Infeksi Ginjal Penyebab Gejala Pengobatan

Infeksi ginjal atau pielonefritis adalah kondisi medis dimana telah terjadi infeksi pada saluran kencing atau kandung kemih yang diakibatkan oleh bakteri. Infeksi ini berawal dari kandung kemih (uretra) dan merambat hingga sampai ke ginjal. Penyakit infeksi ginjal merupakan salah satu jenis penyakit ginjal yang sangat berbahaya.

Apabila penyakit infeksi ginjal ini tidak segera mendapatkan penanganan akan berakibat pada kerusakan organ ginjal secara permanen dan bisa berujung pada kematian. Penyakit infeksi ginjal ini adalah penyakit komplikasi dari infeksi saluran kemih.

Beberapa tahapan pada penyakit infeksi ginjal adalah:

Tahap I
Tahap ini adalah masa inkubasi pada saat pertama terjadinya infeksi.

Tahap II
Pada tahap ini infeksi yang terjadi sudah sangat parah, pada ginjal terdapat bisul yang bernanah di sertai dengan pengeluaran gas.

Tahap III
Tahap ini ginjal yang terinfeksi memberikan dampak terhadap kerusakan pada beberapa struktur saluran kandung kemih atau ureter.

Penyebab infeksi ginjal

Penyebab infeksi ginjal terutama adalah bakteri dan mikroorganisme. Ada beberapa jenis bakteri dan mikroorganisme yang menginfeksi, antara lain Escherichia Coli, Klebsiella, Proteus, Pseudomonas, dan lainnya. Diantara sekian bakteri itu jenis yang paling banyak dan sering menginfeksi adalah Escherichia Coli.

Bakteri dan mikroorganisme tersebut biasanya banyak ditemui pada tempat-tempat kotor, yang dapat masuk kedalam saluran kencing, sehingga menyebabkan bakteri tersebut dapat berkembang biak.

Proses perjalanan bakteri hingga bisa sampai menginfeksi organ ginjal berawal dari ketidaksengajaan bakteri yang masuk menuju uretra, berasal dari anus. Mungkin pada saat kita membersihkan diri ketika selesai buang air besar, bakteri ini masuk melalui uretra kemudian naik hingga ke kandung kemih, dan merambat hingga akhirnya masuk ke dalam ginjal.

Selain terinfeksi dari bakteri yang terdapat pada tempat dan air yang kotor, bakteri juga dapat berasal dari kulit yang terinfeksi oleh bakteri dan jamur dan menyebar melalui aliran darah hingga masuk ke dalam ginjal. Meskipun jarang terjadi, infeksi ginjal juga dapat muncul setelah melakukan operasi ginjal. Beberapa faktor yang dapat memperburuk infeksi ginjal antara lain:

  1. Infeksi ginjal lebih banyak dijumpai pada wanita daripada laki-laki. Hal ini terjadi karena saluran uretra pada wanita ini lebih dekat dengan anus, juga karena pada wanita saluran uretranya lebih pendek daripada laki-laki, sehingga wanita lebih rentan terkena penyakit infeksi ginjal ini daripada laki-laki.
  2. Terjadinya penyumbatan pada pada saluran kencing.
  3. Sistem imunitas tubuh yang lemah.
  4. Kerusakan saraf yang terjadi disekitar kandung kemih.
  5. Penggunaan kateter dalam jangka waktu yang banyak.
  6. Vesicoureteral reflux, yaitu urin kembali masuk ke dalam kandung kemih.

Gejala infeksi ginjal

Gejala infeksi ginjal yang sering dialami biasanya berlangsung dengan sangat cepat bahkan dalam beberapa hitungan jam atau lebih. Gejala infeksi ginjal antara lain:

  1. Mengalami demam.
  2. Perasaan nyeri pada punggung dan tubuh bagian samping hingga ke paha.
  3. Nyeri yang dirasakan pada perut.
  4. Sering buang air kecil.
  5. Panas seperti disengat pada pinggang.
  6. Rasa sakit dan nyeri ketika buang air kecil.
  7. Darah dalam urin.

Diagnosa infeksi ginjal

Apabila mengalami gejala seperti yang telah disebutkan di atas, sebaiknya dengan segera mencari pengobatan dari dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan dengan beberapa prosedur, yaitu melakukan tes darah, tes pencitraan dengan menggunakan USG, CT Scan, dan isotope scan. Semua tes yang dilakukan mempunyai tujuan untuk mengetahui apakah telah terjadi gangguan ataupun kelainan selain penyakit infeksi ginjal yang diderita.

Pengobatan infeksi ginjal

Pada prinsipnya penyakit infeksi ginjal ini dapat disembuhkan tanpa melakukan perawatan inap di rumah sakit. Dokter akan memberikan obat-obatan untuk dikonsumsi, sehingga infeksi yang terjadi dapat diantisipasi. Obat-obatan yang diberikan oleh dokter, yaitu:

  • Antibiotik, pemberian antibiotik dalam bentuk kapsul atau tablet, yang harus dihabiskan dalam jangka waktu 1-2 minggu, meskipun kondisi tubuh sudah menunjukkan tanda-tanda kesembuhan sebelum waktu pengkonsumsian antibiotik ini habis. Biasanya antibiotik ini akan bisa langsung dirasakan efeknya begitu menjalani pengobatan awal. Antibiotik ini adalah ciprofloxacin atau co amoxiclav. Pada wanita yang sedang hamil akan diberikan antibiotik berjenis cefalexin.
  • Pereda rasa sakit, pemberian paracetamol untuk meredakan demam dan rasa nyeri yang terjadi akibat infeksi ginjal. Pemberian obat anti inflamasi non steroid tidak disarankan untuk pengobatan pada penyakit infeksi ginjal ini, karena obat jenis tersebut dapat menyebabkan resiko gangguan ginjal yang lain.

Jika mengalami kondisi seperti di bawah ini, maka dibutuhkan perawatan medis di rumah sakit:

  1. Infeksi ginjal yang terjadi sudah sangat parah dan pemberian antibiotik hanya bisa dilakukan dengan pemberian infus.
  2. Infeksi ginjal kambuhan.
  3. Infeksi ginjal yang terjadi pada laki-laki dan anak-anak.
  4. Menderita dehidrasi yang cukup parah.
  5. Semakin menurunnya sistem kekebalan tubuh.
  6. Berusia diatas 65 tahun.
  7. Mempunyai riwayat penyakit diabetes, penyakit ginjal kronis, dan penyakit ginjal polikistik.

Pada umumnya pengobatan infeksi ginjal selalu mendapatkan respon yang baik dari hasil pengobatan. Meskipun pengobatan dilakukan sendiri, dokter akan tetap memberikan antibiotik guna dilanjutkan di rumah. Pengobatan infeksi ginjal yang dilakukan tidak sampai tuntas dapat berakibat pada resistannya bakteri terhadap pengobatan.

Tips mencegah infeksi ginjal

Ada beberapa tips guna terhindar dari penyakit infeksi ginjal meliputi:

  1. Minum air putih yang banyak.
  2. Jangan menahan urin ketika berasa ingin buang air kecil.
  3. Pada wanita, bersihkan secara benar daerah kewanitaannya.
  4. Buanglah air kecil begitu selesai berhubungan badan.

Setelah melakukan pencegahan. Maka resiko menderita penyakit infeksi ginjal dapat diminimalisir. Selalu jagalah kesehatan dan kebersihan badan.