Penyakit Gagal Ginjal Kronis

Gagal ginjal kronis adalah salah satu jenis penyakit ginjal dimana terjadi penurunan tingkat filterisasi glomerulus dalam kurun waktu kurang lebihnya 3 bulan atau lebih. Kondisi ini dikarenakan ginjal mengalami kerusakan sehingga fungsi dan kinerja normal ginjal dalam menyaring racun, zat-zat yang sudah tidak terpakai lagi, dan cairan mengalami gangguan, yang mengakibatkan penumpukan yang berlebihan dalam darah.

Penyakit gagal ginjal kronis tidak dapat disembuhkan, bahkan dalam periode waktu yang bertahun-tahun dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal secara permanen. Orang dengan penyakit gagal ginjal kronis ini tidak dapat hidup tanpa melakukan terapi cuci darah, bahkan harus memerlukan transplantasi darah.

Mengapa harus melakukan cuci darah?

Tindakan cuci darah atau Hemodialisis adalah salah satu upaya medis untuk membersihkan racun atau toksin yang berada dalam darah, karena ginjal tidak mampu lagi melakukan fungsinya sebagai penyaring, sehingga sisa dari metabolisme tubuh ini tidak bisa dikeluarkan dan berakibat terjadinya penumpukan dalam darah.

Berikut ini adalah keadaan pasien yang harus memerlukan cuci darah, antara lain:

  • Kondisi pH pada darah pasien yang sangat rendah dan tidak dapat dinaikkan lagi walaupun dengan menggunakan obat-obatan sekalipun.
  • Mengalami keracunan.
  • Keadaan pasien dimana tingkat sisa metabolisme ureum yang terdapat dalam tubuh sangat tinggi sekali disertai dengan gejala klinis seperti mual, muntah, cegukan yang tidak berhenti, mengalami penurunan kesadaran, bahkan dapat mengakibatkan kejang.
  • Gangguan elektrolit yaitu kondisi yang terjadi karena kelebihan kalium menjadi hiperkalemi, yang dapat berakibat pada gangguan jantung jika tidak segera diatasi.
  • Terjadi penumpukan cairan secara berlebihan pada paru-paru atau disebut dengan edema paru yang dapat mengakibatkan terjadinya sesak nafas.

Penyebab gagal ginjal kronis

Semakin bertambahnya usia pada seseorang, maka resiko terkena penyakit gagal ginjal kronis akan semakin besar. Banyak faktor dan penyebab gagal ginjal kronis yang dapat mempengaruhi seseorang terkena penyakit ini. Ada dua hal yang dapat menjadi pemicu penyakit gagal ginjal kronis berdasarkan dari faktor dan penyebabnya.

Faktor resiko yang dapat meningkatkan penyakit gagal ginjal kronis:

  • Karena riwayat penyakit diabetes melitus
  • Penyakit tekanan darah tinggi
  • Mengalami penyakit jantung
  • Karena merokok
  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Menderita kolesterol tinggi
  • Karena riwayat keluarga atau genetik
  • Berusia diatas 65 tahun atau lebih

Penyebab gagal ginjal kronis pada umumnya:

  • Penyakit diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2
  • Tekanan darah tinggi
  • Terjadi pembesaran prostat
  • Mempunyai penyakit batu ginjal
  • Mengidap kanker kandung kemih
  • Adanya kanker ginjal
  • Vesicoureteral reflux, kondisi dimana urin masuk kembali ke dalam ginjal
  • Glomerulonefritis
  • Penyakit lupus
  • Scleroderma
  • Vaskulitis
  • Kerusakan yang terjadi pada arteri yang membawa darah menuju ke dalam ginjal

Gejala gagal ginjal kronis

Tidak terdeteksinya gejala gagal ginjal kronis pada awalnya sering membuat seseorang tidak menyadari jika telah mengalami kerusakan pada ginjal karena gejala yang terjadi terus berkembang dan berlanjut setiap waktunya. Seandainya mengalami gejalapun akan berpikir bahwa ini adalah gejala penyakit yang lainnya. Sehingga pada saat mengunjungi dokter gejala yang dialami sudah dalam keadaan yang sangat parah bahkan sudah mencapai pada stadium lanjut.

Gejala awal pada penyakit gagal ginjal kronis ini meliputi:

  • Seringnya mengalami cegukan.
  • Kelelahan fisik.
  • Mengalami gatal pada kulit atau pruritus.
  • Sering mengalami mual, muntah, dan sakit kepala.
  • Mengalami penurunan berat badan secara drastis.

