Kanker Hidung Penyebab Gejala Pengobatan

Kanker hidung atau nasofaring adalah salah satu jenis pertumbuhan tumor ganas di daerah nasofaring. Nasofaring sendiri merupakan bagian dari salah satu sistem pernafasan, yang terletak di bagian belakang hidung dan tepat berada di atas tenggorokan bagian paling belakang.

Penyebab kanker hidung

Penyebab kanker hidung hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Beberapa penelitian menyebutkan adanya pertumbuhan yang abnormal pada sel-sel di nasofaring yang tidak bisa dikendalikan, sehingga sel tersebut akan membentuk suatu jaringan yang bernama tumor. Tumor ini memiliki dua sifat yaitu jinak dan ganas, jika tumor di hidung ini bersifat ganas, maka tumor inilah yang disebut dengan kanker. Tetapi ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab kanker hidung.

Faktor yang memicu terjadinya kanker hidung, antara lain:

  • Infeksi dari epstein-barr virus (EBV) yaitu sejenis virus yang akan aktif jika seseorang sering mengkonsumsi makanan yang diawetkan terutama dengan pengasinan dan pengasapan. Virus ini secara permanen telah berada di orofaring dan nasofaring.
  • Umumnya menyerang pada pria dibawah usia 55 tahun.
  • Rumah yang memiliki ventilator buruk atau kurang.
  • Riwayat kesehatan pada keluarga terhadap kanker hidung.
  • Merokok dan minuman beralkohol secara berlebihan.
  • Sering menghirup asap atau bahan kimia formaldehida.

Gejala kanker hidung

Gejala kanker hidung yang muncul pada awal perkembangannya secara umum hampir sama seperti gejala sakit tenggorokan atau pilek. Banyak orang sering menganggap gejala kanker hidung yang muncul merupakan pilek. Gejala kanker hidung  akan terus berkembang seiring dengan pertumbuhan kanker.

Gejala kanker hidung pada umumnya:

  • Pilek yang tidak kunjung sembuh dalam waktu satu bulan lebih. Biasanya pilek yang terjadi ini diikuti dengan keluarnya ingus yang mengental.
  • Hidung tersumbat.
  • Sering mengalami mimisan.
  • Kepala terasa sakit.
  • Gangguan pada pendengaran seperti telinga berdengung.
  • Telinga terasa nyeri bahkan sesekali kehilangan pendengaran.

Pada kanker hidung stadium lanjut gejala yang muncul akan semakin berkembang, karena kemungkinan kanker telah menyebar ke daerah tersebut.

Gejala kanker lanjutan yang wajib diwaspadai:

  • Pembesaran pada kelenjar getah bening.
  • Muncul benjolan di leher.
  • Gangguan pada penglihatan.
  • Semakin hari penyumbatan pada hidung semakin memburuk.
  • Kesulitan dalam menelan dan berbicara.
  • Pada wajah akan terasa kaku atau mati rasa.
  • Sakit kepala yang parah.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Jika kanker hidung telah menyebar hingga ke organ tubuh atau jaringan tubuh yang lainnya seperti tulang, paru-paru, dan hati, maka gejala yang muncul adalah:

  • Nyeri pada bagian tulang.
  • Mengalami sesak nafas.
  • Gangguan yang terjadi pada sistem pencernaan makanan.

Diagnosa kanker hidung

Tidak seperti pada kanker yang tampak oleh mata, kanker hidung letaknya tersembunyi dalam rongga hidung, sehingga untuk mendeteksinya sangat sulit. Biasanya akan terdeteksi jika kanker telah memasuki stadium lanjut. Untuk itu segera kunjungi dokter begitu muncul gejala yang dirasakan guna mendapatkan penanganan sejak dini.

Dokter akan melakukan pemeriksaan dengan menanyakan seputar riwayat kesehatan pasien termasuk keluhan yang dirasakan dan riwayat kesehatan pada keluarga. Kemudian dokter akan memeriksa pada leher apakah terdapat benjolan atau pembengkakan dengan bantuan alat cermin khusus. Dokter akan meletakkan cermin tersebut di bagian belakang tenggorokan guna memeriksa keadaan nasofaring.

Langkah pemeriksaan yang selanjutnya adalah biopsi dengan bantuan alat nasoskop yaitu tabung fleksibel dengan diameter 5–6 mm, yang akan di masukkan ke dalam salah satu lubang hidung hingga ke bagian belakang hidung. Tujuannya adalah untuk mencari letak benjolan, kemudian pengambilan sampel jaringan akan dilakukan.

Jika diindikasikan terdapat kanker, maka pemeriksaan lanjutan akan dilakukan oleh dokter yang meliputi CT Scan, rinoskopi anterior/ posterior, nasofaringoskopi, dan pengambilan sampel darah. Tujuan pemeriksaan lanjutan tersebut untuk mengetahui jenis, ukuran, dan bentuk kanker, serta mengetahui seberapa parah tingkat penyebaran dari kanker tersebut.

Pengobatan kanker hidung

Pengobatan kanker hidung tidak menggunakan tindakan operasi atau pembedahan, karena kanker hidung memiliki letak yang sangat sulit. Posisinya berdekatan dengan penyebaran getah bening. Operasi yang memungkinkan hanyalah dengan melakukan biopsi.

Pengobatan kanker hidung yang dapat dilakukan pada kanker hidung adalah:

  1. Kemoterapi dengan memberikan obat-obatan anti kanker secara tunggal atau dikombinasikan dengan obat yang lain, secara oral maupun injeksi. Melalui aliran darah, obat ini akan beredar ke seluruh tubuh dan dengan cepat dapat membunuh sel kanker sehingga perkembangannya dapat dihentikan, akan tetapi kekurangan kemoterapi adalah juga dapat membunuh pada sel-sel yang sehat.
  2. Terapi radiasi meliputi brakiterapi, IMRT, dan radioterapi. Tujuannya adalah membunuh sel kanker dan mencegah pertumbuhannya kembali, tanpa menimbulkan resiko ikut terbunuhnya sel yang masih sehat.
  3. Imunoterapi dengan obat-obatan biologis untuk meningkatkan daya tahan tubuh seseorang, sehingga sistem imun dapat melawan terhadap sel kanker.

Mencegah kanker hidung adalah dengan menjauhi segala hal yang menjadi pemicu terjadinya kanker hidung. Hindari terlalu sering mengkonsumsi makanan yang diasinkan ataupun memakai bahan pengawet. Seringlah mengkonsumsi makanan yang bergizi dan bernutrisi seimbang, disertai makan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C dan sayuran. Hindari tembakau dan minuman beralkohol yang berlebihan. Yang terpenting adalah senantiasa mengontrol kesehatan tubuh agar terhindar dari resiko yang lebih berbahaya.