Home » Kanker

Kanker Hati Penyebab Gejala Pengobatan

  •  Roswati

Kanker Hati Penyebab Gejala Pengobatan

Kanker hati adalah tumbuh dan berkembangnya sel-sel hati secara abnormal, dimana sel hati yang baru akan menyebabkan terjadinya penumpukan dan membentuk suatu jaringan atau massa yang disebut dengan tumor. Tumor ada dua yaitu tumor jinak dan tumor ganas, tumor jinak tidak memiliki kemampuan untuk menyebar ke jaringan tubuh yang lain, sementara tumor ganas memiliki kemampuan atau dapat menyebar ke jaringan organ tubuh yang lainnya. Tumor ganas inilah yang disebut dengan kanker.

Letak hati terdapat di bagian kanan perut sebelah atas dan di bawah diagfragma. Hati merupakan organ yang penting bagi tubuh dan memiliki banyak fungsi, diantaranya sebagai penetralisir racun, menyimpan nutrisi, penghasil protein, membantu tubuh untuk mengontrol penggumpalan darah, dan pengubah lemak menjadi energi. Hati terdiri dari 2 macam tipe sel yaitu sel hati hepatosit  dan sel saluran empedu atau kolangiosit.

Kanker hati terjadi ketika sel hati berubah menjadi sel kanker, sementara sel kanker ini mulai tumbuh dan berkembang dengan tidak terkontrol pada organ hati. Kanker hati primer adalah sel-sel kanker yang berasal dari organ hati itu sendiri. Sedangkan kanker hati sekunder adalah sel kanker yang muncul karena terjadi persebaran yang berasal dari sel kanker pada organ atau jaringan tubuh yang lainnya.

Kanker hati primer terdapat beberapa tipe, yaitu:

  1. Karsinoma hepatoseluler adalah jenis kanker hati yang paling umum menyerang pada anak-anak dan orang dewasa. Awal munculnya sel kanker hati ini berasal dari sel hati (hepatosit).
  2. Karsinoma cholangio adalah munculnya sel kanker yang berawal dari saluran kantung empedu.
  3. Hepatoblastoma adalah salah satu jenis tipe kanker yang tergolong langka, dimana hepatoblastoma menyerang anak-anak dengan usia dibawah 4 tahun.
  4. Angio sarkoma dan Hemangio sarkoma adalah sel kanker yang langka dan berawal dari pembuluh darah di hati dan pertumbuhannya sangat cepat.

Penyebab kanker hati

Menurut beberapa penelitian penyebab kanker hati karena adanya perubahan susunan DNA pada hati atau mutasi gen. Penyebab spesifik pada perubahan DNA yang hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti. Akan tetapi ada beberapa hal atau faktor yang dapat mengarah pada terjadinya kanker hati ini.

  • Seseorang dengan riwayat penyakit kronis hepatitis tipe B dan C.
  • Kondisi jaringan dalam hati mengalami kerusakan secara perlahan dan terus menerus sehingga tidak dapat disembuhkan.
  • Apabila di dalam keluarga ada yang mengidap penyakit hati maka akan beresiko mewariskan kepada keturunannya.
  • Diabetes.
  • Fatty liver, yaitu terjadinya akumulasi penumpukan lemak di hati.
  • Makanan yang terkena paparan atau terkontaminasi dengan racun aflatoksin, seperti pada jagung dan jenis kacang-kacangan
  • Kelebihan berat badan
  • Obat steroid anabolik jika dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker hati.
  • Zat arsenik yang tercampur pada air minum.

Gejala kanker hati

Gejala kanker hati pada awal kemunculannya tidak menimbulkan gejala yang signifikan. Pada umumnya kanker hati justru terdeteksi ketika dilakukan USG atau CT Scan saat pemeriksaan pada penyakit lainnya. Oleh karena itu penderita pada kanker hati biasanya akan terdeteksi setelah memasuki stadium lanjut. Pada beberapa kasus kecil, kanker hati memiliki tanda seperti rasa sakit yang terjadi secara tiba-tiba pada sisi perut sebelah kanan karena pecahnya tumor.

Gejala kanker hati  antara lain:

  • Tubuh mengalami  kelelahan dan lemas.
  • Warna urin berubah menjadi gelap.
  • Sakit perut di bagian sisi kanan atas.
  • Penurunan berat badan secara drastis tanpa diketahui sebabnya.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Mengalami mual dan muntah.
  • Perut menjadi besar.
  • Mata dan warna kulit menguning.
  • Feses berwarna pucat.

Diagnosa kanker hati

Pada seseorang dengan resiko terhadap kanker hati seperti penderita sirosis, sebaiknya rutin setiap enam bulan sekali untuk melakukan pemeriksaan, terutama tes darah dan USG. Tes darah digunakan untuk mengetahui apakah terdapat kandungan protein dalam darah (alfa fetoprotein/AFP) dan USG yang bertujuan untuk melihat apakah terjadi kelainan dengan organ hati.

Pemeriksaan yang dilakukan dokter terkait dengan kanker hati meliputi:

  • Menganalisa kesehatan secara umum pada pasien dengan memeriksa bagian perut untuk mengetahui apakah terdapat gumpalan yang keras.
  • Tes darah untuk mengetahui kadar AFP pada pasien kanker hati.
  • Untuk mendeteksi apakah terdapat kelainan pada organ hati.
  • CT Scan dan MRI untuk melihat bagian perut secara 3 dimensi sehingga dapat digunakan untuk mengetahui ukuran dan posisi tumor beserta penyebarannya.

Kanker hati memiliki 5 tahapan dalam perkembangannya, yaitu:

  1. Stadium 0
    Ukuran sel kanker masih kurang dari 2 cm. Seseorang pada stadium ini masih memiliki kondisi tubuh yang sehat dan organ hatinya masih berfungsi dengan normal.
  2. Stadium 1
    Kondisi kesehatan seseorang masih sama di stadium O, tetapi ukuran sel kanker sudah berukuran sedikit lebih besar sekitar kurang dari 5 cm.
  3. Stadium 2
    Mulai muncul beberapa sel kanker dalam hati, tetapi belum mempengaruhi fungsi organ hati.
  4. Stadium 3
    Sel kanker sudah mulai menyebar hingga ke pembuluh darah dalam nodus getah bening yang berada di sekitarnya atau pada bagian anggota tubuh yang lainnya. Kondisi kesehatan penderita di stadium ini mulai menunjukkan penurunan karena fungsi dari organ hatinya mulai terganggu.
  5. Stadium 4
    Adalah akhir dari semua stadium, dimana hati telah kehilangan sebagian besar kemampuan dan fungsinya secara normal.

Pengobatan kanker hati

Kanker hati diobati berdasarkan pada tahapannya atau stadium sesuai kondisi kesehatan pasien.

  • Pembedahan.
  • Ablasi tumor dengan tujuan untuk menghancurkan sel kanker hati primer dengan menggunakan panas (ablasi frekuensi radio / RFA) dan percutaneous ethanol injection (PEI) atau dengan menyuntikkan cairan alkohol secara langsung pada sel kanker.
  • Dengan menggunakan obat-obatan anti kanker yang bertujuan untuk menghancurkan dan menekan pertumbuhan sel kanker.
  • Pengobatan terapi dengan tujuan mencegah sel kanker tumbuh dan berkembang, serta untuk mencegah sel kanker membuat pembuluh darahnya sendiri.
  • Operasi transplantasi hati yang dilakukan untuk mengganti organ hati yang sakit dengan organ hati yang sehat.
  • Pembekuan terhadap sel kanker (cryoablation).

Pencegahan kanker hati

Pencegahan penyakit kanker hati sebaiknya dilakukan sejak sedini mungkin untuk menghindari resiko yang lebih berbahaya. Tindakan pencegahan yang paling efektif adalah menghindari hal-hal yang dapat memicu terjadinya kanker hati.

Tindakan yang dapat dilakukan meliputi:

  • Vaksinasi hepatitis B.
  • Berhenti minum yang beralkohol.
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal.
  • Mencegah hepatitis C dengan menghindari seks bebas, suntikan narkoba, dan menggunakan jarum yang masih steril ketika hendak melakukan tindik atau tato.

Yang paling penting dari semua hal diatas adalah mengubah pola hidup yang lebih sehat, makan-makanan yang bernutrisi dan bergizi seimbang serta berolah raga secara rutin dan teratur.

Bagikan