Gejala yang muncul seiring dengan berkembangnya kerusakan pada ginjal, diantaranya:

  • Mengalami muntah darah.
  • Buang air besar bercampur dengan darah.
  • Peningkatan jumlah urin secara drastis atau penurunan volume urin sehingga menjadi berkurang dan sedikit.
  • Sering mengalami kesemutan terutama pada bagian kaki dan tangan.
  • Otot sering mengalami kram dan kaku.
  • Pada kondisi yang serius dapat menyebabkan kejang.
  • Terjadinya uremic frost atau es uremik, yaitu munculnya semacam kristal berwarna putih yang terbentuk pada kulit.

Diagnosa gagal ginjal

Segera kunjungi dokter ahli spesialis penyakit dalam atau internis jika mengalami gejala tersebut, guna mendapatkan penangan yang tepat. Pada awal kunjungan ke dokter, biasanya dokter akan menanyakan keluhan yang dialami. Dokter juga akan bertanya tentang riwayat kesehatan keluarga, apakah pada keluarga pasien ada yang mempunyai riwayat mengidap penyakit gagal ginjal kronis ini. Selanjutnya dokter akan melakukan beberapa tes lanjutan untuk lebih meyakinkan diagnosa dokter. Tes yang dilakukan antara lain adalah tes darah, tes urin, tes pencitraan menggunakan CT-Scan atau USG dan biopsi pada ginjal.

Komplikasi yang dapat terjadi pada penyakit gagal ginjal kronis, yaitu:

  1. Mengalami kelebihan cairan, efek dari hal ini dapat menyebabkan kejang dikarenakan minum banyak minum air sehingga kadar gula dapat meningkat.
  2. Hiperkalimea, kondisi dimana jantung mengalami penurunan fungsi bahkan bisa sampai berhenti bekerja karena tingginya kadar kalsium, sehingga dapat berujung pada kematian.
  3. Asidosis metabolik, kondisi tubuh yang kesulitan mengatur pH dalam darah karena tidak berfungsinya ginjal sebagai filter penyaring cairan, asam, dan elektrolit.
  4. Mineral dan tulang mengalami gangguan, hal ini terjadi karena kekurangan kadar kalsium sehingga menyebabkan kerapuhan pada tulang dan mudah patah.
  5. Hipertensi.
  6. Anemia, produksi eritrosit berkurang sehingga akan berakibat pada menipisnya sumsum tulang.
  7. Dislipidemia, yaitu sulitnya pengontrolan kadar kolesterol, sehingga menyebabkan kadar kolesterol mengalami peningkatan.

Pengobatan gagal ginjal kronis

Seperti diketahui bahwa penyakit gagal ginjal kronis ini tidak dapat disembuhkan. Pengobatan gagal ginjal kronis lebih bersifat simptomatis, yaitu pengobatan yang bertujuan hanya untuk meringankan gejala yang dialami. Namun pada penyakit gagal ginjal ini mempunyai tiga penanganan yang lebih difokuskan pada:

  • Menghentikan perkembangan pada penyakit gagal ginjal kronis.
  • Mengatasi penyebab yang menjadi pemicu penyakit gagal ginjal kronis.
  • Mengatasi komplikasi yang terjadi.

Dokter akan memberikan obat-obatan untuk mengontrol dan menurunkan pada komplikasai yang terjadi. Walupun demikian tidaklah semuanya akan berhasil, jika kondisi yang dialami sudah sangat parah, dokter akan menyarankan untuk melakukan cuci darah atau dialisis, bisa juga dengan melakukan transplantasi ginjal.

Pencegahan penyakit gagal ginjal kronis

Jika penerapan pola dan gaya hidup yang sehat bisa dijalani dengan benar, maka hal tersebut sedikit banyak membantu mengurangi resiko penyakit gagal ginjal kronis.

Cara mencegah gagal ginjal kronis antara lain:

  • Membatasi asupan garam.
  • Kontrol berat badan ideal.
  • Apabila minum obat yang dijual bebas sebaiknya baca dengan teliti aturan pemakaiannya dan efek sampingnya.
  • Berolah raga secara teratur.
  • Hindari minuman beralkohol.
  • Berhenti merokok.

Pada dasarnya menjalani hidup sehat adalah obat dari segala penyakit, sehingga tidak perlu harus mengeluarkan biaya yang sangat banyak. Rutin berkonsultasi dengan dokter terkait dengan masalah kesehatan tubuh agar terhindar dari resiko yang lebih buruk.