menyebabkan paru-paru mengalami kerusakan yang permanen.
  2. Karena terkontaminasi zat-zat yang mengandung toksin dalam jangka waktu yang panjang, contohnya adalah debu yang secara tidak sengaja terhirup pada saat melakukan pekerjaan.
  3. Tercemarnya udara akibat polusi termasuk paparan dari asap rokok, asap pada kendaraan bermotor, juga sebagai perokok pasif.
  4. Kelainan genetik yang langka yang lazim disebut defisiensi Alpha-1 Antitrypsin. Orang yang mempunyai kelainan genetik ini mengalami kehilangan fungsi enzim untuk melindungi paru-parunya. Pada kelainan genetik alpha-1 dapat terkena emfisema meskipun tidak pernah merokok.

Gejala emfisema

  • Mengalami sesak nafas dan batuk ringan yang diakibatkan dari menyempitnya saluran pernafasan.
  • Muncul tanda-tanda bronkitis kronis.
  • Menurunnya kadar oksigen dalam darah dan meningkatnya kadar karbondioksida.
  • Warna pada bibir dan kuku membiru.
  • Penurunan berat badan akibat kehilangan nafsu makan.
  • Sering mengalami kelelahan.

Apabila menemukan gejala seperti diatas, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan, meskipun tidak semua gejala tersebut mengacu pada penyakit emfisema. Tetapi dengan melakukan pemeriksaan diri ke dokter, seseorang akan dapat melakukan tindakan antisipasi lebih awal untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Diagnosa emfisema

Karena gejala emfisema ini bermacam-macam dan bervariasi, maka dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan yang lebih intensif. Apabila gejala emfisema ini tidak segera diobati maka lama kelamaan akan bertambah parah, mengingat gejala emfisema bersifat menetap dan tidak dapat hilang.

Pemeriksaan yang dilakukan pada emfisema:

  • Melakukan pemeriksaan secara fisik terkait dengan kondisi pernafasan di dalam paru-paru.
  • Uji spirometri, yang bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak udara yang dapat dikeluarkan oleh paru-paru.
  • Melakukan rontgen dada.
  • Melakuka tes fungsi pada paru-paru.
  • Tes darah yang berfungsi untuk mengetahui kadar oksigen dan karbondioksida dalam darah.

Pengobatan emfisema

Seperti diketahui bahwa emfisema adalah kerusakan pada alveoli yang menyebabkan kondisi dimana terjadi kesulitan pada saat bernafas karena penyempitan didalam saluran pernafasan. Jika mengalami keadaan seperti ini maka pemberian bronkodilator akan sangat dibutuhkan. Dimana bronkodilator disini berfungsi semacam inhaler untuk membuka jalan pernafasan. Apabila kondisi yang dialami memburuk, dokter akan memberikan resep lanjutan berupa penambahan oksigen.

Pencegahan emfisema

  • Berhenti merokok.
  • Hindari tempat-tempat yang berpolusi udara.
  • Mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan pelatihan program khusus untuk merehabilitasi.
  • Mengkonsumsi makanan yang bernutrisi.
  • Hindari hal-hal yang dapat menyebabkan iritasi pada pernafasan seperti asap rokok, asap kendaraan bermotor, dan debu.
  • Melakukan olah raga yang dapat membantu meningkatkan kapasitas diafragma paru-paru.
  • Hindari suhu yang terlalu dingin.

Demikian artikel tentang penyakit emfisema. Semoga anda dapat menjaga kesehatan diri anda dengan sebaik-baiknya. Ingat selalu, mencegah lebih baik daripada mengobati!