Home » Kanker

Penyakit Kanker Lambung Penyebab Gejala Pengobatan

  •  Roswati

Kanker tidak hanya  menyerang bagian-bagian tubuh kita seperti pada otak, hati, dan paru-paru. Salah satu organ tubuh kita yang juga bisa terkena kanker adalah lambung. Kanker lambung ini biasa disebut dengan gastric cancer. Gastric cancer ini adalah suatu penyakit yang menyerang dan menggerogoti bagian lambung dalam rongga perut manusia yang merupakan salah satu bagian dari sistem pencernaan, tepatnya pada lapisan mukosa. Kanker ini dapat berkembang di dalam perut manusia dan bisa menyebar ke organ lainnya terutama esophagus.

Penyakit kanker lambung biasanya diidap pada orang-orang berusia 40th  keatas dan terkadang bisa menyerang pada individu yang lebih muda. Pada umumnya penyakit ini lebih banyak dijumpai pada laki-laki daripada perempuan. Secara menyeluruh atau global, kanker lambung ini merupakan penyebab kematian nomor 2 di dunia yang diakibatkan oleh kanker. Kanker lambung bisa dikelompokkan menjadi beberapa macam kelompok berdasarkan pada bagian mana lambung yang terserang, yaitu:

  1. Adenocarcinoma, yaitu kanker yang menyerang sel-sel pada bagian mukosa atau lapisan dalam lambung yang memproduksi cairan seperti lender atau mucus. Jenis ini adalah jenis yang paling umum dari kanker lambung.
  2. Limfoma lambung, yaitu jenis kanker yang menyerang sistem jaringan limfatik atau jaringan yang bisa membantu melawan infeksi.
  3. Tumor stoma gastrointestinal ( GIST ), yaitu jenis kanker yang menyerang jaringan ikat atau otot-otot yang ada di dalam perut, seperti lemak, otot perut, dan pembuluh darah.
  4. Carcinoid, yaitu jenis kanker yang menyerang sel-sel penghasil hormon yang diproduksi di dalam lambung.

Penyebab kanker lambung

Sampai sejauh ini penyebab kanker lambung belum diketahui secara detail apa penyebabnya, Namun secara pasti penyakit ini berhubungan dengan peradangan yang terjadi pada lambung atau gastritis yang diikuti dengan penyusutan lambung. Kanker ini terjadi ketika sel-sel didalam lambung bekerja secara tidak terkendali. Akibatnya sel-sel yang mulanya mempunyai sifat normal dan membantu tubuh untuk berfungsi dengan baik dan benar justru terakumulasi menjadi kanker yang sifatnya merusak dan dapat menjalar kebagian-bagian tubuh yang lainnya.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terkena penyakit kanker lambung, diantaranya:

  • Berusia lebih dari 40 th keatas dan berjenis kelamin laki-laki.
  • Faktor genetik atau riwayat medis keluarga, contohnya jika ada dalam keluarga yang mengidap penyakit kanker lambung ini, maka akan beresiko menurunkan pada keturunannya.
  • Penyakit tukak lambung yaitu sejenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri helicobacter pylori yang menginfeksi pada lapisan lambung dan dapat menyababkan peradangan yang kronis.
  • Menderita anemia pernicious keadaan di mana pada saluran pencernaan tidak dapat menyerap vitamin B12 dengan baik, dikarenakan adanya penurunan jumlah sel darah merah.
  • Menderita radang lambung atau infeksi lambung kronis dalam waktu yang lama.
  • Pola dan gaya hidup yang salah seperti merokok yang dapat menjadi pemicu terkena kanker lambung, karena didalam rokok terdapat za-zat yang dapat merusak lambung, sehingga seorang perokok akan memiliki resiko dua kali lipat tekena kanker lambung.
  • Makanan yang dikonsumsi terlalu banyak mengandung aflatoksin, makanan yang berkadar garam tinggi seperti daging atau ikan yang diasinkan dan diasapkan, makanan yang mengandung pengawet nitrat, sayur-sayuran yang diawetkan dengan asam. Kondisi ini bisa menjadi lebih buruk dengan kurangnya mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan.

Beberapa gambaran secara klinis mengenai penyakit kanker lambung

Karena tidak adanya gejala klinis sama sekali pada awal perkembangannya, maka pendeteksian dini kanker lambung ini sulit untuk dilakukan sehingga kanker lambung sering terlambat untuk diketahui. Seseorang yang kehilangan selera makan, penurunan berat badan yang drastis dan sakit kronis pada bagian perut. Akan tetapi rasa sakit pada perut atau dispepsia yaitu rasa tidak nyaman yang terjadi diperut bagian atas adalah gejala umum yang terjadi karena naiknya asam lambung atau radang lambung, bahkan dokter pun tidak dapat menduga bahwa itu kanker lambung, sehingga banyak penyakit kanker lambung yang terdeteksi sudah dalam stadium lanjut.

Tahapan perkembangan pada kanker lambung

Untuk menentukan tingkat keparahan pada kanker lambung ini bisa dilakukan melalui beberapa diagnosis, yang akan membantu dokter dalam memberikan penanganan dan pengobatan yang tepat.

Ada 4 tahapan yang dapat menentukan tingkat keparahan penyakit kanker lambung yaitu:

  1. Stadium 1. Pada awal stadium ini kanker sudah mulai tumbuh didalam lapisan jaringan dalam lambung dan sudah mulai menyebar sampai ke kelenjar getah bening terdekat.
  2. Stadium 2. Pada tahap ini kanker yang menyebar didalam kelenjar getah bening semakin meluas, penyebarannya sudah lebih kedalam lapisan otot pada dinding lambung.
  3. Stadium 3. Pada tahap ini seluruh lapisan didalam lambung sudah digerogoti oleh kanker karena banyaknya pertumbuhan kanker kecil yang menyebar kedalam kelenjar betah bening sudah sangat banyak.
  4. Stadium 4. Pada stadium inilah kanker lambung sudah mencapai pada tingkat keparahannya karena kanker telah menyebar semakin jauh kedalam dan mulai menyerang organ-organ tubuh yang lain.

Gejala kanker lambung

Gejala yang terjadi pada kanker lambung seringkali dirancukan dengan gejala yang terjadi pada penyakit tukak lambung atau penyebab kanker lambung. Tetapi kita perlu mewaspadai hal tersebut, pemahaman dan pengertian yang kurang bahwa sakit maag hanya sekedar sakit perut biasa seringkali membuat orang hanya membiarkannya dan mengobatinya dengan membeli obat warung. Padahal sakit maag kronis yang terjadi secara berulang-ulang merupakan cikal bakal terjadinya kanker lambung.

Disamping gejala tersebut, ada beberapa gejala lain yang perlu kita waspadai, antara lain:

  • Nafsu makan yang cenderung menurun dan bahkan perasaan kenyang meskipun belum memasukkan sesuap makanan ke dalam mulut, biasanya diikuti dengan perasaan perut kembung dan sering bersendawa karena banyaknya gas yang ada di dalam perut.
  • Berat badan yang menurun secara drastis, Seringnya merasa kelelahan dan mengalami anemia akibat perdarahan pada lambung, dikarenakan penurunan berat badan hingga 5% atau lebih dalam kurun waktu 3 bulan.
  • Perdarahan yang terjadi pada saat buang air besar dengan darah berwarna hitam.
  • Muntah darah atau hematemesis, dan rasa tak nyaman serta sakit di bagian ulu hati.

Pertumbuhan kanker dan perkembangan gejala kanker lambung pada penderita selalu berbeda-beda, ada yang berkembang secara perlahan-lahan, menengah ataupun cepat. Alangkah baiknya jika sudah mengalami gejala-gejala diatas untuk sesegera mungkin melakukan pemeriksaan dokter, agar dapat dipastikan  diagnosanya sehingga akan mendapatkan pengobatan yang  benar.

