Home » Sakit Kepala

Vertigo Penyebab Gejala Pengobatan

  •  Roswati

Vertigo Penyebab Gejala Pengobatan

Vertigo adalah perasaan pusing dan sensasi seperti berputar yang dialami oleh tubuh dan lingkungan yang berada disekitarnya, sehingga dapat mengakibatnya hilangnya keseimbangan tubuh. Hilangnya keseimbangan ini terjadi karena adanya respon yang tidak normal terhadap sinyal yang dikirim ke dalam otak. Vertigo biasa dialami oleh orang dewasa dan lanjut usia. Serangan pada vertigo dapat terjadi selama beberapa detik bahkan dalam serangan yang hebat, pada vertigo ini dapat berlangsung hingga berhari-hari lamanya.

Ketika mengalami serangan, penderita vertigo akan merasakan seolah-olah dirinya dan benda yang berada di sekitarnya seperti berputar-putar. Padahal pada kondisi yang sebenarnya benda-benda tersebut berada dalam posisi yang tidak bergerak atau diam. Vertigo dapat dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan pada gejala yang dialami.

Gejala vertigo berdasarkan jenisnya

Vertigo perifer
Ini adalah keadaan dimana pada sistem pendengaran bagian kanalis semisirkularis mengalami gangguan, yang disebabkan karena tidak berfungsinya perifer hingga sampai ke batang otak. Kanalis semisirkularis adalah pengontrol untuk menjaga keseimbangan tubuh. Pada vertigo perifer mengalami serangan dengan mendadak dan sangat cepat dalam hitungan detik, intensitas yang dialami pada vertigo perifer ini dimulai dari sedang hingga yang parah.

Gejala:

  • Penglihatan menjadi gelap.
  • Lebih cepat merasa lelah.
  • Mengalami penurunan stamina tubuh.
  • Kehilangan keseimbangan.
  • Kehilangan fokus dan konsentrasi.
  • Mengalami mual dan muntah.
  • Perasaan yang lebih peka terhadap cahaya dan suara.

Vertigo aentral
Ini adalah keadaan dimana terjadi kehilangan keseimbangan pada pusat otak, yang berhubungan dengan penyakit yang mempengaruhi pada batang otak atau cerebellum. Serangan yang terjadi pada vertigo sentral adalah muncul secara perlahan-lahan bahkan terkadang tidak disadari oleh penderitanya sendiri, intensitas serangannya pun cenderung ringan hingga sedang.

Gejala:

  • Melihat sebuah benda menjadi dua.
  • Kesulitan menelan makanan.
  • Mengalami kelumpuhan pada otot-otot wajah.
  • Sakit kepala yang hebat.
  • Gangguan pada kesadaran.
  • Hilangnya sistem koordinasi pada tubuh.
  • Mengalami mual dan muntah.
  • Perasaan lemas pada tubuh.

Vertigo vestibuler
Pada vertigo vestibuler, gangguan yang dialami terjadi pada organ vestibuler, dimana pada vertigo vestibuler ini mengalami perasaan seperti melihat benda-benda yang berada disekitarnya menjadi naik turun. Hampir tidak diketemukan gejala pada vertigo vestibuler ini, hanya saja benda-benda yang berada disekitarnya menjadi naik turun.

Vertigo non vestibuler
Ini adalah vertigo yang menganggu pada sistem regulator keseimbangan, sehingga pada penderita vertigo non vestibuler ini kesulitan dalam menggambarkan gejala yang dialami. Namun ada gejala umum yang dirasakan seperti pusing, di dalam kepala terasa kosong, dan pandangan mata menjadi gelap.

Penyebab vertigo

Pada beberapa kasus besar yang dialami penderita vertigo, penyebab vertigo adalah karena gerakan tubuh yang secara mendadak dilakukan, seperti ketika mengubah posisi pada kepala dan posisi yang terjadi ketika bangun dari duduk atau jongkok dengan cepat, dapat menjadi pemicu terjadinya vertigo. Vertigo dapat di deskripsikan pada keadaan seolah-olah penderita sedang mengalami perasaan seperti berputar, berayun, ketidakseimbangan pada tubuh, dan merasa ditarik pada salah satu sisi atau arah.

