Home » Kanker

Kanker Serviks Penyebab Gejala Pengobatan

  •  Roswati

Kanker Serviks Penyebab Gejala Pengobatan

Kanker serviks atau kanker mulut rahim adalah tumbuhnya tumor ganas yang terjadi di mulut rahim. Mulut rahim adalah organ reproduksi wanita sebagai pintu masuk. Kanker serviks merupakan pembunuh wanita tertinggi yang paling ditakuti oleh wanita karena sering terlambat dalam mendiagnosanya. Kanker serviks pada tahap awal perkembangannya tidak menunjukkan gejala yang jelas, sehingga ketika terdeteksi kanker serviks maka telah pada stadium lanjut dan tidak dapat lagi disembuhkan.

Penyebab kanker serviks

Penyebab kanker serviks umumnya adalah Human Papillomavirus (HPV). HPV dapat menyerang semua wanita tanpa melihat usia maupun gaya hidup. Virus ini menyebar melalui kontak fisik secara langsung antar kulit kemaluan, membran mukosa.

HPV terdapat ratusan jenis dan beberapa dari virus HPV tersebut tidak menimbulkan gejala yang signifikan, bahkan terkadang infeksi yang terjadi dapat sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan dari pihak medis. HPV memiliki materi genetik yang dapat mempengaruhi sel pada leher rahim berkembang dengan tidak terkendali, sehingga menyebabkan sel leher rahim ini berubah menjadi sel kanker. Beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab kanker serviks:

  1. Menurunnya sistem kekebalan tubuh.
  2. Melahirkan anak terlalu banyak.
  3. Mengkonsumsi obat kontrasepsi dalam jangka waktu yang panjang.
  4. Terserang penyakit menular seksual.
  5. Pengaruh merokok.
  6. Tidak setia pada pasangan.

Gejala kanker serviks

Gejala kanker serviks pada awalnya tidak begitu jelas, akan tetapi gejala kanker serviks akan muncul seiring dengan perkembangan kanker serviks tersebut. Untuk itu disarankan melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin untuk membantu mengetahui lebih dini jika terdapat kemungkinan terserang kanker serviks. Gejala kanker serviks pada umumnya:

  • Pendarahan yang terjadi setelah hubungan badan meskipun tidak dalam kondisi menstruasi dan setelah menopause.
  • Keputihan dengan bau tidak sedap dan terkadang keluar flek seperti darah.
  • Periode menstruasi lebih lama.
  • Nyeri pada panggul ketika melakukan hubungan badan.

Gejala kanker serviks ketika memasuki stadium lanjut, meliputi:

  • Sakit pada bagian punggung.
  • Nyeri pada tulang atau mudah patah tulang.
  • Kelelahan yang berlebihan.
  • Pada kaki terasa nyeri dan membengkak.
  • Nyeri pada panggul.
  • Keluarnya urin bercampur feses.
  • Berat badan menurun dengan drastis tanpa sebab yang jelas.

Diagnosa kanker serviks

Pemeriksaan rutin pap smear dapat mendeteksi sel kanker sejak dini, sehingga memiliki kemungkinan besar untuk dapat diobati dan disembuhkan. Dokter akan melakukan langkah pemeriksaan seperti:

  • Pemeriksaan fisik meliputi kondisi kesehatan pasien terkait dengan penyakit dan virus.
  • Pemeriksaan pada panggul dengan memasukkan jari yang bersarung tangan ke dalam kemaluan guna mengetahui ukuran, bentuk, dan posisi uterus dan ovarium.
  • Tes HPV untuk melihat apakah terjadi infeksi pada DNA atau RNA.
  • Pemeriksaan serviks atau kolposkopi, yaitu dengan bantuan alat pembesar dengan tujuan untuk mengetahui apakah terdapat sel-sel yang abnormal.
  • Konisasi dengan pengambilan sampel melalu operasi kecil dari jaringan leher rahim yang berbentuk kerucut, untuk mendeteksi kemungkinan terdapat sel kanker.
  • Untuk memastikan diagnosa dokter melakukan pemeriksaan pendukung seperti tes Darah, CT Scan, MRI Scan, PET Scan.

Tahapan kanker serviks

  • Stadium o
    Belum terlihat adanya sel kanker, akan tetapi terdapat kemungkinan munculnya kanker akibat perubahan biologis. Tahap ini sering disebut dengan tahap pra kanker.
  • Stadium 1
    Sel kanker mulai muncul tetapi masih di dalam leher rahim.
  • Stadium 2
    Sel kanker mulai menyebar ke luar dari leher rahim, tetapi masih di sekitara jaringan pada leher rahim.
  • Stadium 3
    Sel kanker sudah mulai menyebar dan menyerang hingga ke dinding panggul dan bagian bawah.
  • Stadium 4
    Tahap paling akhir dari penyebaran sel kanker dimana kanker telah menyebar hingga ke jaringan tubuh yang lain seperti usus, kandung kemih, dan juga paru-paru.

Pengobatan kanker serviks

Pengobatan kanker serviks yang dilakukan akan berdasarkan pada tingkat perkembangan kanker dan kondisi kesehatan penderita. Jika kanker serviks terdeteksi sejak dini maka kemungkinan untuk sembuh memiliki peluang besar. Lain halnya dengan kanker serviks jika telah memasuki stadium lanjut atau akhir, maka cara mengobati kanker serviks yang dilakukan hanyalah mengurangi gejala rasa sakit dan menekan perkembangan sel kanker. Pengobatan kanker serviks yang dilakukan oleh dokter meliputi:

  • Pengangkatan sel prakanker
    Ini adalah dengan melakukan biopsi kerucut, terapi laser, dan LLETZ.
  • Operasi trakelektomi dan histerektomi
  • Eksentrasi pelvis
    Operasi besar untuk mengangkat kanker yang muncul kembali setelah sembuh.
  • Radioterapi dan kemoterapi
    Penggabungan kedua terapi tersebut dapat memberikan hasil efektif dan mencegah kanker tumbuh kembali.

Tips mencegah kanker serviks

Oleh karena kanker serviks terjadi akibat virus HPV yang ditularkan melalui kontak fisik antar kulit kemaluan secara langsung, maka langkah pencegahan yang dilakukan adalah menghindari hubungan badan yang tidak aman. Tips dan saran untuk mencegah terkena kanker serviks antata lain:

  • Tetap setia pada pasangan.
  • Vaksinasi HPV.
  • Berhenti merokok.

Menjaga kesehatan organ reproduksi terkadang luput dari perhatian wanita, sedangkan hal ini sebenarnya sangat penting dilakukan guna menghindari resiko terserang kanker serviks. Biasakan hidup menjadi lebih baik dengan banyak mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi. Rajin melakukan olahraga walaupun hanya 10 menit atau 15 menit tiap hari untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh juga akan berguna mencegah serangan penyakit kanker serviks.

Bagikan