Home » Darah

Malaria Penyebab Gejala Pengobatan

  •  Roswati

Malaria merupakan salah satu jenis penyakit menular yang mematikan, dimana pada sel-sel darah merah terinfeksi oleh parasit. Parasit ini biasa dikenal dengan sebutan plasmodium. Penyakit malaria ditularkan oleh nyamuk betina anopheles. Selain ditularkan oleh nyamuk, malaria dapat ditularkan melalui jarum suntik yang sudah tidak steril, melalui transfusi darah, dan juga dari ibu hamil kepada anaknya.

Penyebab malaria

Seperti diketahui, malaria disebabkan karena gigitan nyamuk anopheles betina, dimana nyamuk anopheles membawa parasit plasmodium yang menginfeksi. Pada saat nyamuk anopheles menggigit orang yang telah terinfeksi parasit plasmodium, kemudian menggigit orang lain lagi, maka orang tersebut akan tertular.

Proses penyebaran malaria pada tubuh manusia adalah sebagai berikut:

  1. Ketika nyamuk anopheles pertama kali mulai menggigit, parasit plasmodium masuk ke dalam aliran darah.
  2. Parasit plasmodium kemudian akan masuk ke dalam sel-sel hati dan di dalam sel hati ini parasit plasmodium berkembang biak.
  3. Ketika sel-sel hati telah pecah, menyebabkan parasit ini keluar dari sel hati tersebut dan menyerang pada sel-sel darah merah. Di dalam sel-sel darah merah, parasit plasmodium terus bertambah dan berlipat ganda.
  4. Pada saat sel darah merah ini pecah, parasit plasmodium akan keluar dan menyerang lebih banyak lagi sel darah merah yang lainnya.
  5. Proses penyebaran malaria ini terjadi secara terus menerus dan berulang. Pada saat sel darah merah ini pecah akan menyebabkan munculnya gejala.

4 jenis plasmodium yang dapat menginfeksi pada manusia, yaitu:

  • Plasmodium ovale
  • Plasmodium malariae
  • Plasmodium falciparum
  • Plasmodium vivax

Gejala malaria

Gejala malaria akan muncul setelah satu atau dua minggu sejak tubuh terinfeksi. Gejala pada malaria ini hampir sama pada gejala yang dialami ketika flu, sehingga hal ini dapat menyulitkan identifikasi apakah gejala yang muncul karena malaria atau penyakit yang lainnya.

Pada malaria, gejala dikelompokkan menjadi 2 berdasarkan pada berat atau ringannya, yaitu:

Gejala malaria ringan tanpa komplikasi
Malaria ringan dapat menyebabkan penderitanya mengalami demam dan menggigil. Gejala yang muncul seperti sakit kepala, mual-mual dan muntah, mengalami diare, pada otot terasa nyeri dan pegal. Pada malaria ringan terdapat 3 tahapan stadium:

  1. Stadium dingin
    Penderita mengalami kedinginan dan menggigil yang sangat luar biasa, denyut nadi cepat tapi lemah, bibir dan jari terlihat pucat dan kebiruan, kulit menjadi kering, setiap 15 menit hingga 1 jam mengalami muntah-muntah.
  2. Stadium demam
    Pada stadium ini suhu tubuh pada penderita bisa mencapai 40 derajat celcius bahkan bisa lebih, sehingga tubuh merasakan rasa panas, muka menjadi merah, muntah-muntah, dan sakit pada kepala. Tingginya suhu tubuh ini dapat menyebabkan terjadinya kejang. Gejala pada stadium ini terjadi sekitar 2 hingga 4 jam atau lebih.
  3. Stadium berkeringat
    Penderita akan terus menerus berkeringat, suhu tubuhnya berada dibawah rata-rata yang menyebabkan pada penderita menjadi dingin, sering kali merasa haus karena tubuh mengeluarkan banyak cairan keringat, hal tersebut membuat kondisi tubuh menjadi sangat lemah.

Gejala malaria berat dengan disertai komplikasi
Pada malaria berat ini, penderita akan merasakan kondisi tubuh yang sangat melemah. Jenis malaria berat ini dapat diidentifikasi melalui tes laboratorium. Komplikasi pada malaria berat ini meliputi:

  • Kehilangan kesadaran diri bahkan sampai mengalami koma.
  • Sering mengigau.
  • Tidak terkontrolnya pada saat berbicara.
  • Mengalami kejang.
  • Suhu tubuh menjadi sangat tinggi sekali.
  • Mengalami dehidrasi.
  • Pernafasan menjadi sangat cepat sehingga dapat menyebabkan sesak nafas.

Diagnosa malaria

Kunjungi dokter dengan segera begitu merasakan gejala yang muncul, agar dokter dapat melakukan langkah-langkah penanganan yang tepat, agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih serius dan berbahaya. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan secara fisik dan tes darah sederhana.

Pengobatan malaria

Malaria dapat diobati dengan perawatan maupun obat-obatan. Asalkan dilakukan dengan benar dan sesuai dengan petunjuk dokter, maka malaria dapat disembuhkan dengan sempurna. Jenis obat yang diberikan secara umum untuk menangani malaria adalah obat-obatan anti malaria seperti kina, klorokuin, dan artesunat.

Pengobatan pada malaria ini berbeda pada tiap-tiap penderitanya tergantung pada beberapa faktor, seperti:

  • Seberapa parah tingkat gejala yang dialami penderita.
  • Jenis parasit yang menginfeksi.
  • Keadaan secara klinis pada pasien, seperti usia dan apakah dalam masa kehamilan.

Pada malaria ringan, pemberian obat dilakukan secara oral, sedangkan pada malaria berat yang memiliki gejala klinis dan terjadi pendarahan dapat dilakukan perawatan di rumah sakit, sehingga dapat dilakukan observasi yang lebih intensif. Obat yang diberikan adalah pengobatan intra vena.

Pencegahan malaria

Mencegah malaria dapat dapat dilakukan melalui beberapa langkah, antara lain:

  • Memakai baju yang berlengan panjang.
  • Mengoleskan lotion anti nyamuk pada kulit.
  • Menyemprot rumah dengan obat nyamuk semprot terutama di ruang tidur.
  • Memakai kelambu anti nyamuk pada tempat tidur.
  • Ketika hendak bepergian ke daerah dimana banyak terdapat nyamuk malaria, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
  • Hindari keluar rumah ketika hari sudah menjelang senja, karena nyamuk ini menggigit pada waktu malam hari.
  • Melakukan foging atau pengasapan di daerah endemik malaria.

Senantiasa bersihkan lingkungan sekitar rumah terutama di tempat-tempat nyamuk malaria dapat berkembang biak seperti mengosongkan genangan-genangan air. Jaga selalu kebersihan badan dan kesehatan dengan mengkonsumsi makanan yang bernutrisi. Berolah raga secara teratur dan rutin akan menjaga tingkat kekebalan tubuh.

Bagikan