Penyebab Gejala Kolesterol Tinggi dalam Tubuh

Kolesterol adalah senyawa yang sangat lembut berwarna agak kekuningan dan seperti lilin yang diproduksi oleh hati. Kolesterol terdapat di setiap saluran darah dan sel-sel tubuh. Karena kolesterol ini tidak dapat beredar sendiri maka dibutuhkan semacam alat untuk membantu pengangkutannya, alat tersebut adalah protein. Kombinasi dari keduanya, antara kolesterol dan protein disebut lipoprotein.

Kolesterol bukanlah penyakit, akan tetapi kolesterol dapat menjadi penyebab timbulnya berbagai macam penyakit. Penyakit yang biasanya terjadi akibat kolesterol adalah penyakit jantung dan stroke. Kurangnya pengetahuan tentang kolesterol sering membuat salah persepsi terhadap kolesterol sendiri. Bila mendengar kata kolesterol pasti selalu berpikir bahwa kolesterol adalah hal yang buruk dan harus dihindari. Padahal kolesterol sangat dibutuhkan dan mempunyai peranan yang penting bagi tubuh.

Manfaat kolesterol bagi tubuh:

  • Membantu pembentukan dinding sel di dalam tubuh.
  • Sebagai pembentuk hormon-hormon seperti testosterone, estrogen, dan progesteron.
  • Pembentuk vitamin D yang digunakan untuk kesehatan tulang.
  • Membantu mencerna lemak karena tubuh tidak dapat melakukannya.
  • Sebagai sumber energi untuk kekuatan dan kesehatan bagi tubuh.

Semua itu berlaku jika kadar kolesterol dalam darah dalam keadaan normal, apabila kolesterol yang diproduksi berlebihan akan menyebabkan terjadinya penyumbatan di pembuluh arteri (Aterosklerosis). Hal ini terjadi karena produksi kolesterol yang berlebihan akan disimpan di dalam pembuluh arteri, sehingga lama kelamaan akan terjadi penumpukkan di dalam arteri. Kolesterol ini 80% dihasilkan oleh tubuh sendiri dan 20% bisa didapatkan melalui makanan yang dikonsumsi.

Jenis kolesterol

  1. Kolesterol Baik atau High-Density Lipoprotein (HDL). Ini adalah sejenis kolesterol yang baik dalam tubuh. HDL berfungsi untuk mengangkut kembali kelebihan kolesterol yang ada di dalam pembuluh arteri kemudian dibawa kembali ke hati untuk selanjutnya akan dibuang. Secara umumnya HDL bertugas sebagai pembersih pembuluh darah yang beredar dalam tubuh. Jumlah HDL yang tinggi akan sangat bermanfaat bagi tubuh dan menurunkan resiko terkena serangan jantung dan stroke.
  2. Kolesterol Jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL). Ini adalah kolesterol jahat yang ada dalam tubuh. Walaupun pada dasarnya tubuh juga memerlukan LDL, tugas dari LDL ini sebagai pengangkut kolesterol yang ada di dalam hati dan mengedarkannya ke sel-sel diseluruh tubuh yang membutuhkan, akan tetapi jika jumlahnya berlebihan dapat menyebabkan terbentuknya plak atau kerak yang terjadi di dinding pembuluh arteri. Akibatnya pembuluh arteri menjadi semakin sempit dan membuat pembuluh darah tersumbat. Penyumbatan pembuluh darah dapat terjadi di pembuluh-pembuluh darah yang terdapat di dalam tubuh, seperti:
  • Jika penyumbatan terjadi di pembuluh arteri kaki, maka dapat menyebabkan klaudikasio atau nyeri pada saat berjalan kaki.
  • Jika penyumbatan terjadi di pembuluh arteri coroner, maka dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung.
  • Jika penyumbatan terjadi di pembuluh arteri carotid, maka dapat menyebabkan terkena serangan penyakit stroke.

Selain HDL dan LDL ada satu lemak yang terkait dengan dengan kolesterol, yaitu Trigliserida. Trigliserida adalah sejenis lemak yang bisa didapat dari tubuh maupun dari makanan. Biasanya dengan tingginya kadar kolesterol yang jahat maka secara otomatis trigliserida ini ikut mengalami peningkatan.

Penyebab kolesterol tinggi

  • Makanan yang dikonsumsi, seperti makanan yang banyak mengandung lemak jenuh.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Jarang melakukan aktivitas dan berolah raga.
  • Karena faktor usia.
  • Riwayat keluarga atau genetik.

Gejala kolesterol tinggi

Pada umumnya gejala kolesterol tinggi tidak nampak sesuatu yang spesifik, hanya saja ada beberapa gejala kolesterol tinggi yang harus diwaspadai ketika mengalami:

  • Pusing di bagian belakang kepala.
  • Tengkuk dan bahu terasa pegal.
  • Kaki dan tangan sering kesemutan.
  • Nyeri di bagian dada seperi tertusuk.

Untuk dapat mengetahui apakah kolesterol di dalam tubuh ini baik atau jahat, sebaiknya melakukan pemeriksaan diri ke dokter. Dengan melakukan tes dan pemeriksaan kadar kolesterol di dalam darah maka akan dapat dilakukan penangan dengan cepat. Jika kolesterol tidak dikendalikan dapat menyebabkan terjadinya penyempitan di pembuluh darah. Dokter akan membantu dengan memberikan obat-obatan yang tepat dan aman karena obat tersebut akan dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang.

Cara mencegah tingginya kolesterol

Pada prinsipnya kolesterol yang tinggi dapat ditangani dengan pengontrolan pola makan dan gaya hidup, karena hampir sebagian besar faktor penyebab kolesterol tinggi adalah buruknya pola makan dan gaya hidup sehari-hari.

Beberapa tips untuk menghindari kolesterol tinggi:

  1. Makan makanan yang sehat, bergizi seimbang, dan bernutrisi.
  2. Hindari makanan yang menjadi pemicu kolesterol.
  3. Mengontrol berat badan ideal.
  4. Lakukan olah raga secara rutin dan teratur.
  5. Berhenti dan hindari merokok.

Mengubah segala macam yang berhubungan dengan gaya hidup memang tidaklah mudah karena sudah menjadi satu kebiasaan. Dengan melakukan perubahan dapat membantu mengontrol keseimbangan kolesterol dalam darah. Biasakan diri anda dengan gaya hidup yang lebih baik dan perubahan pola makan yang lebih sehat.