Home » Saraf

Parkinson Penyebab Gejala Pengobatan

  •  Roswati

Parkinson Penyebab Gejala Pengobatan

Parkinson adalah salah satu jenis penyakit yang menyerang saraf pada manusia terutama pada bagian otak yang merupakan pusat dari sistem saraf manusia. Parkinson terjadi karena sel-sel saraf yang ada didalam otak mengalami kerusakan sehingga tidak bisa memproduksi dopamine. Dopamine adalah zat yang dihasilkan oleh sel-sel saraf yang bertugas untuk menyampaikan pesan dari satu saraf ke saraf yang lainnya atau sebagai neurotransmiter.

Dopamine mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengatur setiap gerakan tubuh. Dopamine akan mengirimkan pesan secara langsung pada saraf-saraf yang terdapat ditulang belakang dan saraf-saraf ini mempunyai tugas untuk mengendalikan otot-otot pada tubuh, kemudian pesan tersebut akan diteruskan ke saraf dan otot tubuh. Dopamine diproduksi oleh sel otak pada bagian substantia nigra. Jika produksi dopamine ini menurun maka dapat menyebabkan aktifitas pada otak akan mengalami gangguan dan mengakibatkan tidak terkontrolnya gerakan pada tubuh.

Penyebab parkinson

Penyebab parkinson biasanya adalah menurunnya produksi dopamine oleh otak sehingga tubuh kehilangan kemampuannya dalam mengontrol gerakan tubuhnya. Penyebab menurunnya produksi dopamine ini dipengaruhi oleh:

Faktor genetik
Riwayat keluarga dimana kedua orang tuanya ataupun salah satunya mempunyai riwayat penyakit ini, maka dapat menurunkan kepada keturunannya, hal ini disebabkan karena terjadi mutasi gen yang tidak sehat, meskipun hal ini jarang kejadian.

Faktor lingkungan
Meskipun memiliki resiko yang sangat kecil, akibat dari terinfeksi racun seperti pestisida, herbisida, asap kendaraan bermotor, maupun asap pabrik dapat menjadi pemicu penyakit parkinson.

Faktor usia
Parkinson akan lebih rentan terjadi pada usia sekitar 50 tahunan ke atas.

muhammad ali

Efek obat jenis tertentu
Konsumsi obat tertentu dapat memicu terjadinya penyakit parkinson yang dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang.

Cedera otak
Mengalami kecelakaan yang menyebabkan kepala terbentur sehingga mengalami trauma.

Gejala parkinson

Karena parkinson merupakan penyakit degeneratif progresif, maka gejala parkinson yang muncul pada awalnya ringan dan kemudian secara lambat akan mengalami perkembangan. Ringannya gejala parkinson pada awalnya terkadang sering diabaikan, sehingga begitu tersadar sudah dalam keadaan yang buruk.

Gejala pada umumnya meliputi:

  1. Gemetar pada saat tubuh beristirahat dan gerakannya tidak dapat terkontrol, biasanya dialami pertama kali pada bagian tangan dan jari-jari.
  2. Gerakan tubuh yang melambat karena kurangnya koordinasi yang terjadi pada tubuh ketika bergerak sehingga aktifitas yang sangat sederhana sekalipun sulit untuk dilakukan.
  3. Hilangnya keseimbangan yang dapat menyebabkan resiko tubuh untuk terjatuh.
  4. Terbatasnya gerakan pada tubuh dan ekspresi pada wajah dikarenakan pada otak besar maupun otak kecil mengalami kekakuan atau ketegangan, dan juga karena kram pada otak, sehingga menimbulkan rasa sakit.
  5. Hilangnya gerakan otomatis atau refleks secara perlahan-lahan mengalami penurunan, seperti berkedip dan ayunan lengan pada saat berjalan.
  6. Penurunan sistem saraf otonom yang mengontrol aktifitas pada otot halus yang bekerja pada perut, sehingga proses pencernaan pada makanan melambat.
  7. Hilangnya indera penciuman akibat menurunnya dopamine yang membuat rangsangan bau tidak dapat diteruskan ke otak.
  8. Penderita parkinson akan mengalami insomnia, parainsomnia, gerakan diluar sadar yang cenderung ekstrem seperti menendang yang terjadi secara berkala pada saat tidur, dan sleep apnea.
  9. Kesulitan dalam menelan makanan dan mengeluarkan air liur.
  10. Ketika sistem saraf otonom tidak mampu lagi mengatur tubuh, maka menyebabkan berubahnya warna pada kulit dan kelenjar keringat yang berlebihan.
  11. Perubahan kepribadian.

