Penyebab Kaki Bengkak Saat Hamil

Kaki bengkak saat hamil merupakan salah satu bentuk perubahan yang dialami oleh tubuh dimasa kehamilan. Selama perubahan tubuh yang terjadi masih normal dan tidak beresiko pada janin, tentunya kaki bengkak saat hamil adalah suatu kondisi yang wajar. Hampir semua wanita pernah mengalami kaki yang membengkak, terutama diusia kehamilan 5 bulan ke atas.

Selain kaki, pembengkakan saat hamil dapat juga terjadi di bagian tubuh yang lain, seperti wajah, hidung, mata, leher, lengan, dan tangan. Umumnya pembengkakan pada kaki yang dialami saat hamil terjadi dari bagian lutut ke bawah dan yang paling sering bengkak adalah pada pergelangan kaki dan jari. Bengkak pada kaki dapat membuat ibu hamil kehilangan rasa nyaman hingga mengalami kesulitan untuk beraktivitas.

Penyebab kaki bengkak saat hamil

Kaki yang membengkak saat hamil terjadi sewaktu mengalami penumpukkan cairan yang terlalu berlebihan di kaki. Dalam bahasa medis, pembengkakan yang terjadi di beberapa bagian tubuh, seperti kaki, pergelangan kaki, lengan, dan tangan disebut dengan edema peripheral.

Terbentuknya pembengkakan ini disebabkan karena pembuluh darah kapiler mendapat tekanan akibat kerusakan, sehingga mengakibatkan cairan merembes keluar dari pembuluh darah kapiler kemudian masuk ke dalam jaringan organ di sekitarnya. Kondisi semacam inilah yang menyebabkan pembengkakan pada bagian tubuh tertentu.

Selain itu, banyak hal yang dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki, antara lain:

  • Berat badan yang mengalami peningkatan dapat menyebabkan kaki menjadi bekerja semakin ekstra dalam menopang berat badan.
  • Rahim yang semakin membesar seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Hal ini membuat pembuluh darah vena menjadi terhambat, sehingga cairan yang menumpuk di kaki menjadi semakin banyak.
  • Perubahan hormonal selama kehamilan membuat kinerja sistem tubuh mengalami perubahan, tidak lagi bekerja untuk diri sendiri, tetapi juga bekerja untuk janin yang dikandung.
  • Pengaruh dari gravitasi membuat cairan akan lebih banyak menumpuk di kaki.
  • Terlalu banyak mengkonsumsi garam.
  • Kafein yang berlebihan menyebabkan pembuluh darah mengalami tekanan.
  • Kalium menjaga keseimbangan elektrolit pada tubuh agar cairan tetap berada di luar sel. Ibu hamil yang kekurangan kalium menyebabkan keseimbangan elektrolit terganggu, sebagai akibatnya cairan dalam sel menjadi lebih banyak.
  • Terlalu lama berdiri atau berjalan jauh mengakibatkan aliran darah menjadi tidak lancar.

Kaki bengkak saat hamil biasanya tidak menimbulkan keluhan yang serius, kecuali terasa lebih pegal dan membuat perasaan tidak nyaman. Selama kaki bengkak dirasa masih wajar, ibu hamil tidak perlu mengkhawatirkan kondisi tersebut. Kaki bengkak merupakan salah satu bentuk respon tubuh yang normal saat hamil.

Meskipun demikian bukan berarti ibu hamil juga jangan mengabaikan hal tersebut, terutama jika kaki yang bengkak tidak juga kunjung sembuh. Segera kunjungi dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat, terutama saat kaki terindikasi adanya gangguan medis, antara lain sbb:

  • Pre-eklampsia yang ditandai dengan tingginya tekanan darah, sakit kepala, penglihatan menjadi kabur, dan protein dalam urin.
  • Penyumbatan pada pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah menjadi terhambat. Hal ini menyebabkan kaki bengkak yang disertai rasa nyeri.
  • Kaki yang bengkak disertai dengan rasa sakit pada dada dan kesulitan bernafas.
  • Kondisi medis lain seperti diabetes, gangguan pembekuan darah, penyakit ginjal, varises, penyakit paru-paru kronis, penyakit paru obstruktif kronis, emfisema, penyakit liver, gangguan tiroid, menderita arthritis, trombosis, selulitis, dan adanya pertumbuhan tumor dan kista.

Sangat penting bagi ibu hamil untuk rutin memeriksakan kandungan, selain untuk mengetahui perkembangan janin dan kesehatan. Memeriksakan kehamilan secara teratur dapat membantu mendeteksi kemungkinan-kemungkinan terkait kondisi yang dialami.

Mengobati kaki bengkak

Pada kaki bengkak yang bersifat wajar dapat diatasi dengan melakukan perawatan sendiri di rumah. Kaki bengkak saat hamil memang tidak dapat dicegah, tetapi kaki yang membengkak dapat diminimalisir agar tidak semakin parah. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi kaki yang bengkak saat hamil, yaitu :

  • Pada saat tidur atau duduk sebaiknya kaki diberi bantalan untuk memperlancar peredaran darah.
  • Usahakan jangan menekuk kaki saat sedang duduk.
  • Hindari terlalu lama berdiri dan terlalu lama duduk.
  • Kurangi aktivitas fisik yang terlalu berat.
  • Memberikan pijatan yang lembut pada kaki yang bengkak.
  • Perbanyak mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi.
  • Perbanyak minum air putih dan istirahat secukupnya.

Ibu hamil memang harus mengurangi asupan garam, tetapi bukan berarti tidak boleh maka garam sama sekali. Asupan garam diperlukan untuk memenuhi kebutuhan akan sodium, hanya saja takaran yang dikonsumsi dibatasi, tidak sampai berlebihan. Selain di atas, langkah yang terakhir adalah berolahraga dengan teratur, tetapi hindari olahraga fisik yang berbahaya. Lakukan olahraga ringan seperti senam hamil, jalan kaki, dan berenang. Berenang akan meningkatkan kekuatan otot dan mengurangi tekanan pada kaki saat hamil.