Home » Darah

Penyakit Anemia Penyebab Gejala Mengobati

  •  Roswati

Anemia adalah kondisi dimana tubuh mengalami kekurangan darah yang diakibatkan karena jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin mengalami penurunan. Hemoglobin sendiri adalah unsur yang paling utama dalam penyusunan sel darah merah.

Hal ini membuat sel darah merah yang berfungsi sebagai alat transportasi untuk mengedarkan oksigen yang mengandung nutrisi penting ke dalam otak juga ke seluruh organ-organ tubuh, dapat bekerja secara maksimal. Jika kadar hemoglobin mengalami penurunan maka secara otomatis akan mempengaruhi kinerja sel darah merah karena kekurangan oksigen.

Kadar hemoglobin pada setiap orang berbeda-beda, tergantung dari usia dan jenis kelamin serta keadaan yang menyertainya seperti apakah sedang hamil atau menstruasi. Berikut ini adalah ukuran kadar hemoglobin normal:

  • Pria dewasa   13,5 – 17 g/dl
  • Wanita dewasa  12 – 15 g/dl
  • Wanita hamil   11 – 12 g/dl
  • Bayi lahir        14 – 24 g/dl
  • Anak-anak      11 – 16 g/dl

Sebagian orang banyak salah persepsi mengenai anemia dan darah rendah, padahal diantara keduanya berbeda. Jika pada anemia, yang terjadi adalah tubuh kekurangan darah, sedangkan pada darah rendah terjadi karena penurunan tekanan dalam darah.

Penyebab anemia

Beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab terjadinya anemia antara lain:

  1. Tubuh kekurangan kadar zat besi.
  2. Kekurangan vitamin terutama vitamin B 12 dan asam folat.
  3. Terjadinya gangguan pada usus kecil.
  4. Wanita yang sedang mengalami menstruasi.
  5. Masa kehamilan.
  6. Penyakit kronis seperti gagal ginjal, kanker, maupun penyakit liver.
  7. Terganggunya sistem imunitas atau autoimun.
  8. Minuman beralkohol.
  9. Karena paparan zat-zat yang berbahaya dan beracun.
  10. Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka waktu yang panjang.
  11. Faktor genetik.

Gejala anemia

Oleh karena sel darah merah kekurangan oksigen, maka suplai oksigen ke seluruh organ dan jaringan tubuh juga menjadi berkurang. Tubuh tidak mampu menghasilkan energi yang cukup untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

  • Kelopak mata tampak pucat.
  • Sering merasa kelelahan, lesu dan lemah.
  • Sering mengalami mual.
  • Mengalami sakit kepala atau pusing secara berkala.
  • Tidak beraturnya denyut jantung.
  • Wajah atau muka Nampak pucat.
  • Rambut rontok.
  • Pada ujung jari apabila ditekan akan nampak pucat.
  • Menurunnya sistem kekebalan tubuh.
  • Sesak nafas.

Diagnosa anemia

Adanya kemiripan antara gejala anemia dengan beberapa jenis penyakit tertentu lainnya terkadang membuat seseorang sering salah mengartikan apakah gejala yang dialami merupakan gejala anemia atau gejala penyakit lainnya. Kunjungi dokter jika mengalami beberapa gejala di atas. Dokter akan menanyakan keluhan dan memeriksa riwayat kesehatan pada keluarga untuk memastikannya. Dokter akan melakukan beberapa prosedur pemeriksaan terkait dengan kondisi yang dialami. Rekomendasi dari dokter untuk pemeriksaan lanjutan yaitu:

  • Pemeriksaan fisik terutama pemeriksaan pada jantung yang bertujuan untuk mengetahui frekuensi atau irama pada jantung, paru-paru, dan juga limpa.
  • Pemeriksaan darah lengkap yang bertujuan untuk menghitung jumlah sel darah merah (eritrosit), kekentalan pada darah (hematokrit), dan mengukur kadar hemoglobin dalam darah (hb). Kadar hematrokit normal pada pria adalah 38,8 – 50%, sedangkan pada wanita 34,9 – 44,5%.
  • Pemeriksaan pada ukuran dan bentuk sel darah merah yang akan membantu dokter menentukan jenis anemia yang dialami.

Pengobatan anemia

Dokter akan melakukan pengobatan berdasarkan pada penyebab anemia. Apabila anemia yang terjadi karena kekurangan zat besi maka dokter akan memberikan suplemen untuk mengatasi masalah tersebut.

Suplemen zat besi ini bisa diberikan dalam bentuk sirup maupun tablet. Jika anemia terjadi karena adanya penyakit lain, maka dokter akan memberikan pengobatan untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Pengobatan anemia membutuhkan waktu kurang lebihnya selama enam hingga delapan minggu. Suplemen zat besi akan terus berlanjut hingga beberapa bulan kedepan guna menjaga agar kondisi tubuh tetap optimal. Transfusi darah akan dilakukan jika mengalami anemia yang tergolong kronis.

Pencegahan anemia

Anemia dapat dicegah dengan melakukan beberapa tips dibawah ini:

  • Konsumsi makanan yang banyak mengandung kadar zat besi, seperti yang berasal dari daging, ayam, dan ikan. Selain itu mengkonsumsi sayur, buah, dan sereal yang mengandung bahan zat besi seperti yang terdapat pada telur, kacang-kacangan, bayam, juga buah yang banyak mengandung vitamin C.
  • Sebelum mengkonsumsi suplemen yang mengandung zat besi sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Ini karena suplemen zat besi yang tidak diperlukan dapat menyebabkan timbulnya masalah pada saluran pencernaan, dimana pada pencernaan akan mengalami pendarahan. Penggunaan suplemen zat besi dalam dosis yang tinggi juga dapat mengakibatkan terjadinya konstipasi.
  • Pada wanita hamil hanya boleh mengkonsumsi suplemen zat besi atas petunjuk dari dokter.
  • Hindari penggunaan obat-obatan tertentu yang dapat menyebabkan anemia seperti ibuprofen dan obat anti inflamasi. Obat-obat tersebut dapat berakibat lambung mengalami iritasi.

Anemia bukanlah jenis penyakit yang membahayakan dan menyebabkan kematian. Akan tetapi bukan berarti penyakit anemia dapat diacuhkan begitu saja. Jika anemia tidak mendapatkan penanganan yang tepat dan serius, lama kelamaan penyakit anemia dapat mejadi akut dan menyebabkan terganggunya kesehatan tubuh yang lebih serius. Hal ini juga akan mengganggu aktivitas rutin sehari-hari.

Bagikan