Batuk Rejan Gejala Ciri Cara Mengobati

Batuk rejan atau batuk pertusis adalah salah satu jenis batuk yang mematikan. Batuk rejan adalah kondisi dimana telah terjadi infeksi pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini sangat berbahaya dan sangat mudah menular. Bakteri yang menyebabkan batuk rejan ini adalah ‘Bordetella Pertusiss‘, dimana bakteri ini bersifat patogen yang menghasilkan racun atau toksin sehingga menyebabkan terjadinya penumpukan lendir atau dahak yang berlebihan dan mengakibatkan tersumbatnya saluran pernafasan.

Batuk rejan bisa menyerang pada siapa saja, tidak mengenal jenis kelamin dan usia. Batuk biasa umumnya bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu sekitar 3-7 hari. Tetapi pada jenis batuk rejan yang mematikan harus kita waspadai keberadaannya, terutama jika batuk ini menyerang pada bayi dan anak-anak.

Ciri-ciri pada batuk rejan

  1. Batuk yang terjadi secara terus menerus dan tidak berhenti yang berlangsung selama berbulan-bulan.
  2. Batuk terdengar sangat berat seperti ada dahak yang sangat kental.
  3. Pada tahap yang lebih lanjut tenggorokan akan mengalami penyumbatan akibat lendir yang dihasilkan terlalu berlebihan.
  4. Sesak nafas yang diakhir batuk selalu diiringi dengan suara yang melengking tinggi.
  5. Wajah akan memerah diiringi dengan sesak yang dialami di dalam dada. Jika penderita kekurangan oksigen maka akan berubah membiru dan kelihatan pucat wajahnya.

Gejala batuk rejan

Batuk rejan yang menyerang anak-anak dan orang dewasa memiliki gejala yang hampir sama. Pada anak-anak, gejala batuk rejan ini tidak berbeda dengan  ciri-ciri di atas. Tetapi pada bayi usia 6 bulan, lengkingan suara diakhir batuk jarang didapati, namun bayi akan mengalami penurunan berat badan. Sementara itu pada orang dewasa biasanya batuk rejan ini menyerupai batuk kering dengan diiringi suara lengkingan, dan akan sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu sekitar 6-8 minggu.

Ada 3 tahapan gejala pada batuk rejan:

1. Gejala pada tahap awal atau kataral terjadi antara 7-10 hari sejak terkena infeksi. Gejala yang timbul adalah hidung berair atau ingusan, bersin-bersin, batuk, tidak berselera makan, lesu dan lemah, mata sering berair, biasanya lebih sering terjadi pada waktu malam hari.

2. Gejala pada tahap kedua atau paroksimal terjadi antara 10-14 hari dari gejala yang terjadi di tahap pertama. Gejala-gejala yang muncul adalah:

  • Lebih sering terjadi pada waktu malam hari.
  • Terkadang bisa diikuti dengan menurunnya tingkat kesadaran yang mempunyai sifat hanya sementara.
  • Terlalu banyak mengeluarkan lendir yang sangat kental.
  • Pada terakhir batuk akan mengalami muntah.
  • Batuk yang disertai dengan lengkingan suara yang tinggi.
  • Batuk yang terjadi semakin hebat secara tiba-tiba dikarenakan mengalami sulitnya mengambil nafas akibat dari lendir yang terasa lengket dan terdapat pada saluran pernafasan.

3. Gejala tahap akhir atau konvalesen yang terjadi antara 4-6 minggu setelah gejala pada tahap pertama. Pada tahap ini keadaan pada seseorang akan membaik dengan berkurangnya batuk dan muntah. Walaupun masih sering terjadi batuk. Kondisi ini adalah akibat dari saluran pernafasan yang teriritasi. Pada tahap konvaselen ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 2 bulan untuk dapat pulih dan lebih mengandalkan pada obat-obatan.

Diagnosa dan pengobatan batuk rejan

Sebelum dilakukan pengobatan batuk rejan, dokter biasanya akan melakukan diagnosa terlebih dahulu batuk rejan yang dialami dengan melakukan beberapa prosedur pemeriksaan. Ini disebabkan karena pada gejala yang pertama kali muncul cukup menyulitkan untuk mengetahui apakah itu batuk rejan atau pilek.

Beberapa rangkaian pemeriksaan yang dilakukan adalah:

  • Dengan melakukan tes darah yang berfungsi untuk mengetahui apakah di dalam sel darah putih mengalami peningkatan atau tidak. Tes darah ini juga berfungsi untuk mengetahui apakah terdapat antibodi pada bakteri bordetella pertusiss yang berada di dalam darah penderita
  • Mengambil sampel lendir yang berasal dari hidung dan tenggorokan, dimana dokter akan melakukan penelitian terhadap sampel lendir tersebut, yang bertujuan untuk mengetahui apakah di dalam lendir tersebut mengindikasikan adanya bakteri bordetella pertussis
  • Dengan melakukan rontgen menggunakan X-ray yang bertujuan untuk melihat di dalam paru-paru apakah terjadi peradangan, dan mengetahui apakah ada cairan yang menumpuk. Keadaan ini terjadi ketika batuk rejan mengalami komplikasi terhadap pneumonia atau infeksi yang terjadi pada saluran pernafasan.

Setelah diketahui pendiagnosaan yang tepat, maka dokter akan mengambil tindakan untuk melakukan pengobatan yang intensif. Pengobatan dan penanganan yang dilakukan di antaranya adalah:

  • Melakukan perawatan dengan mengisolasi pasien penderita batuk rejan yang mengalami kesulitan ketika bernafas sehingga diperlukan alat bantu untuk pernapasan. Upaya pengisolasian ini dilakukan karena batuk rejan adalah batuk yang berbahaya dan sangat cepat menular. Tindakan isolasi ini dilakukan agar orang-orang di sekitar penderita tidak terkena atau tertular batuk rejan tersebut.
  • Pemberian obat-obatan jenis antibiotik seperti erythromycin, clarithromycin, dan azithromycin, yang berfungsi untuk menghilangkan bakteri penyebab batuk rejan.
  • Pemberian infus akan digunakan sebagai pengganti cairan yang banyak dikeluarkan atau hilang.

Pada sebagian besar penderita batuk rejan ini biasanya akan mengalami kesembuhan secara total walaupun dibutuhkan waktu yang sangat lama. Sementara batuk rejan pada anak kecil dibawah usia 1 tahun tidak menutup kemungkinan dapat menyebabkan kematian. Hal ini terjadi karena ketika anak kekurangan asupan oksigen yang diperlukan oleh otak. Infeksi pada pernafasan yang sudah sangat parah juga mempengaruhi kondisi ini.

Untuk dapat terhindar dari batuk rejan ini sebaiknya melakukan vaksinasi pertussis pada anak-anak, biasanya disebut dengan DPT, yang bertujuan untuk mencegah batuk rejan menyerang.