Sakit Kepala Sewaktu Batuk

Sakit kepala ketika batuk merupakan salah satu jenis sakit kepala yang dipicu karena mengalami ketegangan akibat meningkatnya tekanan di kepala. Selain batuk, kondisi lain yang dapat meningkatkan tekanan pada kepala adalah bersin, menangis, tertawa, menyanyi, dan masih banyak yang lain. Batuk sebenarnya sangat menyiksa, bahkan jika ditambah dengan sakit kepala, tentunya akan lebih semakin tersiksa dan sangat membuat tidak nyaman.

Sakit kepala primer

Sakit kepala primer tidak membahayakan dan hanya muncul sesekali, kemudian dapat mereda dengan sendirinya. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab sakit kepala jenis ini, hanya saja menurut beberapa penelitian, sakit kepala yang bersifat primer disebabkan karena adanya tekanan pada kepala yang dipicu ketika batuk atau karena ketegangan. Sakit kepala jenis ini umumnya sering menyerang pria berusia 40 tahun keatas. Gejala yang terlihat antara lain:

  • Sakit kepala muncul secara tiba-tiba atau setelah batuk.
  • Rasa sakit akan berlangsung selama beberapa detik hingga menit bahkan beberapa jam.
  • Rasa sakit digambarkan dengan rasa sakit yang tajam seperti ditusuk pada kedua sisi kepala maupun belakang kepala atau rasa sakit seperti dirobek.

Pengobatan sakit kepala sewaktu batuk bertujuan untuk mengurangi rasa sakit. Dokter biasanya akan meresepkan obat anti inflamasi yang digunakan untuk mengatasi rasa sakit dan menyembuhkan sakit kepala.

Sakit kepala sekunder

Jenis sakit kepala ini perlu diwaspadai karena merupakan jenis yang membahayakan. Sakit kepala sekunder pada umumnya disebabkan oleh kondisi serius di otak karena mengalami masalah struktural. Sakit kepala jenis ini akan memberikan dampak dalam jangka panjang dan biasanya diperlukan tindakan operasi.

Gangguan struktural di otak terjadi terutama pada bagian belakang, termasuk otak kecil, pembuluh darah, dan terkait penyakit tumor otak. Gangguan tersebut seperti halnya kerusakan pada kerangka otak dan kerusakan yang terjadi pada susunan cerebellum. Sakit kepala yang bersifat sekunder biasanya lebih kerap menyerang seseorang diusia 40 tahun kebawah.

Gejala sakit kepala sekunder umumnya hampir sama dengan sakit kepala primer, hanya saja pada jenis sekunder rasa sakit dapat berlangsung lebih lama, tidak hanya dalam hitungan jam, tetapi rasa sakit dapat berlangsung hingga beberapa hari.

Untuk mengobati sakit kepala yang bersifat sekunder tidaklah memiliki banyak pilihan, umumnya tindakan pengobatan yang memungkinkan dilakukan oleh dokter adalah dengan melakukan pembedahan, meskipun ada tindakan preventif yang lain. Meski begitu, tindakan preventif bukanlah mengobati secara permanen, melainkan hanya membantu mengurangi frekuensi rasa sakit yang muncul.

Jika sudah mengalami kondisi yang demikian, sebaiknya segera mengunjungi dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta beberapa pemeriksaan penunjang meliputi CT Scan dan MRI pada otak, sehingga dapat diketahui apa yang sebenarnya menjadi penyebab sakit kepala sewaktu batuk. Dari hasil diagnosa, dokter dapat menentukan langkah pengobatan yang tepat.

Kondisi sakit kepala dan batuk dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi flu setiap tahun dan menghindari segala macam tekanan yang dapat memicu sakit kepala. Makanan yang bergizi, minum air putih setidaknya 8 gelas perhari, dan olahraga secara rutin akan berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh.