Perikarditis Penyebab Gejala Pengobatan

Perikarditis adalah kondisi dimana membran perikardium ini mengalami iritasi sehingga menyebabkan perikardium membengkak dan terjadi peradangan. Pada jantung manusia terdapat dua lapisan membran yang sangat tipis yang berfungsi untuk menyelimuti jantung yang bernama perikardium.

Di antara kedua lapisan membran tersebut terdapat semacam lapisan tipis yang berisi cairan perikardium, yang berguna untuk mencegah terjadinya gesekan di antara kedua lapisan membran perikardium tersebut, terutama apabila jantung sedang bekerja dan bergerak memompa darah.


2 jenis membran perikardium berdasarkan pada letaknya:

  1. Perikardium viseral yaitu lapisan tipis yang letaknya paling dalam dan menempel langsung pada jantung.
  2. Perikardium parietal, yaitu lapisan tipis yang terletak dibagian luar

Perikarditis ini dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan pada seberapa lama gejala yang dialami:

  • Perikarditis akut
    Ini adalah sejenis perikarditis yang terjadi secara tiba-tiba dan dalam jangka waktu yang tidak berlangsung lama. Biasanya perikarditis akut ini seringkali menimbulkan rasa nyeri di bagian dada.
  • Perikarditis rekuren
    Ini adalah komplikasi serius dari perikarditis akut, yang ditandai dengan kambuhnya kembali rasa nyeri setelah sembuh dari serangan perikarditis
  • Perikarditis kronis
    Ini adalah jenis peradangan yang terjadi dengan perlahan-lahan dan membutuhkan jangka waktu yang lama, sehingga menyebabkan perikardium menjadi menebal karena cairan yang menumpuk.

Penyebab perikarditis

Penyebab perikarditis pada umumnya meliputi hal-hal berikut ini:

  • Karena terinfeksi oleh virus atau perikarditis idiopatik, biasanya virus yang menginfeksi adalah sejenis virus yang dapat juga terjadi sebagai akibat dari penjalaran virus tersebut ke organ tubuh yang lain. Jenis virus ini adalah virus yang menyababkan influenza, gondongan, virus varicella, dan virus yang menyebabkan hepatitis B.
  • Infeksi bakteri karena bakteri yang menginfeksi masuk ke perikardium dan dapat juga dengan merambat secara langsung dari paru-paru menuju kelenjar getah bening di dalam rongga dada yang selanjutnya akan sampai pada perikardium. Jenis bakteri ini ditemukan pada bakteri tuberculosis, yang sering dijumpai pada penderita HIV/AIDS dimana pada penderita tersebut mengalami penurunan sistem imun tubuh.
  • Perikarditis purulen yang terjadi karena pada rongga perikardium ini telah terisi oleh cairan nanah, yang disebabkan karena adanya bakteri Pneumococcus dan Staphylococcus.
  • Terapi radiasi yang biasanya diketemukan pada penderita yang telah diberikan penyinaran, seperti penyinaran pada penderita kanker payudara atau limfoma.
  • Karena penyakit autoimun atau gangguan inflamasi sistematik jenis tertentu seperti penyakit lupus, rheumatoid arthritis, dan scleroderma.
  • Kesehatan tubuh yang mengalami masalah seperti gagal ginjal, tumor dan penyakit genetik yang lainnya.
  • Karena obat-obatan jenis tertentu yang dapat mempengaruhi sistem imun, sehingga sistem imun menjadi terganggu dan tertekan.
  • Pernah mengalami cedera pada jantung sebelumnya sebagai akibat dari kecelakaan.

Gejala perikarditis

Gejala yang terjadi pada perikarditis ada beragam dan tergantung dari jenis perikarditis yang diderita. Gejala-gejala dibawah ini mungkin dialami beberapa atau kesemuanya, antara lain:

  1. Rasa sakit seperti tertusuk di dalam dada dan di bagian belakang tulang dada.
  2. Sakit yang dapat berpindah sampai ke bahu kiri dan leher seperti rasa nyeri.
  3. Nafas yang terasa sesak bahkan ketika saat berbaring atau pengambilan nafas yang dalam.
  4. Demam
  5. Kedinginan sampai menggigil padahal berkeringat.
  6. Batuk kering
  7. Kecemasan yang berlebihan dan kelelahan fisik.
  8. Detak jantung berirama tidak beraturan.

Diagnosa perikarditis

Sebagai langkah awal dalam pendiagnosaan perikarditis ini, dokter akan menanyakan dan mempelajari riwayat medis dari pasien dan mengajukan beberapa pertanyaan terkait dengan gejala yang dialami. Untuk selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan detak jantung dengan menggunakan stetoskop yang bertujuan mendengarkan suara gesekan yang terjadi antara lapisan perikarditis atau perikardium. Dokter kemungkinan juga akan meminta pasien untuk menjalani beberapa tes untuk lebih mengakuratkan data pada saat pendiagnosisan perikarditis.

Beberapa jenis tes yang dilakukan adalah:

  • Dengan menggunakan Elektrokardiogram (EKG), tujuannya adalah untuk mendeteksi adanya cairan diantara perikardium dan mengetahui jaringan fibrosa yang dibentuk di dalam jantung.
  • Dengan menggunakan X-ray untuk rontgen dada, bertujuan untuk melihat endapan perikardium.
  • Menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI), yang berfungsi untuk mengetahui ketebalan pada lapisan perikarditis, dengan menggunakan gelombang magnet dan gelombang radio.
  • Melalui Computerized Tomography atau dikenal dengan CT scan, bertujuan untuk menghilangkan gumpalan darah yang ada di arteri paru-paru.
  • Melakukan biopsi pada jaringan perikardium dan melakukan tes pengambilan sampel darah dan cairan perikardium.

Cara mengobati dan mencegah

Pada beberapa tipe perikarditis tidak perlu melakukan perawatan medis dan bisa sembuh dengan sendirinya, tergantung seberapa parah gejala yang dirasakan. Biasanya dalam jangka waktu 1-3 minggu akan berangsur hilang.

Pencegahan dan pengobatan yang dilakukan untuk perikarditis secara umum yaitu:

  • Beristirahat total dari aktivitas.
  • Mengurangi garam untuk dikonsumsi pada makanan.
  • Melakukan pembedahan drainase untuk mengurangi cairan perikardium.
  • Operasi pengangkatan perikardium.
  • Pemberian obat seperti obat pereda rasa nyeri; Colchicine (kolkisina) yaitu sejenis obat untuk mengurangi peradangan dan kortikosteroid.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *