Gangguan yang Muncul Pada Saat Menstruasi

Gangguan menstruasi merupakan hal yang banyak dikeluhkan oleh para wanita. Pada saat menstruasi, muncul gangguan adalah suatu hal yang wajar. Hanya saja pada beberapa wanita, gangguan pada saat menstruasi sangat menganggu, bahkan terkadang dapat menghambat aktivitas sehari-hari.

Menstruasi adalah suatu bentuk proses peluruhan pada dinding rahim, ketika sel telur telah matang dan tidak mendapatkan pembuahan, hal ini yang menjadikan tanda bahwa seorang wanita telah menginjak usia dewasa.

Proses terjadinya menstruasi diawali dari bagian otak yang bernama hipotalamus, dengan memberikan perintah pada kelenjar hipofisis untuk memproduksi hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone). Kemudian FSH akan merangsang pada indung telur untuk memproduksi sel telur. Sel telur yang telah terbentuk jika berhasil dibuahi akan terjadi kehamilan. Sedangkan jika tidak dibuahi, sel telur ini akan diserap oleh tubuh dan dinding rahim. Dinding rahim akan mengalami penebalan, yang akan meluruh ketika tiba saatnya. Peluruhan dinding rahim akan keluar dari tubuh bercampur dengan darah dan jaringan tubuh yang lain, proses inilah yang disebut dengan menstruasi.

Menstruasi merupakan siklus bulanan yang dialami oleh setiap wanita, yang mulai beranjak dewasa. Siklus menstruasi bulanan bervariasi pada setiap wanita, tergantung dari faktor-faktor yang mempengaruhi menstruasi. Faktor yang berpengaruh antara lain seperti kondisi kesehatan, makanan, berat badan, faktor kesehatan mental, dan masih banyak lainnya.

Beberapa hal yang terkait dengan menstruasi dan dialami oleh wanita, antara lain:

  • Menstruasi biasanya akan dialami oleh seorang wanita ketika memasuki masa pubertas, yaitu umumnya di usia 11 tahun. Meski bisa juga dipengaruhi dari usia yang sama ketika ibu atau kakak perempuan mengalami menstruasi pertama kali.
  • Pertama kali mengalami menstruasi bisa terjadi di usia yang lebih awal, yaitu sekitar 9 tahun atau lebih lambat di usia lebih dari 12 tahun. Setelah usia antara 16-18 tahun akan mengalami siklus menstruasi yang menetap dan rutin setiap bulan.
  • Wanita setelah usia 40 tahun hingga 50 tahun akan mengalami menopause, yaitu proses dimana menstruasi akan berhenti.

Wanita manapun pasti pernah mengalami gangguan pada saat menstruasi dan ini merupakan hal yang wajar terjadi. Kendati demikian, gangguan yang timbul saat menstruasi dapat menjadi salah satu pertanda jika wanita tersebut mengalami masalah kesuburan. Jadi mulai merasakan adanya gangguan pada saat menstruasi, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.

Gangguan yang terjadi ketika masa datang bulan

Beberapa gangguan menstruasi yang umumnya sering dialami oleh wanita, antara lain sbb:

AMENORRHOEA

Amenorrhoea atau dikenal dengan istilah terlambat datang bulan, yaitu kondisi dimana siklus menstruasi menjadi terhenti sama sekali dan terjadi secara alami atau dipengaruhi penyakit dan obat-obatan jenis tertentu. Beberapa faktor alami yang dapat menyebabkan gangguan pada amenorrhoea adalah kehamilan, sedang menyusui, dan telah menopause.

Amenorrhoea dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu:

  • Amonerrhoea Primer, yaitu kondisi dimana ketika seorang wanita hingga berusia 15 tahun belum pernah datang bulan.
  • Amonerrhoea Sekunder, yaitu terganggunya siklus menstruasi, dimana menstruasi yang sebelumnya normal, selama 3 bulan berturut-turut menjadi terhenti.

Kondisi pada amonerrhoea dapat terjadi karena mengalami gangguan hormonal atau masalah dengan pertumbuhan. Kadar hormon pelepas gonadropin (hormone yang mengatur siklus menstruasi) terlalu rendah, sehingga akan mempengaruhi ovarium dalam memproduksi hormon esterogen yang terlalu sedikit. Selain karena gangguan hormonal atau masalah pertumbuhan, amonerrhoea juga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi antara lain:

  • Pengaruh dari PCOS (Sindrom Ovarium Polikistis) atau penyakit pada indung telur atau ovarium
  • Memiliki bekas luka di bagian dinding rahim
  • Memiliki bentuk vagina yang tidak normal
  • Tidak berkembangnya organ reproduksi secara sempurna
  • Gangguan pada kelenjar tiroid
  • Pertumbuhan tumor pada kelenjar pituitary
  • Mengalami stres yang terlalu berlebihan
  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Aktivitas fisik terlalu berlebihan

DYSMENORRHOEA

Dymenorrhoea secara umum dikenal dengan nama nyeri haid atau menstruasi yang terasa menyakitkan. Nyeri haid atau sakit pada saat menstruasi terjadi di bagian perut bawah yang dapat menyebar hingga ke bagian pinggang dan paha, yang terkadang disertai dengan rasa nyeri dan kram perut yang tajam.