Diagnosa parkinson

Gejala parkinson yang dialami tidak sama pada setiap penderitanya, sehingga diagnosis penyakit parkinson ini didasarkan pada riwayat kesehatan keluarga dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan dapat saja dengan melakukan tes pencitraan seperti positron emission tomography (PET) dan single photon emission ct (SPECT).

Pengobatan parkinson

Karena belum adanya obat untuk menyembuhkan penyakit parkinson ini, maka pengobatan yang dilakukan lebih diutamakan pada penekanan gejala yang timbul, sehingga pasien tetap dapat melakukan aktifitasnya sehari-hari. Pemberian obat dapat berdasarkan pada gejala yang dialami seperti pada gerakan tubuh yang mengalami gangguan, sehingga gerakan dapat dikontrol. Obat yang diresepkanpun belum tentu cocok untuk semua penderita dan reaksinya juga berbeda-beda. Jenis obat yang biasanya digunakan:

Levodopa
Obat ini berfungsi untuk meningkatkan kadar dopamine, sehingga dapat mengatasi gerakan tubuh. Obat ini akan diserap oleh sel-sel saraf yang terdapat didalam otak.

Dopamine agonist
Pemberian obat ini bertujuan sebagai pengganti dopamine pada otak yang berefek sama seperti pada levodopa. Jenis obat ini anatara lain apomorphine, pramipexole, ropinirole, dan rotigotine.

Monoamine Oxidase-B Inhibitors (MAO-B)
Fungsinya adalah sebagai penghambat senyawa kimia pada otak yang telah menghancurkan dopamine. Jenis obat ini adalah selegiline dan rasagiline.

Catechol O-Methyltransferase Inhibitor
Sebagai penghambat enzim yang membuat levodopa hancur, biasanya diberikan pada tahap lanjutan.

Obat antikolinergik
Obat ini berfungsi untuk meningkatkan kinerja otot sehingga dapat terorganisir dengan baik.

Apabila setelah pemberian obat-obatan tersebut ternyata tidak mendapatkan respon atau dampak yang lebih baik, maka dokter akan melakukan tindakan operasi untuk memasukkan electrode atau implant kawat ke dalam otak atau disebut dengan Deep Brain Stimulation, yang bertujuan untuk merangsang daerah pada otak dengan bantuan tenaga listrik.


Selain melakukan pengobatan dengan mengkonsumsi obat yang telah diresepkan, pada penderita parkinson sebaiknya dilakukan terapi untuk membantu mengurangi gejala yang dialami. Terapi yang dapat diberikan pada penderita parkinson ini meliputi:

Fisioterapi
Ini adalah melemaskan kekakuan yang terjadi pada otot dan mengurangi rasa sakit yang terjadi pada persendian ketika tubuh bergerak. Pada terapi ini penderita parkinson dapat dengan mudah menggerakkan anggota tubuhnya tanpa bantuan orang lain. Fisioterapi dapat juga membantu meningkatkan kemampuan dan stamina penderita.

Mengubah pola makan
Sembelit atau susah buang air besar merupakan salah satu dari gejala penyakit parkinson. Hal ini dapat dicegah dengan memperbanyak konsumsi air putih dan makanan yang memiliki serat tinggi. Kurangi asupan garam jika mengalami hipertensi, begitu juga sebaliknya.

Terapi linguistik
Terapi ini bertujuan untuk membantu penderita penyakit parkinson meningkatkan kemampuan bicaranya. Biasanya penderita penyakit parkinson ini mengalami permasalahan pada saraf linguistiknya, sehingga mengalami kesulitan untuk berbicara.

Perubahan pola hidup seseorang menjadi lebih baik adalah salah satu cara untuk terhindar dari penyakit parkinson ini. Olah raga teratur yang dapat dilakukan bukanlah jenis olah raga fisik, melainkan olah raga yang ringan seperti berjalan kaki, dan gerakan-gerakan tubuh yang berguna untuk melenturkan otot agar tetap kuat. Senantiasa berkonsultasi dengan dokter terkait dengan penyakit parkinson ini, untuk melihat perkembangannya dan mendapatkan solusi yang tepat.

Bagikan