Penyakit Darah Tinggi Penyebab Gejala Pengobatan

Penyakit darah tinggi atau ‘hipertensi’ adalah suatu kondisi dimana terjadi penekanan pada dinding arteri akibat dari tekanan darah yang terlalu tinggi. Tekanan darah ini sendiri dipengaruhi oleh banyaknya jumlah darah yang dipompa ke jantung dan jumlah darah yang beresistansi terhadap aliran darah ke arteri.

Semakin banyak jumlah darah yang menuju ke arteri maka semakin menyempit dinding arteri ini. Tekanan darah yang terlalu tinggi akan membebani kinerja jantung sehingga dapat menyebabkan seseorang mengalami serangan jantung. Salah satu cara untuk mengetahui apakah seseorang mengalami tekanan darah tinggi atau tidak, dengan melakukan pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter.

Macam pengukuran tekanan darah, yaitu:

  • Tekanan Sistolik ~ adalah pengukuran tekanan darah di dalam arteri pada saat jantung berdetak dan memompa darah keluar jantung ke seluruh tubuh.
  • Tekanan Distolik ~ adalah pengukuran tekanan darah di dalam arteri ketika jantung tidak sedang berkontraksi atau beristirahat.

Tahapan terhadap tekanan darah tinggi ada 4, yaitu:

  • Prehipertensi: tekanan sistoliknya antara 120 mmHg-139 mmHg dan tekanan diastoliknya 80 mmHg-90 mmHG.
  • Hipertensi tingkat 1: tekanan sistoliknya antara 140 mmHg-159 mmHg dan tekanan diastoliknya 90 mmHg-99 mmHg.
  • Hipertensi tingkat 2: tekanan sistoliknya 160 mmHg-179 mmHg dan tekanan diastoliknya 100 mmHg- 120 mmHg.
  • Hipertensi tingkat 4: tekanan sistoliknya lebih dari 180 mmHG dan tekanan diastoliknya lebih dari 120 mmHG.

Penyebab hipertensi

Mengapa tekanan dalam darah menjadi naik? Gaya hidup yang salah seperti pola makan yang tidak sehat dan tidak seimbang lebih beresiko terkena hipertensi. Pada dasarnya penyakit hipertensi adalah penyakit yang sering dijumpai di kehidupan sehari-hari, mengingat gaya hidup didalam masyarakat yang cenderung salah. Gaya hidup dan pola makan yang salah akan menyebabkan tekanan dalam darah menjadi tinggi, dikarenakan :

  • Darah mengental
    Tiga hal yang dapat menyebabkan mengentalnya darah yakni; tingginya asupan kadar garam yang dikunsumsi, gula yang terdapat didalam darah, dan kolesterol di dalam darah. Mengentalnya darah ini membuat darah menjadi lambat bergerak yang membuat jantung bekerja lebih ekstra dalam memompa darah.
  • Penurunan fungsi jantung
    Oleh karena jantung sudah tidak berfungsi secara normal, maka fungsi jantung untuk  memompa darah akan terganggu, sehingga menyebabkan aliran darah ke seluruh tubuh menjadi tidak lancar. Kemungkinan jantung mengalami pembengkakan karena tertutup oleh jaringan lemak.
  • Terjadinya penyumbatan di dalam pembuluh darah
    Menumpuknya kolesterol, lemak, dan residu yang ada di dalam tubuh yang akhirnya mengendap pada saluran aliran darah, maka dapat menyebabkan terjadinya sumbatan pada saluran tersebut, sehingga mengakibatkan lajunya darah menjadi lambat dan membuat tekanan darah menjadi naik.

Secara medis, terdapat 2 macam hipertensi berdasarkan pada penyebabnya:

Hipertensi Primer ~ Jenis hipertensi yang penyebabnya tidak di ketahui dan bukan disebabkan karena adanya penyakit lain. Meskipun tidak memiliki penyebab yang jelas, hipertensi primer dapat dipengaruhi oleh beberapa hal:

  • Riwayat kesehatan dalam keluarga, penyakit jantung, dan penyakit diabetes.
  • Berusia diatas 60 tahun lebih.
  • Kegemukan atau obesitas.
  • Minuman alkohol dan merokok.
  • Makan makanan yang mengandung kadar garam tinggi.
  • Obat-obatan tertentu yang dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang seperti pil KB.
  • Stress yang berlebihan dan tingkat kecemasan yang tinggi.

Hipertensi Sekunder ~ Jenis hipertensi yang terjadi secara tiba-tiba karena adanya gangguan atau penyakit lain di dalam tubuh:

  • Gagal ginjal kronis
  • Kelainan hormonal
  • Penyakit adrenal
  • Toxemia
  • Menyempitnya pembuluh arteri

Gejala hipertensi

Banyak dari sebagian orang tidak menyadari bahwa dirinya terkena tekanan darah tinggi, ketika mengukur tekanan darah ternyata sudah mencapai ambang batas. Secara fisik orang yang terkena hipertensi terlihat sehat karena gejala hipertensi tidak terlihat secara spesifik, sehingga akan menyebabkan gejala lanjutan yang sangat parah seperti stoke, jantung, bahkan dapat berakibat kematian. Inilah sebab mengapa hipertensi disebut sebagai “silent killer”.

