Asbestosis Penyebab Gejala Cara Mengobati

Asbestosis adalah gangguan pada saluran pernafasan dimana jaringan pada paru-paru mengalami iritasi akibat terhirupnya serbuk asbes atau serat asbes, yang menyebabkan paru-paru menjadi luka. Luka pada paru-paru ini disebut dengan jaringan parut atau Fibrosa.

Serbuk asbes yang terhirup terus-menerus ini bersifat menetap pada paru-paru walaupun sebagian kecil bisa keluar. Menetapnya serbuk asbes didalam paru-paru ini akan membuat pleura atau jaringan selaput yang melindungi paru-paru mengalami penebalan sehingga paru-paru kehilangan fungsinya untuk menghirup dan mengeluarkan udara.

Kondisi seperti ini akan mengakibatkan sesak nafas. Serat asbes yang terhirup ini lama kelamaan akan terakumulasi didalam paru-paru dan menimbulkan dampak pada 10-20 tahun kedepannya.

Apa itu asbes?

Asbes adalah salah satu jenis biji mineral dari hasil pertambangan yang terbentuk dari susunan Magnesium, Kalsium, dan serat-serat silika. Karena serbuk asbes ini terdiri dari serat-serat silika yang sangat halus dan kecil, sehingga tidak nampak oleh penglihatan.

Penggunaan asbes sering kita jumpai didalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk atap rumah atau bangunan. Selain itu asbes juga digunakan dalam bidang-bidang industri seperti otomotif, kelistrikan, penggilingan, pertambangan, dan bidang industri lainnya yang beresiko terhadap serbuk asbes ini.

Sifat dari asbes adalah:

  1. Tahan terhadap api.
  2. Tahan terhadap panas hingga suhu mencapai 1200°C.
  3. Tahan terhadap zat-zat asam dan kimia.
  4. Bersifat lentur jadi tidak mudah patah.
  5. Tidak mudah menguap dan terurai di udara atau alam bebas.
  6. Tidak gampang menyerap air.
  7. Awet dan tahan lama.

Karena sifat asbes di atas tersebut, menyebabkan mengapa masyarakat cenderung lebih memilih asbes ketimbang bahan yang lainnya. Minimnya pengetahuan masyarakat tentang dampak yang nantinya  ditimbulkan akibat penggunaan asbes ini, membuat masyarakat tidak pernah memperhatikan kerugian dan resiko yang akan dialami pada kesehatan manusia.

2 jenis asbes yaitu:

  1. Amphibole
    Ini adalah jenis serat asbes yang memiliki kemampuan untuk menetap atau tinggal lebih lama di dalam paru-paru, sehingga serat ini mempunyai sifat sebagai toksin di dalam tubuh manusia. Jenis bahan yang termasuk ke dalam golongan ini antara lain actinolite, tremolite, anthophyllite, crocidolite, dan amosite.
  2. Chrysotile
    Ini adalah jenis serat asbes kebalikan dari amphibole. Jenis ini memiliki warna putih dengan tekstur yang sangat halus.

Penyebab asbestosis

Penyebab asbestosis adalah menghirup serbuk asbes melalui mulut atau hidung, serbuk asbes ini kemudian masuk ke dalam alveolus dan mengiritasinya. Kondisi ini akan menyebabkan alveolus menjadi kaku dan keras. Hal ini akan mengakibatkan paru-paru kehilangan sifat fleksibel dan elastisitasnya untuk bernafas. Alveolus sendiri adalah adalah semacam kantong yang terdapat di dalam paru-paru yang berfungsi sebagai tempat pertukaran antara oksigen dan karbondioksida.

Alveolus yang telah teritasi oleh serbuk asbes ini akan membentuk suatu jaringan parut atau fibrosis, sehingga kemampuan paru-paru mensuplai oksigen ke seluruh tubuh menjadi berkurang.

Semakin banyak serbuk asbes yang terhirup setiap harinya akan menyebabkan penumpukan serbuk asbes didalam alveoulus, sehingga mengakibatkan jaringan parut didalam alveolus ini mengalami peradangan. Orang yang beresiko tinggi terkena penyakit asbestosis ini adalah para pekerja yang pekerjaannya berhubungan dengan asbes, seperti di pertambangan, di penggilingan, industri otomotif, dan konstruksi bangunan.

Asbestosis ini dapat menyebabkan timbulnya beberapa penyakit lain, diantaranya adalah:

  • Plak pleura atau penebalan pada selaput yang melapisi rongga dada akibatnya dapat menimbulkan plak, klasifikasi.
  • Mesothelioma yaitu kanker pada lapisan yang melapisi paru-paru.
  • Efusi pleura, terbentuknya cairan di sekitar paru-paru yang terjadi diantara kedua ruang pada selaput paru-paru.

Gejala asbestosis

Munculnya gejala asbestosis ini baru dapat diketahui setelah jaringan parut terbentuk dalam jumlah yang banyak dan pada saat paru-paru mulai kehilangan sifat elastis.

Gejala-gejala asbestosis antara lain:

  • Mengalami sesak nafas, dimana keadaan ini menjadi gejala awal dari timbulnya penyakit asbestosis.
  • Kemampuan untuk menggerakkan tubuh berkurang.
  • Mengalami batuk.
  • Merasakan nyeri di bagian dada.
  • Kuku dan jari-jari tangan mengalami kelainan, yaitu keadaan di mana ujung jari-jari pada tangan melebar bentuknya.

Cara mengobati asbestosis

Sebelum dilakukan pengobatan asbestosis akan dilakukan beberapa prosedur pemeriksaan fisik dengan mempergunakan stetoskop untuk mendengarkan adakah suara di dalam dada. Kemudian akan dilakukan pemeriksaan lanjutan, yang meliputi rontgen dada, tes fungsi pada paru-paru, dan melakukakn CT Scan untuk paru-paru.

Pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi gejala penyakit asbestosis adalah:

  • Postural drainase, yaitu pengurangan dan pembuangan lendir atau dahak yang terdapat di dalam paru-paru.
  • Perkusi dada.
  • Vibrasi.
  • Pemberian obat untuk mengencerkan dahak.
  • Pemberian oksigen dengan masker atau menggunakan selang plastik yang dipakai pada hidung.
  • Apabila diperlukan akan dilakukan operasi pencangkokan paru-paru.

Tips mencegah asbestosis

  • Mengurangi penggunaan asbes dan menggantikannya dengan produk sejenis lainnya.
  • Pergunakan pakaian yang lengkap seperti masker, kacamata, sarung tangan, dan pakaian ganti.
  • Basahi asbes terlebih dahulu sebelum dilakukan pengolahan agar serbuk asbes tidak berterbangan.
  • Selalu melakukan pekerjaan ditempat terbuka.
  • Menjaga kebersihan diri.
  • Jangan mencampur pakaian kerja dengan pakaian yang lainnya.

Demikianlah artikel tentang penyakit asbestosis. Semoga ini dapat memberikan wawasan yang berguna agar dapat meminimalkan resiko terserang penyakit asbestosis.