Penyakit Bronkitis Gejala Penyebab Mengobati

Bronkitis adalah penyakit pada saluran pernafasan yang disebabkan karena infeksi oleh virus, bakteri, maupun mikroorganisme yang menyerang pada dinding bronkus sehingga menyebabkan terjadinya peradangan. Bronkus merupakan semacam pipa pada saluran pernafasan yang berfungsi sebagai penyalur udara agar bisa masuk dan keluar dari paru-paru.

Dinding bronkus memproduksi lendir atau dahak yang berfungsi sebagai penahan dari debu dan partikel-partikel lain yang menjadi penyebab iritasi pada paru-paru, agar tidak bisa masuk kedalamnya.

Apabila pada bronkus mengalami infeksi maka mukosa atau dahak yang diproduksi akan meningkat, yang menyebabkan bronkus akan mengembang dan menyebabkan terjadinya pembengkakan dan penyempitan. Kondisi ini bahkan dapat berakibat saluran pernafasan mengecil, sehingga memaksa tubuh untuk mengeluarkan dahak tersebut melalui batuk dan terkadang sampai mengalami sesak nafas di dada.

Pada sebagian banyak orang terkadang sering salah mendefinisikan antara bronkitis dan penyakit saluran pernafasan yang lainnya. Ini dikarenakan hampir semua jenis penyakit paru-paru ini memiliki gejala yang sama pada umumnya. Meski pada umumnya mempunyai gejala yang sama, tetapi ada beberapa hal pada gejala-gejala tersebut yang menandakan bahwa seseorang terkena penyakit bronkitis.

Bronkitis akut

Pada bronkitis akut, terjadinya infeksi hanya berlangsung kurang lebihnya sekitar 1-3 minggu, jenis bronkitis ini adalah jenis yang paling umum dan yang paling banyak kita jumpai di masyarakat. Jika sistem pertahanan tubuh dalam keadaan sehat, maka bronkitis akut ini akan bisa membaik dengan sendirinya. Biasanya hanya diderita dalam hitungan hari. Hal ini dapat mempengaruhi produksi mukosa bisa kembali normal. Apabila mengalami serangan bronkitis akut yang sering berulang, maka dapat menyebabkan lemahnya bronkus dan mudah mengalami iritasi sehingga dalam waktu yang lama bisa mengarah pada bronkitis kronis.

Penyebab bronkitis akut

  • Meski didominasi karena infeksi virus, tak jarang pula terjadi karena terinfeksi oleh bakteri.
  • Tonsil atau amandel yang mengalami pembengkakan.
  • Memiliki alergi terhadap udara terutama udara yang terkontaminasi oleh zat-zat yang berbahaya.
  • Karena menderita sinusitis.

Gejala bronkitis akut

  • Batuk berdahak yang sifatnya menetap hingga beberapa hari setelah peradangan.
  • Dahak yang dikeluarkan berwarna bening, kuning atau hijau.
  • Biasanya tidak disertai dengan demam, meskipun terjadi hanya demam ringan.
  • Mengalami nyeri di bagian dada.
  • Berkeringat dingin.

Mengobati bronkitis akut

Karena bronkitis akut adalah sejenis penyakit yang dapat sembuh sendirinya dengan melakukan perawatan yang tepat, maka pengobatan medis pada bronkitis ini tidaklah terlalu diperlukan. Biasakan mengkonsumsi banyak air putih tetapi tidak berlebihan dan beristirahat yang cukup, dapat membantu memulihkan keadaan.

Apabila mengalami serangan bronkitis akut hingga berulang-ulang, maka hal ini akan memungkinkan seseorang mengalami bronkitis kronis. Serangan yang berulang ini dapat membuat bronkus menjadi tertekan dan kehilangan kekuatannya.


Bronkitis kronis

Bronkitis kronis terjadi karena kebiasaan merokok dimana zat-zat yang terkandung di dalam rokok ini akan menyebabkan kerusakan stuktur pada silia atau rambut-rambut kecil yang terdapat di dalam paru-paru. Silia ini berfungsi untuk membersihkan pipa pada saluran pernafasan dari kotoran dan membersihkan mukosa yang berlebihan.

Beberapa kasus pada perokok berat dapat menyebabkan silia ini akan kehilangan fungsinya sama sekali bahkan berhenti. Kondisi ini mengakibatkan tersumbatnya paru-paru karena mukosa diproduksi secara berlebihan. Mukosa dan kotoran yang ada di dalam paru-paru akan mengalami penumpukkan dan menyebabkan penebalan pada dinding bronkus karena tidak dapat dikeluarkan.

Penyebab bronkitis kronis

  • Bronkitis akut yang terjadi hingga berulang-ulang.
  • Perokok berat atau kebiasaan merokok.
  • Lingkungan pekerjaan yang mengandung resiko terpapar debu dan asap.
  • Polusi udara akibat tingginya kadar sulfur dioksida dan akibat dari polutan-polutan lainnya.

Gejala bronkitis kronis

  • Batuk berdahak yang menetap hingga 3 bulan dalam kurun waktu setahun dan berulang ditahun berikutnya.
  • Batuk akan memburuk terutama pada pagi hari dan udara dingin.
  • Dahak yang dikeluarkan berwarna kuning, putih, dan hijau.
  • Demam tinggi atau peningkatan suhu tubuh.
  • Mengalami sesak nafas.
  • Terlalu sering pilek dan flu.
  • Sakit kepala dan sering mengalami kecapekan.
  • Berkurangnya pengelihatan.

Apabila gejala yang dialami semakin memburuk, maka segera cari pengobatan medis untuk mendapatkan penanganan dan perawatan secepatnya, agar terhindar dari resiko yang lebih parah. Gejala-gejala yang lebih parah dapat meliputi:

  • Keadaan dimana batuk dan gejala yang lainnya dialami lebih dari 14 hari.
  • Kesulitan tidur atau tidak bisa tidur.
  • Demam tinggi diatas 38 °C.
  • Dahak yang dikeluarkan semakin gelap warnanya.
  • Pada dahak terdapat darah.
  • Diikuti dengan bersin-bersin yang hebat, sesak nafas yang menyakitkan.

Mengobati bronkitis kronis

Pengobatan yang dilakukan pada bronkitis kronis bersifat simptomatik yaitu pengobatan yang bertujuan hanya untuk mengurangi gejala-gajala yang dialami saja, seperti contohnya meredakan demam dan mengurangi rasa tidak nyaman pada tubuh.

Menghindari asap rokok, menghindari tempat-tempat yang kotor, menjaga kebersihan diri dan lingkungan tempat tinggal, serat menggunakan masker untuk melindungi mulut dan hidung dapat berguna dalam mengurangi resiko terkena penyakit bronkitis.