Vertigo seringkali disebabkan kelainan yang terjadi dalam bagian telinga, yang mengganggu pada sistem keseimbangan tubuh. dapat juga dipicu karena masalah yang terjadi pada sistem saraf pusat dan sumsum tulang belakang.

Penyebab vertigo pada umumnya antara lain:

  1. Adanya kristal kalsium karbonat berupa fragmen-fragmen kecil yang terlepas dan menggumpal di dalam kanal bagian dalam telinga, dimana telinga bagian dalam ini mempunyai peranan mengirimkan sinyal ke dalam otak terkait dengan gerakan pada tubuh dan keseimbangan terhadap gravitasi, biasanya diperparah dengan perubahan posisi yang terjadi pada kepala, pada saat miring atau ketika berdiri yang dilakukan dengan tiba-tiba.
  2. Penyakit meniere yaitu penumpukan cairan dan perubahan tekanan pada telinga bagian dalam sehingga menyebabkan terganggunya indra pendengaran dan telinga berdengung.
  3. Vestibular neuritis yaitu peradangan yang terjadi pada saraf yang menyebar hingga pada labirin atau struktur yang halus yang terdapat di telinga bagian dalam karena terinfeksi oleh virus. Labirin sendiri merupakan saluran yang berisi cairan yang bertugas untuk mengendalikan indera pendengaran dan keseimbangan.
  4. Migrain yaitu sakit kepala hebat yang dialami pada sebagian kepala sebelah atau bisa terjadi pada kedua sisinya.
  5. Apabila mengalami cedera akibat kecelakaan sehingga menyebabkan trauma pada kepala, dapat menjadi penyebab rusaknya telinga bagian dalam.
  6. Pemakaian obat-obatan dalam jangka waktu yang panjang.
  7. Adanya tumor otak dan kanker otak.
  8. Penggunaan obat-obatan yang berlebihan.

Diagnosa vertigo

Dokter akan menyakan tentang perihal keluhan yang dirasakan, juga melakukan pemeriksaan fisik. Beberapa prosedur tes akan disarankan guna lebih memastikan gejala yang dialami. Tes yang dilakukan adalah electronystagmorgraphy dan videonystagmography. Tujuan dilakukan tes tersebut untuk mendeteksi gerakan pada mata yang tidak normal. Tes yang selanjutnya adalah MRI dan tes pendengaran.

Pengobatan vertigo

Obat yang diberikan oleh dokter pada umunya berdasarkan pada jenis dan penyebab vertigo sesuai dengan hasil dari diagnosis. Pada umunya, vertigo yang belum parah hanya akan diberi obat untuk mengatasi mual. Jeni obat mual ini adalah dimenhidrinat yang terkandung didalam obat anti mabuk. Penggunaan obat-obatan untuk mengatasi vertigo tidak dianjurkan untuk penggunaan dalam jangka waktu yang panjang.

Cara mencegah vertigo

  1. Hindari gerakan secara mendadak atau tiba-tiba.
  2. Pada saat tidur gunakan bantal yang lebih tinggi dan mengatur posisi kepala.
  3. Gerakkan kepala secara hati-hati dan perlahan.
  4. Gunakan pelindung kepala untuk mencegah terjadinya cedera ketika beraktifitas maupun berkendaraan.
  5. Hindari gerakan yang terlalu sering menunduk, jongkok, atau membungkuk.
  6. Menjaga kebersihan tubuh terutama bagian telinga.

Menerapkan pola gaya hidup yang lebih sehat dengan mengkonsumsi makanan yang bernutrisi dan mengkonsumsi buah-buahan yang banyak mengandung air seperti apel, belimbing, jeruk dan sebagainya. Berolah raga ringan secara rutin dan selalu mengendalikan diri terkait dengan pikiran.

Bagikan