Diagnosa kanker lambung

Sebelum melakukan prosedur pemeriksaan pada pasien, dokter akan menanyakan terlebih dahulu pada pasien gejala-gejala apa yang dirasakan dan riwayat kesehatan keluarga. Setelah mendapatkan penjelasan dari pasien dokter akan melakukan pemeriksaan sederhana dengan mengecek perut pasien, adakah pembengkakan disekitar perut. Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti:

  • Pemeriksaan tinja untuk memeriksa keberadaan darah yang terdapat pada feses.
  • Pemeriksaan darah
  • Endoskopi yaitu pemeriksaan dengan memasukkan alat khusus seperti selang berukuran kecil yang dilengkapi dengan kamera yang dimasukkan melalui kerongkongan ke dalam lambung sehingga dapat melihat secara langsung keadaan lambung dan dokter bisa mengambil sample jaringan didalam lambung guna penelitian di laboratorium.
  • Pemeriksaan dengan menggunakan sinar-X untuk menemukan sel-sel kanker yang tersembunyi sekalipun yang ada di mukosa dan submukosa. Sebelum melakukan prosedur ini, pasien akan diberikan cairan yang mengandung barium, yaitu zat yang akan diminum pasien untuk membantu sinar-X menghasilkan gambar pada monitor. 6 jam sebelumnya pasien tidak boleh mengkonsumsi makanan atau minuman. Prosedur ini hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Barium ini mempunyai efek samping yang akan dirasakan oleh pasien setelah melakukan pemeriksaan seperti mual dan konstipasi.
  • Dengan CT scan untuk menjelaskan adanya ruang lingkup pertumbuhan sel-sel kanker yang terlibat. Apakah kanker ini hanya terdapat di dalam lambung saja atau sudah menyebar jauh kedalam organ-organ yang lain. Pemindaian dengan menggunakan serangkaian sinar-X dan monitor ini bisa dapat memperlihatkan gambar tubuh secara terperinci.
  • Gastroskopi adalah salah satu metode yang terbaik untuk mendiagnosis lebih dini penyakit kanker lambung, yang berfungsi mengidentifikasikan apakah ulkus tersebut jinak atau ganas, yang digunakan untuk menentukan jenis tumor dan infiltrasi lingkup lambung. Pasien yang mempunyai gejala refluks asam lambung atau sensasi perasaan terbakar pada perut sebaiknya menggunakan pemeriksaan ini.
  • Bedah laparoskopi dengan cara memasukkan sebuah alat berkamera yang disebut dengan laparoskopi. Melalui sayatan kecil dibagian paling bawah perut pasien. Untuk membuat sayatan kecil ini pasien tentunya akan dibius terlebih dahulu. Bedah laparoskopi ini ini bertujuan untuk melihat secara langsung kedalam lambung dengan lebih jelas dan rinci, sehingga dokter dapat mengetahui apakah kanker lambung sudah menyebar kebagian peritoneum atau lapisan pada rongga perut.
  • USG, yaitu pemeriksaan menggunakan gelombang ultrasound ini berfungsi untuk mengetahui apakah kanker lambung sudah menyebar dan menyerang organ hati.
  • Endoscopic Ultrasound adalah suatu pemeriksaan sejenis ultrasonografi melaui saluran pencernaan untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik dibandingkan menggunakan USG.

Selain penggunaan metode-metode pemeriksaan diatas, untuk pendiagnosaan pada kanker lambung, sebuah rumah sakit di Guangzhou, memperkenalkan jenis diagnose dengan menggunakan sistem endoskopi kapsul intelligent atau endoskopi kapsul, pemeriksaan jenis ini jauh lebih mudah dan tidak menimbulkan rasa sakit. Pasien akan diminta menelan sebuah kapsul khusus, dimana kapsul akan masuk melaui peristaltic otot gastrointestinal, kemudian kapsul ini akan masuk lebih dalam lagi melalui jalan | saluran pencernaan lambung – duodenum – jejunum – ileum – usus besar | kemudian yang terakhir masuk ke dalam rectum.

Kapsul ini akan menstransfer gambar berupa sinyal digital ke alat perekam portable pasien. Proses ini membutuhkan waktu kurang lebihnya 8 – 10 jam, dan pada saat proses ini berjalan, pasien diperbolehkan meninggalkan rumah sakit dan bisa beraktivitas secara normal. Pasien hanya perlu megembalikan logger data jika waktu pemeriksaan ini selesai.

