Penyebab Gejala Penyakit Asma & Cara Mengobatinya

Apa itu penyakit asma? Penyakit asma adalah sebuah penyakit kronis atau penyakit kambuhan yang bisa terjadi pada orang dewasa, remaja bahkan anak-anak. Penyakit ini menyerang sistem saluran pernafasan yang biasanya muncul dengan gejala yang bervariasi dan berulang-ulang.

Sakit asma ini disebabkan karena bagian dalam organ pernafasan yang bernama bronkus mengalami peradangan. Ini merupakan kondisi yang diakibatkan karena inflamasi kronis pada saluran nafas yang kemudian dapat meningkatkan kontraksi otot polos yang berada di sekeliling saluran pernafasan. Banyak orang berpikir kalau penyakit asma ini disebabkan karena faktor genetik, atau bisa juga karena kondisi lingkungan sekitar yang buruk dan kotor.

Penyakit asma ini merupakan penyakit yang memiliki jangka waktu yang lama. Apabila peradangan pada bronkus merupakan peradangan jenis ringan maka yang akan terjadi adalah penyakit asma, namun jika bronkus mengalami peradangan yang parah atau terkena infeksi oleh virus akan dapat menyebabkan penyakit bronkitis.

Yang perlu kita ketahui pada saat kita bernafas adalah udara akan masuk melalui mulut dan hidung dan menyatu di tenggorokan atau trakea yang selanjutnya masuk ke dalam paru-paru. Saluran trakea memiliki dua cabang, yang satu menuju paru-paru sebelah kiri sementara yang satunya akan menuju ke sebelah kanan, dan pada masing-masing akan kembali memiliki cabang dan bercabang lagi yang tentunya makin lama mengecil sampai 23 kali dan akan berujung pada alveoli. Alveoli sendiri adalah sebuah tempat dimana terjadi proses pertukaran gas antara oksigen yang akan masuk ke dalam pembuluh darah dan karbondioksida  yang nantinya akan dikeluarkan.

Penyebab penyakit asma

Menurut ilmu kedokteran, penyebab asma masih belum diketahui secara pasti. Penderita penyakit asma biasanya akan sangat peka terhadap suatu rangsangan yang masuk ke dalam saluran pernafasan.

Penderita penyakit asma biasanya akan mengeluhkan sesak nafas dikarenakan udara yang masuk melalui mulut atau hidung tidak dapat mengalir dengan lancar atau seperti tersumbat pada tenggorokan, hal ini dikarenakan telah terjadi penyempitan pada saluran nafas. Penyempitan pada saluran nafas ini terjadi karena saluran tertutup oleh dahak, yang diproduksi dengan berlebihan. Hal ini akan menimbulkan batuk sebagai respon untuk mengeluarkan dahak yang diproduksi secara berlebihan.

Penyebab serangan asma, antara lain:

  1. Faktor yang terdapat pada pasien itu sendiri
    Dalam hal ini terdapat faktor seperti  genetik, ini dikarenakan terwarisi oleh sejarah keluarga atau riwayat dalam keluarga. Biasanya jika dalam satu riwayat keluarga ada yang menderita asma maka akan besar kemungkinan menurunkan atau mewariskan gen tersebut. Bisa jadi juga karena pasien mempunyai tingkat alergi yang tinggi sehingga menyebabkan saluran pernafasan mudah sekali terangsang, seperti serbuk sari, bulu-bulu binatang, juga karena udara yang dingin.
  2. Faktor lingkungan
    Pada saat ini lingkungan di sekitar kita mempunyai kualitas udara yang sangat buruk, banyaknya debu-debu, asap-asap kendaraan, asap-asap dari cerobong pabrik atau karena terjadinya penipisan lapisan kadar ozon yang tinggi, bisa menjadi memicu terjadinya serangan asma. Banyaknya debu dan asap yang keluar atau terjadi secara terus menerus akan terhirup oleh kita, sehingga bisa menyebabkan terganggunya saluran pernafasan yang dapat menyebabkan iritasi atau pun menyebabkan peradangan pada bronkus, sehingga bronkus tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, untuk memberikan udara yang bersih pada paru-paru.
  3. Faktor stress
    Orang yang mengalami stress atau kecemasan dapat menyebabkan sistem imun atau sistem kekebalan pada tubuh manusia menjadi menurun. Hal ini dapat menjadi penyebab timbulnya serangan asma karena bakteri dapat dengan mudah masuk kedalam bronkus dan menimbulkan peradangan pada bronkus.

