Penyakit Tukak Lambung Penyebab Gejala Pengobatan

Penyakit tukak lambung ditandai dengan rasa nyeri pada ulu hati dan akan hilang bila sudah makan atau minum obat sakit maag. Ini terjadi karena pada lambung atau ulkus duodenum mengalami luka yang disebabkan karena faktor ketidakseimbangan antara faktor agresif seperti sekresi pada asam lambung, pepsin, dan infeksi bakteri helicobacter pylori dengan faktor yang melindungi mukosa seperti produksi prostaglandin, gastric mucus, bikarbonat, dan aliran darah.

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Kendati demikian penyakit tukak lambung ini lebih beresiko terjadi pada usia lanjut atau lansia sekitar 60 tahunan.

Penyebab tukak lambung

Pada dinding lambung terdapat selaput yang melapisi dan melindungi lambung dari asam lambung, karena tingginya produksi kadar asam lambung dan penipisan pada selaput pelindung lambung, maka hal ini dapat menjadi penyebab tukak lambung.

Beberapa penyebab lain yang dapat menimbulkan penyakit tukak lambung diantaranya:

  1. Terinfeksi bakteri helicobcter pylori, yaitu bakteri gram negatif yang berbentuk spiral dan hidup dibagian Gastrum Antrum. Bakteri ini bersifat pathogen karena menghasilkan sitotoksin yang bisa memecah pertahanan mucus, yang kemudian menempel pada sel epitel lambung atau usus 12 jari. Bakteri ini juga mempunyai sifat tahan terhadap asam lambung, dan berkembang biak pada makanan dan minuman yang tidak dimasak dengan benar. Di dalam lambung, bakteri ini menghasilkan karbondioksida, ammonia, dan memproduksi zat-zat seperti protase, katalase, dan fosfolipase yang bersifat toksin. Karena produksi zat-zat tersebut terakumulasi maka dapat merusak pertahanan mukosa lambung, menipiskan selaput pelindung, dan meningkatkan produksi asam lambung. Apabila pada masa kanak-kanak, mereka yang terinfeksi bakteri ini, tidak akan langsung muncul penyakit tukak lambung, tetapi gejalanya akan muncul beberapa tahun kemudian.

  2. Akibat penggunaan obat anti inflamasi non-steroid, piroxicam, ibuprofen, meloxicam, celecoxib, trisalicylate, dsb yang terlalu sering dan berkepanjangan dapat meningkatkan resiko terkena penyakit tukak lambung,  terutama pada lansia. Obat-obatan ini menyebabkan tukak lambung melalui 2 cara yaitu mengiritasi epitelium dan menghambat sintesisi prostaglandin.

  3. Konsumsi alkohol dapat menyebabkan menipisnya selaput pelindung pada lambung dan meningkatkan produksi asam.

  4. Meningkatnya asam lambung dikarenakan mengkonsumsi makanan yang terlalu pedas dan minuman yang mengandung kafein atau berkarbonasi.

Gejala-gejala tukak lambung

Penyakit tukak lambung mempunyai gejala klinis Tukak lambung dan Tukak duodenum (ulkus duodenum). Pada tukak lambung gejala yang dirasakan adalah nyeri pada ulu hati tapi tidak terlalu berat, dan akan menimbulkan sakit setelah makan. Sedangkan tukak duodenum akan merasakan nyeri terutama pada malam hari dan pagi hari. Gejala penyakit tukak lambung ini terjadi karena sekresi asam lambung yang berlebihan.

Gejala-gejala tukak lambung antara lain:

  • Rasa perih di dalam perut, kembung, dan sering bersendawa.
  • Rasa terbakar atau panas dan nyeri di dalam perut, yang muncul pada saat perut kosong.
  • Merasakan mual dan muntah.
  • Menurunnya nafsu makan.
  • Penurunan berat badan.
  • Mengalami gangguan pencernaan.

Jika mengalami gejala tukak lambung seperti diatas sebaiknya sesegera mungkin pergi kerumah sakit atau dapat mengunjungi dokter, dimana dokter akan memberikan resep antibiotik. Obat antibiotik ini adalah  variasi kombinasi dari clarithromycin dengan amoxilin atau metrinidazol yang dapat digunakan hanya dalam jangka waktu 2 minggu. Selain itu juga menggunakan kombinasi dengan menggunakan obat lain yang bertujuan untuk mengurangi produksi asam lambung dan melindungi permukaan lambung dari mukosa lambung.

