Penyebab Kepala Sering Kesemutan

Kesemutan yang dirasakan di kepala terasa seperti rasa kram yang muncul di sebelah tengah hingga ke belakang kepala. Pada umumnya kesemutan sering dialami di tangan dan kaki karena kedua anggota tubuh tersebut adalah yang paling aktif dan paling sering digunakan untuk beraktivitas. Kesemutan muncul ketika seseorang berada pada satu posisi yang sama dalam waktu yang cukup lama. Aliran darah yang menuju ke area tersebut terhambat dan kesemutan yang terjadi biasanya akan menghilang dengan sendirinya ketika seseorang mengubah posisi atau menggerakan bagian tubuh yang kesemutan.

Penyebab kesemutan di kepala terlalu sering

Sama halnya dengan kesemutan pada umumnya, kesemutan yang dirasakan di kepala  disebabkan karena sistem saraf sensorik mengalami gangguan akibat aliran stimulus yang menuju ke otak mengalami hambatan. Darah yang mengalir ke kepala menjadi tersendat. Stimulus pertama kali diterima oleh kulit, kemudian akan diteruskan menuju ke saraf tepi dan masuk ke dalam susunan saraf pusat yang berada di sumsum tulang belakang. Dari sinilah stimulus akan dilanjutkan menuju ke thalamus yang ada di otak hingga ke kulit otak. Jika perjalanan stimulus ini mengalami hambatan, maka akan memicu kesemutan di kepala.

Kesemutan di kepala merupakan salah satu bentuk gejala dari kondisi sakit kepala tegang, dimana kondisi akan semakin parah saat otot-otot di belakang kepala hingga leher mengalami ketegangan. Hal ini dapat mempengaruhi saraf tepi di kulit kepala menjadi tertekan, sehingga akibat dari tekanan tersebut akan memicu kesemutan.

Selain itu, kesemutan di kepala juga dapat disebabkan karena kondisi medis tertentu seperti sinusitis, glaukoma, tumor otak, infeksi gigi, infeksi telinga tengah atau otitis media, dan adanya penyumbatan pembuluh darah yang menuju ke otak. Kepala kesemutan juga dapat menjadi tanda adanya penyakit tertentu antara lain:

  • Serangan jantung iskemik
  • Herpes zoster
  • Penyakit neurologis autoimun
  • Radang selaput otak
  • Stroke
  • Trigeminal neuralgia
  • Epilepsi atau ayan
  • Kelebihan kadar kalium

Kepala kesemutan sebenarnya bisa diupayakan tindakan pencegahan dan tidak harus selalu mengkonsumsi obat-obatan berbahan kimia terlalu sering. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari kesemutan pada kepala, antara lain:

  • Beristirahat yang cukup dan teratur dengan meningkatkan kualitas tidur.
  • Perbanyak mengkonsumsi air putih setidaknya 8 gelas perhari.
  • Mengkonsumsi makanan yang bergizi.
  • Mengendalikan tingkat stres dan senantiasa berpikiran positif.
  • Hindari mengkonsumsi alkohol dan merokok.
  • Hindari bangun secara mendadak dari posisi duduk atau tidur.
  • Gunakan alat penyangga tidur atau bantal yang sesuai untuk menopang kepala.

Dengan berolahraga dapat membantu mencegah kepala menjadi kesemutan. Apabila diperlukan dapat mengkonsumsi obat-obatan pereda nyeri seperti paracetamol dan ibuprofen. Jika kesemutan semakin sering disertai muntah, gangguan penglihatan atau pendengaran, dan tubuh merasa lumpuh, segeralah mengunjungi dokter untuk memeriksakan diri. Dokter akan melakukan diagnosa melalui pemeriksaan fisik dan beberapa pemeriksaan lanjutan. Dari hasil diagnosa tersebut akan dapat diketahui apa yang menjadi penyebab pasti, untuk dilakukan pengobatan yang tepat.