Gejala-gejala yang timbul pada penderita asma

Jika anda mengalami kondisi dimana anda merasa sulit bernafas atau sesak nafas kemudian batuk-batuk, sakit pada bagian dada serta nafas yang berbunyi, berarti anda mengalami serangan penyakit asma. Tetapi bunyi atau suara yang timbul pada saat terjadinya serangan tidak muncul pada sebagian orang, bunyi ini hampir menyerupai siulan yang kecil.

Gejala asma ini biasanya akan memburuk pada waktu malam hari atau pagi hari, dan bisa juga gejala ini menjadi respon terhadap kegiatan seperti olahraga atau saat terjadi perubahan cuaca. Salah satu ciri-ciri penderita asma adalah pada saat tidak terjadi serangan maka tidak ada keluhan, dalam artian jika pada saat terjadi serangan, penderita asma bisa kelihatan sangat menderita dan kesakitan, tetapi pada saat tidak terjadi serangan maka penderita asma ini akan kelihatan baik-baik saja.

Bagaimanakah cara mengobati asma?

Untuk melakukan pengobatan terhadap penyakit asma ini kita dapat mengunjungi dokter untuk berkonsultasi tentang bagaimana pengobatan sebaiknya dilakukan. Biasanya obat yang digunakan untuk menangani masalah penyakit asma ini dapat dibagi menjadi dua kelas umum, yaitu:

  • Obat pelega nafas dengan cara kerja cepat yang digunakan untuk menangani gejala akut. Ini dapat berupa seperti inhaler dan nebulizer yang berfungsi untuk melegakan saluran pernafasan dan menghentikan serangan asma.
  • Obat yang digunakan untuk pengendalian dalam jangka panjang akan berfungsi untuk mencegah kondisi makin memburuk lebih lanjut, seperti streroid yang berfungsi untuk menjaga agar saluran pernafasan menjadi terbuka dan mengurangi pembengkakan yang terjadi di dalam rongga pernafasan.

Pengobatan penyakit asma memang telah banyak dilakukan oleh beberapa orang walaupun sifatnya hanyalah untuk sementara saja. Kunci dan inti yang terpenting dalam mencegah dan mengobati penyakit asma ini adalah dengan mengubah dan menerapkan hidup yang sehat, serta melakukan olah raga yang teratur. Jika kita mempunyai kondisi tubuh yang sehat maka secara otomatis sistem kekebalan tubuh kita akan kuat juga sehingga penyakit juga enggan akan masuk dan menyerang tubuh kita.

Bagaimanakah mencegah penyakit asma?

Pada hakekatnya untuk mencegah timbulnya penyakit asma ini tidaklah susah, kita hanya perlu menghindari faktor-faktor yang menjadi pemicu penyebabnya penyakit asma. Dengan menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, baik didalam rumah maupun disekitarnya.

Biasakan selalu membersihkan tempat tidur ataupun tempat kerja agar kotoran tidak semakin menumpuk, bersihkan debu yang menempel pada jendela, meja, kursi serta perabotan yang lainnya agar debu yang menempel hilang atau bersih.

Cuci dan sedot debu yang terdapat pada boneka jika kita mengoleksi atau mempunyai boneka dengan rutin agar debu yan terdapat di boneka itu tidak terhisap oleh kita. Gunakan obat-obatan khusus yang telah diberikan oleh dokter untuk mengatasi penyakit asma.

Sebisa mungkin hindari jalanan ataupun lingkungan yang kotor, seandainya terpaksa harus melewatinya sebaiknya gunakan selalu masker atau kain yang bersih untuk melindungi hidung dan mulut. Sesekali kunjungi tempat-tempat wisata di dataran yang tinggi atau pegunungan, di mana memiliki udara bersih sehingga bisa menyehatkan saluran pernafasan kita menjadi lebih baik.

Kita juga dapat mengontrol dan memonitor penyakit asma dirumah, caranya dengan menggunakan alat yang disebut dengan “Peak Flow Meter“. Alat ini berfungsi untuk memperlihatkan ukuran kecepatan maksimal udara yang dapat dihembuskan oleh paru-paru, sehingga kita dapat memonitoring puncak hembusan nafas pada setiap harinya. Dengan alat ini kita juga dapat memprediksi dan mengambil tindakan untuk pencegahan agar tidak mengalami serangan asma.