Diagnosa tukak lambung

Pada diagnosa dokter, sekitar 90 % dari pasien yang mengalami gangguan pada epigastrum memiliki tanda-tanda yang sama seperti, perasaan terbakar, rasa mual dan muntah, perut kembung, penurunan berat badan, hematemesis, melena, dan anemia.

Apabila diagnosa dokter menemukan bahwa pasien mengidap tukak lambung, maka pasien diharapkan untuk menjalani pemeriksaan yang lebih mendetail. Jika diagnosis dokter menemukan munculnya tukak lambung akibat bakteri dan pasien tidak pernah mengkonsumsi obat anti inflamasi non-streroid, maka dokter akan melakukan pemeriksaan dengan tes darah, tes sampel tinja, dan tes pernafasan.

Untuk lebih mematikan dokter akan melakukan pemeriksaan dengan endoskopi, yaitu pemeriksaan dengan memasukkan kamera kedalam lambung menggunakan alat khusus untuk melihat keadaan dan kondisi keberadaan luka pada dinding lambung secara langsung.  Melalui tes endoskopi ini dokter akan mengambil sampel jaringan yang kemudian akan diuji atau dites untuk mendeteksi keberadaan bakteri helicobacter pylori.

Pengobatan tukak lambung

Sebelum melakukan pengobatan dengan obat-obatan atau sejenisnya, ada beberapa langkah dan tips untuk mencegah penyakit tukak lambung ini agar tidak semakin parah.

Beberapa jenis obat penyakit tukak lambung yang digunakan:

  • Antibiotik yang diberikan dokter karena terinfeksi bakteri helicobcter pylori, yang berisi kombinasi dari beberapa antibiotik seperti amoxilin, metronidazole, dan clarithromycin.
  • Penghambat pompa proton yang diberikan oleh dokter karena tukak lambung yang disebabkan oleh obat-obatan anti inflamasi non-steroid. Obat ini berfungsi untuk mengurangi kadar asam lambung dengan mengurangi kinerja sel-sel yang memproduksi asam lambung, contah dari obat ini adalah lansoprazole.
  • Obat penghambat Reseptor H2 yang berfungsi sama dengan pompa proton yaitu menurunkan asam lambung,
  • Antasida yang berfungsi menetralisir asam lambung pada saat makan dan alginate yang berfungsi untuk melindungi lambung. Kedua obat ini diberikan dengan tujuan mengurangi rasa nyeri sebelum obat-obatan lainnya bereaksi. Bagi penderita yang sebelumnya menggunakan pompa proton, sebaiknya menunggu 1-2 jam sebelum minum obat ini.

Cara mencegah tukak lambung

  • Makanlah dengan teratur dengan porsi yang kecil tetapi lebih sering.
  • Hindari mengkonsumsi makanan yang dapat membuat asam lambung meningkat seperti makanan pedas dan berminyak, serta menghindari minuman berkafein.
  • Minum susu dapat menetralkan asam lambung yang diproduksi secara berlebih.
  • Biasakan makan dengan tenang dan mengunyah makanan sampai halus untuk memperingan kerja lambung.
  • Hindari mengkonsumsi obat-obatan NSAID jangka panjang dan terlalu sering.
  • Menghilangkan stress yang berlebihan.
  • Istirahat teratur dengan tidur kurang lebihnya 8 jam serta duduk rileks selama kurang lebih 1 jam.
  • Berhenti merokok.

Komplikasi tukang lambung

  • Terjadi perdarahan di dalam perut
    Komplikasi ini paling sering terjadi dengan ditandai muntah darah berwarna hitam seperti aspal atau ter, serta perubahan warna pada feses menjadi kehitaman.
  • Peritonitis
    Komplikasi ini jarang terjadi karena merupakan komplikasi berat ditandai dengan infeksi serius dalam rongga perut sebagai akibat dari dinding lambung dan usus yang berlubang.
  • Terhalangnya pergerakan makanan dalam sistem pencernaan
    Akibat pembengkakan pada tukak lambung atau membentuk jaringan parut, dapat menyumbat saluran pencernaan sehingga makanan tidak bisa lewat. Kondisi ini menyebabkan cepat kenyang dan penurunan berat badan.