Home » Imunitas

Penyakit Lupus Penyebab Gejala Pengobatan

  •  Roswati

Penyakit lupus adalah salah satu bentuk dari penyakit pada sistem imunitas dengan peradangan kronis akibat kesalahan yang dilakukan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru mengenali sel tubuh yang sehat dan jaringan, sehingga menyerangnya sendiri. Reaksi dari kesalahan sistem imun akan mempengaruhi hampir semua sistem yang terdapat pada organ tubuh seperti pada jaringan otot, tulang, sendi, kulit, ginjal, sistem saraf, jantung, paru-paru, hati, sistem pencernaan, otak, mata, bahkan pada pembuluh darah dan sel-sel dalam darah.

Pada sistem kekebalan tubuh, secara normal akan memproduksi semacam protein antibodi yang bekerja sebagai sistem pertahanan dalam tubuh, yang melindungi tubuh dari serangan mikroorganisme dengan melakukan perlawanan pada mikroorganisme tersebut.

Jenis penyakit lupus

Systemic Lupus Erythematosis
Ini adalah jenis dari penyakit lupus yang paling sering dijumpai pada umumnya. SLE menyerang jaringan dan organ tubuh seperti persendian, paru-paru, ginjal, pembuluh darah, jantung, liver, otak, sistem saraf, dan kulit.

Discoid Lupus Erythematosis
Ini adalah jenis penyakit lupus yang menyerang kulit terutama kulit wajah, leher, dan kulit kepala. Meskipun hal ini hanya mempengaruhi kulit, namun juga akan berpengaruh pada organ yang lain dan dapat menyebabkan mulut dan hidung menjadi terluka.

Drug-Induced Lupus Erythematosis
Ini adalah jenis penyakit lupus yang disebabkan karena mengkonsumsi obat-obatan jenis tertentu. Efek dari obat-obatan tersebut dapat memicu penyebab penyakit lupus. Akan tetapi tidak semua orang yang mengkonsumsi obat-obatan jenis tertentu akan menderita penyakit lupus, mengingat obat-obatan yang dikonsumsi akan memberikan efek samping yang tidak sama pada setiap orang. Biasanya gejala yang muncul pada jenis ini akan hilang setelah menghentikan penggunaan obat-obatan tersebut.

Neonatal Lupus Erythematosis
Ini adalah jenis dari penyakit lupus yang jarang terjadi. Kondisi pada lupus jenis ini akan dijumpai pada bayi yang baru lahir dengan antibodi ibunya yang mempunyai masalah terkait dengan kekebalan tubuh. Meski begitu, ada juga beberapa kasus pada bayi yang dapat terserang meski ibunya dalam kondisi sehat dan tidak memiliki tanda-tanda terhadap penyakit lupus.

NLE pada bayi yang cukup parah dapat menyebabkan bayi mengalami cacat jantung atau bermasalah dengan sistem elektrik jantungnya, meskipun kondisi yang demikian jarang terjadi, tetapi cukup berbahaya. Ibu yang melahirkan bayi dengan NLE juga dapat mengalami gejala-gejala penyakit lupus, sementara pada bayi, gejala tersebut akan hilang setelah beberapa bulan dan efek dari gejalanya tidak bersifat permanen.

Penyebab penyakit lupus

Seperti diketahui bahwa penyakit lupus merupakan penyakit akibat gangguan sistem kekebalan tubuh. Penyebab secara spesifik mengapa penyakit lupus dapat terjadi, hingga saat ini belum diketahui. Akan tetapi menurut beberapa para ahli, terdapat beberapa faktor yang dapat membuat sesorang beresiko terhadap penyakit lupus. Beberapa hal yang dianggap menjadi penyebab penyakit lupus:

  • Faktor genetika.
  • Pada beberapa orang, sinar radiasi matahari ini dapat menyebabkan luka pada kulit dan memicu respon imun.
  • Pemakaian obat-obatan tertentu yang digunakan dalam jangka waktu yang lama dapat menjadi pemicu penyakit lupus jenis Drug-Induce Lupus Erythematosis. Obat-obatan tersebut antara lain seperti antypsycotic chlorpromazine, obat tekanan darah tinggi hydralazine, obat tuberculosis isoniazid, dan obat jantung procainamide
  • Virus Epstein-Barr umumnya terdapat pada sel dari sistem imun dalam kondisi tidak aktif. Sedangkan pada penyakit lupus, virus ini akan menjadi aktif tanpa diketahui dengan pasti mengapa dan bagaimana virus ini dapat aktif.
  • Pengaruh dari lingungan yang terpapar oleh zat-zat kimia yang umumnya dialami oleh seseorang yang memiliki jenis pekerjaan terkait dengan bahan-bahan kimia.
  • Pengaruh hormon pada saat mengalami pubertas atau pada saat kehamilan.

Gejala penyakit lupus

Penyakit lupus memiliki bervariasi tanda dan gejala, bahkan pada beberapa gejala penyakit lupus terkadang hampir mirip dengan gejala pada penyakit yang lain. Gejala pada penyakit lupus akan tergantung dari organ tubuh mana yang terserang dan pada setiap individu juga akan mengalami gejala yang berbeda.