Gejala darah tinggi yang paling umum:

  • Sakit kepala
  • Nyeri yang dirasakan di dalam jantung
  • Sesak nafas
  • Mimisan atau keluar darah dari dalam hidung
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Kelelahan fisik
  • Seringnya buang air kecil terutama pada waktu malam hari
  • Mual dan muntah terkadang tanpa alasan
  • Sering kesemutan

Diagnosa hipertensi

Jika mengalami gejala darah tinggi seperti diatas sebaiknya segera kunjungi dokter agar dapat dilakukan penanganan dan pengobatan yang tepat. Rajin berkonsultasi dengan dokter dan melakukan pengecekkan tekanan darah secara berkala, untuk menghindari resiko yang tidak diinginkan.

Pencatatan dan pengukuran tekanan darah sangat diperlukan agar dapat membantu memberikan informasi terkait dengan evaluasi pemeriksaan. Jika diperlukan maka dokter akan melakukan beberapa tes, seperti tes darah dan tes urin, yang bertujuan untuk melihat kondisi apakah ada penyakit lainnya yang memicu dibalik meningkatnya tekanan darah.

Pengobatan hipertensi

Hipertensi adalah penyakit yang tidak bisa jauh dari obat-obatan, sehingga pengkonsumsian obat-obatan dibutuhkan seumur hidup bagi penderitanya. Pada beberapa kasus penyakit hipertensi tidak hanya mengkonsumsi satu jenis obat hipertensi saja, melainkan perlu dikombinasikan dengan obat yang lainnya. Tentunya dalam mengkonsumsi obat pasti akan ada efek samping yang dirasakan.

Jenis obat yang biasanya diberikan beserta efek sampingmya:

  • Angiotensin-Converting (ACE) Inhibitor
    Fungsinya untuk menghambat enzim pengubah angiotensin sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Efek dari obat jenis ini adalah batuk kering.
  • Calcium-Chanel Blocker
    Berfungsi untuk mencegah kalsium memasuki sel-sel otot pada jantung dan pembuluh darah sehingga akan melonggarkan arteri dalam darah dan menurunkan tekanannya, efek dari obat ini akan bereaksi jika mengkonsumsi jus anggur.
  • Obat diuretik
    Berguna untuk mengeluarkan sisa air dan garam yang ada di dalam tubuh.
  • Beta-Blocker
    Fungsinya untuk menurunkan tekanan darah karena obat ini akan memperlambat detak jantung. Efek samping dari beta-blocker adalah tekanan darah dapat meningkat dan menyebabkan serangan angina duduk atau angina, jika obat ini dihentikan pemakaiannya dengan tiba-tiba.
  • Alpha-Blocker
    Fungsinya adalah membuat aliran darah lebih lancar di dalam pembuluh darah dengan cara mengendurkan dan melemaskan pembuluh darah tersebut. Efek sampingnya pada saat penggunaan yang pertama kali akan menyebabkan pingsan, sakit kepala, kelelahan, dan membengkaknya pergelangan kaki.

Komplikasi pada hipertensi

Tekanan darah yang terus menerus meningkat dapat menyebabkan beberapa komplikasi pada organ tubuh yang lainnya, jika tidak segera mendapatkan penanganan. Organ di dalam tubuh yang paling riskan terkena dampak dari hipertensi adalah sbb:

  • Otak ~ terjadinya penyumbatan di dalam pembuluh darah pada otak dapat menyebabkan stroke. Hal ini akibat dari tekanan darah yang terus meningkat sehingga menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah yang akan menyebabkan terbentuknya plak aterosklerosis dan trombosis (pembekuan darah yang berlebihan).
  • Mata ~ menyebabkan terjadinya retinopati yang berujung pada kebutaan.
  • Jantung ~ memicu terkena jantung coroner, kerusakan otot pada jantung, dan gagal jantung
  • Ginjal ~ tekanan darah yang terus meninggi berakibat pada mengkerutnya pembuluh darah di dalam ginjal (vasokontriksi), sehingga asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh ginjal menjadi berkurang. Hal ini dapat menyebabkan sel-sel pada ginjal mengalami kerusakan. Jika tidak segera ditangani akan menjadi penyebab gagal ginjal.

Pencegahan hipertensi

Seperti yang diketahui penyebab darah tinggi adalah karena gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat, dengan mengubah gaya hidup dan pola makan yang lebih sehat, maka dapat dilakukan pencegahan agar terhindar dari penyakit hipertensi.

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menghindari hipertensi, diantaranya:

  • Kurangi asupan garam yang berlebihan.
  • Pengontrolan berat badan.
  • Perbanyak mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran.
  • Hindari makanan yang berlemak.
  • Hindari merokok dan minuman beralkohol.
  • Jika disarankan untuk mengkonsumsi obat-obatan, maka minum obat tersebut sesuai dengan petunjuk dokter.
  • Berolah raga dengan teratur.

Mencegah lebih baik daripada mengobati, cek secara rutin tekanan darah. Tidak harus ke dokter atau ke rumah sakit untuk pengecekan, bisa juga dilakukan dirumah. Usahakan mempunyai alat pengukur tekanan darah sendiri dirumah agar lebih memudahkan dalam pengontrolan, sehingga dapat terhindar dari resiko dan komplikasi terhadap hipertensi.