Logger data ini akan memberikan data kepada dokter apakah ada perubahan pada kerongkongan, lambung, usus kecil dan usus besar yang kemudian dokter  akan membuat sebuah diagnosis. Kapsul ini akan keluar dengan sendirinya melalui kotoran pada saat buang air besar. Kapsul endoskopi ini memberikan keuntungan pada pasien karena tidak menimbulkan rasa sakit ketika pemeriksaan, bagi dokterpun akan lebih mudah melakukan pemeriksaan pada usus kecil yang mempunyai panjang sekitar 5–7 m untuk pendiagnosaan dini, sehingga dapat diobati secepat mungkin.

Pengobatan kanker lambung

Pengobatan kanker lambung bertujuan untuk menyembuhkan penyakit ini sampai tuntas hingga keakar-akarnya. Walaupun memang sulit untuk disembuhkan tetapi pengobatan kanker lambung ini bisa bertujuan untuk memberikan efek senyaman mungkin pada pasien dengan mengurangi gejala yang dirasakan. Cara mengobati kanker lambung ini biasanya disesuaikan dengan tingkat keparahan dan jenis kanker.

Ada beberapa macam jenis pengobatan untuk kanker lambung, antara lain:

  1. Pembedahan (Gastrektomi) dilakukan untuk membuang seluruh atau sebagian beberapa jaringan dalam lambung. Pembedahan ini adalah salah satu jenis pengobatan yang sangat efektif, selain untuk mengangkat sel-sel kanker, pengobatan ini bertujuan untuk mengurangi komplikasi kanker, seperti terjadinya penyumbatan lambung atau perdarahan pada lambung akibat kanker. Pembedahan dilakukan dengan menyesuaikan letak kanker di dalam lambung. Setiap operasi atau pembedahan selalu ada resiko yang terjadi, beberapa resiko tersebut diantaranya adalah perdarahan, gangguan pencernan, dan kemungkinan terkena infeksi.
  2. Radioterapi, sebelum melakukan operasi atau pembedahan, radioterapi ini berfungsi untuk memperkecil ukuran tumor lambung sehingga memudahkan dalam pengangkatan, tujuan dari pengobatan radioterapi ini adalah membunuh sel-sel kanker dengan menggunakan pancaran energi radiasi, dan menghentikan terjadinya perdarahan kanker khususnya pada pasien kanker lambung lanjutan. Efek samping dari pengobatan radioterapi ini biasanya pasien akan mengalami iritasi atau warna kehitaman pada kulit di sekitar area yang diobati, diare, mual, muntah, dan gangguan pencernaan.
  3. Kemoterapi, terapi ini dilakukan setelah melakukan pembedahan atau operasi. Tujuannya adalah untuk menghancurkan sisa-sisa sel-sel kanker dan pengontrolan perpindahan sel kanker. Pengobatan ini juga dapat membantu memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker. Seperti pada radioterapi, pada kemoterapi juga mempunyai efek samping yang hampir sama yaitu; mual, muntah, diare, badan terasa lelah, anemia, kerontokkan pada rambut, kerusakan saraf, serta penurunan nafsu makan.

Pencegahan kanker lambung

Pencegahan pada kanker lambung dapat dilakukan dengan beberapa hal, antara lain:

  • Konsumsi banyak air putih sesuai dengan porsi dan ukurannya.
  • Konsumsi makan makanan bergizi 4 sehat 5 sempurna.
  • Kurangi konsumsi garam yang berlebihan, jenis-jenis makanan yang diasapi, makanan yang dibakar atau digoreng.
  • Perbanyak mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran.
  • Hindari kebiasaan buruk merokok dan pengkonsumsian alcohol.
  • Selalu berhati-hati, Jangan mengabaikan obat, dan mengikuti anjuran dokter untuk minum obat secara rutin sampai tuntas. Hindari obat-obatan seperti anti inflamasi non-streroid tanpa sepengetahuan dari dokter.
Bagikan