Home » Sakit Kepala

Sinusitis Penyebab Sakit Kepala

  •  Roswati

Sinusitis dapat menyebabkan sakit kepala. Pada umumnya kondisi yang dialami adalah kepala terasa sakit dan dirasakan pada dahi dan wajah, disertai dengan hidung tersumbat dan kepala terasa berdenyut. Kondisi sakit kepala akibat sinusitis ini seringkali disalahartikan oleh sebagian orang dengan kondisi migrain. Hal ini terjadi karena gejala yang muncul antara sakit kepala akibat sinusitis dengan sakit kepala akibat migrain hampir sama.

Sinusitis membuat kepala sakit

Sakit kepala karena penyakit sinusitis terjadi karena sinus mengalami peradangan akibat infeksi oleh virus maupun bakteri. Sinus adalah rongga yang terletak di balik tulang wajah. Pada kondisi normal, sinus berisi udara dan menghasilkan lendir yang jumlahnya sedikit, ketika sinus meradang maka pada lapisan mukosa sinus menjadi lebih tebal dan membengkak. Pada akhirnya akan memproduksi lebih banyak lendir dan menjadi media bakteri untuk berkembang biak.

Dampak dari produksi lendir yang berlebihan dan pengeluaran lendir yang sedikit menyebabkan aliran udara menjadi terhambat, sehingga menimbulkan tekanan dan rasa sakit di bagian kepala dan wajah. Infeksi pada bagian sinus dapat menyebar hingga ke bagian paru-paru, mata, tulang yang berada di sekitar rongga, hingga ke bagian otak. Kesemuanya itu dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun.

Seperti telah dijelaskan di atas, kondisi sakit kepala karena migrain dan sinusitis memiliki gejala yang hampir sama, tetapi pada prinsipnya tetaplah berbeda. Gejala yang muncul antara lain:

  • Rasa nyeri di bagian dahi yang dapat semakin memburuk ketika melakukan gerakan.
  • Mata terasa gatal dan berair.
  • Dahi dan wajah terasa seperti ditekan.
  • Kepala berdenyut.
  • Hidung tersumbat.

Sinusitis umumnya disertai dengan demam, lendir yang kental, mengalami gangguan pada indra penciuman, terasa nyeri pada gigi sebelah atas, dan nafas yang bau. Gejala-gejala tersebut tidak terdapat pada kasus migrain. Sementara sakit kepala akibat migrain biasanya disertai dengan mual dan muntah, lebih sensitif terhadap cahaya, suara maupun bau, dan sakit hanya dirasakan pada salah satu sisi kepala.

Segera periksakan diri ke dokter untuk dapat diketahui apa yang menjadi penyebab sakit kepala secara pasti. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti CT Scan, Tes Darah, serta X-Ray. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter dapat menentukan langkah penanganan dan pengobatan yang tepat.

Meskipun penyebab sakit kepala akibat sinusitis adalah infeksi virus dan bakteri, bukan berarti sakit kepala akibat sinusitis selalu diberikan antibiotik. Antibiotik hanya diberikan ketika terinfeksi oleh bakteri. Umumnya kondisi pada sakit kepala macam ini dapat diatasi dengan mengkonsumsi paracetamol, ibuprofen, asam mefenamat, metampiron, dan dekongestan.

Jika diperlukan, maka dokter akan menyarankan untuk melakukan penyedotan cairan sinus. Apabila semua langkah pengobatan yang telah dilakukan tidak juga membuat rasa sakit mereda, maka langkah terakhir yang disarankan oleh dokter adalah dengan melakukan operasi.

Bagikan