Tanda dan gejala penyakit lupus dapat muncul secara tiba-tiba dan berkembang dengan perlahan-lahan atau dapat juga terjadi sebaliknya, dengan tingkatan keparahan yang ringan, sedang, maupun parah, bahkan ada juga tanda dan gejala yang memiliki sifat sementara dan permanen. Pada beberapa penderita penyakit lupus yang memiliki karakteristik episodic dapat memunculkan gejala yang semakin memburuk, bahkan gejala dapat hilang dengan sendirinya dalam jangka waktu tertentu.

Tanda dan gejala penyakit lupus yang umumnya muncul, yaitu:

  • Kelelahan ekstrem.
  • Ruam kulit seperti wajah yang memiliki bentuk kupu-kupu yang menyebar pada kedua pipi dan batang hidung. Ruam juga dapat muncul pada bagian kulit yang lain, seperti pada kulit leher, tangan, dan kulit kepala. Ruam ini memiliki bentuk seperti cakram kemerahan dengan garis tepi yang jelas, dan terkadang dapat meninggalkan bekas luka permanen. Luka yang muncul ketika terkena sinar matahari akan semakin bertambah parah, dimana kondisi tersebut merupakan suatu bentuk reaksi dari fotosensitivitas.
  • Persendian terasa nyeri, memerah, dan bengkak. Kemungkinan gejala tersebut dapat dengan cepat berpindah dari sendi yang satu ke sendi yang lain.
  • Munculnya sariawan secara terus menerus pada lidah atau dalam rongga mulut bagian mana saja, yang terkadang muncul dan hilang.
  • Nyeri pada dada akibat peradangan pada paru-paru dan peradangan selaput jantung. Nyeri akan dirasakan semakin tajam dan menyakitkan terutama ketika terbatuk atau menarik nafas dalam, yang terkadang dapat pula menyebabkan nafas menjadi pendek.
  • Mengalami gangguan ginjal akibat proteinuria.
  • Gangguan neurologis dan psikologis, yang dapat menyebabkan kinerja otak dan sistem saraf menjadi terganggu. Hal ini akan berdampak pada terjadinya sakit kepala, kebingungan, berhalusinasi, bahkan dapat menyebabkan kejang.
  • Mengalami kelainan pada darah, yang berakibat pada terjadinya Hemolitic Anemia (pecahnya sel-sel darah merah), Low White Blood Cell (rendahnya kadar darah putih), atau Low Platelet Counts (memiliki jumlah trombosit yang rendah).
  • Demam tinggi pada 38 derajat celcius atau lebih.
  • Kerontokan rambut.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Pada jari-jari tangan dan kaki tampak memutih dan membiru, terutama ketika terkena udara dingin dan sewaktu mengalami stres.
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki akibat menumpuknya cairan dalam tubuh yang berlebihan.

Diagnosa

Penyakit lupus ini akan sulit dideteksi karena gejala yang muncul pada setiap penderitanya cukup bervariasi, bahkan terkadang gejalanya menyerupai dengan gejala pada penyakit yang lainnya. Melalui beberapa pemeriksaan yang dikombinasikan, dokter dapat menentukan diagnosa terhadap penyakit lupus berdasarkan dari hasil pemeriksaan kombinasi tersebut. Pemeriksaan kombinasi yang dapat dilakukan oleh dokter, antara lain:

  • Tes antinuclear antibody untuk melakukan identifikasi terhadap antibodi yang merusak dan menyerang jaringan dan organ tubuh yang sehat.
  • Tes antibodi anti-DNA untuk mengetahui apakah terdapat antibodi jenis tertentu dalam darah.
  • Tes pencitraan meliputi X-Ray atau Rontgen, CT Scan, USG.

Pengobatan penyakit lupus

Langkah pengobatan penyakit lupus akan berdasarkan pada gejala dan tanda-tanda yang muncul pada saat itu saja, mengingat tidak semua tanda dan gejala akan muncul semuanya pada penderita lupus. Pengobatan pada penderita penyakit lupus memiliki tujuan untuk meringankan gejala yang muncul, mencegah terjadinya kerusakan organ yang lebih parah, dan menekan sistem kekebalan tubuh yang bekerja secara berlebihan dan terlalu aktif.

Langkah dalam mengobati penyakit lupus memerlukan pertimbangan yang tepat, karena terdapat beberapa resiko dan dampak dari pengobatan tersebut. Penyakit lupus merupakan jenis penyakit yang bersifat kronis, sehingga memerlukan pengobatan yang membutuhkan jangka waktu yang lama. Pengobatan penyakit lupus akan meliputi hal-hal sbb:

  • Obat-obatan anti peradangan untuk mengurangi rasa nyeri dan peradangan yang terjadi seperti naproxen dan ibuprofen.
  • Obat anti-malaria, hydroxychloroquine, plaquenil.
  • Obat kortikosteroid, prednisone.
  • Obat untuk menekan sistem imun, siklofosfamid, mycophenolate, leflunomide, azathioprine, methotrexate.

Banyak hal yang dapat diupayakan untuk mencegah penyakit lupus, contohnya dengan mengendalikan tingkat stres, memperbaiki pola hidup yang tidak sehat, hindari terlalu lama berada di bawah sinar matahari secara langsung. Selain itu, melakukan diet dengan nutrisi yang benar dan tepat dapat membantu mengurangi resiko terkena penyakit lupus ini.

Bagikan