Dymenorrhoea dapat d kelompokkan menjadi 2 macam, yaitu:

  • Dymenorrhoea Primer, yaitu nyeri haid yang umumnya dirasakan dari pertama kali periode menstruasi, yang terjadi seumur hidup. Kondisi semacam ini dipengaruhi karena mengalami kontraksi rahim yang tidak normal akibat terganggunya keseimbangan zat-zat kimia di dalam rahim (prostaglandin).
  • Dymenorrhoea Sekunder, yaitu nyeri haid yang dirasakan setelah periode selanjutnya, yang terjadi karena pengaruh dari beberapa kondisi medis, seperti fibroid uterus, endometrosis, radang panggul, mengalami infeksi, pertumbuhan tumor, serta kehamilan yang tidak normal.

Untuk mengatasi dymenorrhoea dapat mengkonsumsi obat-obatan penghilang rasa nyeri, melakukan olahraga ringan secara rutin, pengompresan pada perut yang terasa nyeri, dan mandi dengan menggunakan air hangat.

MENORRHAGIA

Menorraghagia adalah perdarahan yang dialami ketika menstruasi, volume darah yang keluar terlalu berlebihan. Umumnya menstruasi dialami selama 7 hari, dalam kondisi yang normal selama 7 hari tersebut akan mengeluarkan darah menstruasi sebanyak 30 ml. Pada kondisi menorrhagia, darah yang keluar lebih dari 30 ml. Kondisi pada menorrhagia umumnya disebabkan karena ketidakseimbangan pada jumlah esterogen, menderita penyakit radang, gangguan pada kelenjar tiroid, dan infeksi pada bagian rahim.

Gejala yang umumnya di rasakan pada kondisi menorrhagia, sbb:

  • Volume darah yang terlalu berlebihan, sehingga ketika menstruasi harus sering mengganti pembalut, memakai pembalut hingga dua bahkan ada yang lebih.
  • Muncul gejala-gejala anemia, seperti kelelahan.
  • Lama menstruasi berlangsung lebih dari 7 hari.
  • Mengeluarkan darah berbentuk gumpalan-gumpalan baik besar maupun kecil, yang terjadi lebih dari satu hari.

OLIGOMENORRHOEA

Oligomenorrhoea yaitu kondisi dimana siklus menstruasi terjadi secara tidak teratur. Normalnya siklus menstruasi ini akan terjadi setiap bulan, tetapi kondisi pada oligomenorrhoea siklus menstruasi bisa terjadi setiap 3 bulan. Beberapa penyebab yang umumnya mempengaruhi kondisi oligomenorrhoea adalah pemakaian alat kontrasepsi, berolahraga yang terlalu berat, gangguan pada pola makan, pengaruh dari penyakit diabetes, dan gangguan tiroid.

PMS atau PRAMENSTRUASI SINDROM

PMS merupakan sekumpulan gejala-gejala fisik yang dialami 1-2 minggu sebelum menjelang menstruasi. Kondisi pada PMS dapat disebabkan karena berubahnya kadar hormon yang terdapat dalam tubuh wanita, yang umumnya terjadi sebelum menstruasi. Perubahan kadar hormone akan mempengaruhi perubahan secara fisik maupun emosi.

Gejala yang umumnya terjadi pada PMS ini, sbb:

  • Perasaan lebih mudah menjadi tersinggung
  • Mengalami emosi yang naik turun atau tidak stabil
  • Cemas yang berlebihan, menurunnya rasa percaya diri
  • Gangguan kesulitan untuk tidur atau insomnia
  • Sakit kepala, kelelahan, nyeri pada setiap persendian
  • Pada bagain perut akan terasa nyeri dan kram
  • Menumpuknya cairan sehingga berat badan akan naik
  • Bagian payudara terasa lebih sensitif
  • Mengalami diare dan sembelit
  • Terkadang pada wajah muncul jerawat

Pada setiap wanita akan mengalami menstruasi yang bervariasi dan kondisi seperti ini merupakan hal wajar yang dialami oleh wanita. Meskipun tidak semua gangguan yang datang sewaktu menstruasi menunjukkan tanda adanya masalah kesehatan, berbagai bentuk gangguan lebih baik dibicarakan dengan pakar kesehatan.