Home » Saraf

Penyakit Polio Penyebab Gejala Pengobatan

  •  Roswati

Penyakit Polio

Poliomielitis yang sering disebut dengan penyakit polio merupakan salah satu jenis penyakit yang menular. Polio disebabkan karena pada sistem saraf pusat terinfeksi oleh virus. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan pada saraf motorik sehingga menyebabkan kelumpuhan permanen. Kelumpuhan yang terjadi dikarenakan ketidakmampuan tubuh dalam menggerakkan bagian-bagian tubuh. Pada beberapa kasus yang parah, polio menyerang bagian kaki bahkan dapat berpengaruh terhadap kemampuan untuk bernafas dan menelan.

Penyebab poliomielitis

Poliomielitis ini disebabkan oleh virus yang bernama poliovirus (PV) yang mempunyai sifat:

  • Memiliki kekebalan terhadap cairan alkohol dan lisol.
  • Sangat peka terhadap formaldehida dan larutan krol.
  • Virus ini dapat hidup selama bertahun-tahun meskipun dalam keadaan beku, karena kekuatan dan ketahanan virus tersebut.
  • Virus ini tidak tahan terhadap suhu panas yang tinggi dan bisa mati.

Penularan penyakit polio dapat melalui makanan maupun minuman yang telah terkontaminasi oleh feses atau PV tersebut. Selain itu kontak fisik dengan penderita secara langsung dapat juga menjadi pemicu terjadinya polio. Percikan ludah ketika batuk atau bersin juga beresiko terhadap penyakit ini.

Ketika virus pertama kalinya masuk ke dalam tubuh, virus tersebut akan berkembang biak di tenggorokan dan saluran pencernaan, kemudian virus ini akan terbawa ke dalam sistem pembuluh darah dan pembuluh getah bening. Melalui aliran darah inilah virus polio sampai ke sistem saraf pusat dan selanjutnya terjadilah infeksi.

Beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab poliomielitis:

  • Belum pernah mendapatkan vaksinasi polio.
  • Bepergian ke daerah dimana sering ditemukan penyakit polio.
  • Tinggal serumah dengan penderita polio.
  • Sistem kekebalan tubuh yang mengalami penurunan.
  • Pernah melakukan operasi pengangkatan tonsil atau amandel.

Gejala poliomielitis

Gejala poliomielitis pada awalnya tidak terdeteksi dan tidak pernah diketahui bahwa penderita telah terinfeksi oleh virus polio, karena gejala yang terjadi tidak menimbulkan rasa sakit. Baru setelah diketahui, kondisi penderita telah dalam keadaan yang parah.
Polio dapat dikelompokkan menjadi 4 dan memunculkan tanda-tanda tertentu:

Infeksi subklinis adalah kondisi dimana pertama kali virus ini masuk dan menginfeksi dengan atau tanpa gejala. Gejala polio ini dapat berlangsung kurang lebih 72 jam. Gejala yang terjadi adalah:

  • Demam ringan
  • Sakit kepala
  • Perasaan kurang enak badan
  • Nyeri pada tenggorokan
  • Mengalami muntah

Polio non-paralisis adalah jenis polio yang tidak menyebabkan terjadinya kelumpuhan. Gejala yang muncul juga ringan, berlangsung sekitar 2 sampai 10 hari dan bisa sembuh. Gejala terlihat adalah:

  • Otot merasa lemah dan lembek
  • Sakit tenggorokan
  • Demam dan sakit kepala
  • Sakit perut
  • Muntah
  • Kaki, tangan, leher, dan punggung mengalami kram.

Polio paralisis adalah gejala yang terjadi sudah sangat parah dan gejalanya pun beragam tergantung bagian mana dari anggota tubuh yang terserang. Gejala polio ini pada awalnya mirip pada polio non-paralisis dan bisa berkembang lebih parah sehingga menyebabkan terjadinya kelumpuhan. Gejalanya adalah:

  • Semakin memburuknya kelemahan pada otot.
  • Kehilangan refleks.
  • Anggota badan menjadi sangat lemas.
  • Kemungkinan tersumbatnya pada saluran pernafasan.
  • Demam yang muncul 5-7 hari sebelum gejala yang lainnya muncul.

Sindrom pasca-polio terjadi dengan membuat seseorang mengalami kelumpuhan selama bertahun-tahun yang sebelumnya pernah menderita penyakit ini. Biasanya terjadi direntang usia 30-40 tahun. Gejalanya adalah:

  • Kesulitan bernafas dan menelan.
  • Kehilangan konsentrasi atau mengingat.
  • Semakin melemahnya sendi-sendi dan otot secara progresif.
  • Perubahan perilaku seperti depresi.
  • Mengalami sleep apnea.
  • Otot-otot mulai mengecil.
  • Kelelahan fisik yang sangat padahal hanya melakukan aktifitas yang ringan.

Diagnosa poliomielitis

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terkait dengan penyakit polio seperti kekakuan pada leher dan gangguan terhadap refleks. Pemeriksaan bertujuan untuk memastikan diagnosis dokter agar dapat dilakukan langkah penanganan yang tepat. Beberapa pemeriksaan yang dilakukan dokter:

  1. Dokter akan memeriksa sampel feses dan cairan didalam tenggorokan (dahak) untuk melihat adanya indikasi poliovirus.
  2. Pemeriksaan darah digunakan untuk mengukur kadar antibodi pada pasien.
  3. Pengambilan sampel cairan serebrospinal atau cairan sumsum tulang belakang untuk mengetahui apakah terjadi meningitis atau radang selaput otak.

Pengobatan poliomielitis

Belum ada obat untuk dapat menyembuhkan penyakit polio. Pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk mengontrol gejala yang muncul ketika terjadi infeksi, sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius dan membuat supaya penderita merasa senyaman mungkin. Obat-obatan pendukung terkait dengan poliomielitis adalah:

  1. Pemberian antibiotik untuk mengatasi infeksi yang sifatnya sementara.
  2. Pemberian analgetik untuk menghilangkan rasa sakit.
  3. Ventilator portabel digunakan untuk mengatasi pada kondisi yang parah terhadap saluran pernafasan.
  4. Obat yang digunakan untuk mengatasi pada kejang otot.
  5. Aktifitas fisik dan berolah raga yang ringan.
  6. Fisoiterapi untuk mencegah agar otot tidak mengecil.

Pencegahan poliomielitis

Pencegahan polio yang paling efektif adalah dengan memberikan vaksinasi polio pada waktu anak-anak atau usia balita. Jika setelah dewasa dan belum pernah mendapatkan vaksinasi polio, apabila terserang penyakit polio akan mempunyai resiko yang sangat membahayakan. 2 jenis vaksinasi polio yaitu:

  1. Vaksin salk; vaksin yang terbuat dari virus polio tidak aktif yang diberikan secara oral.
  2. Vaksin sabin; vaksin dari virus polio hidup yang diberikan melalui suntikan.

Selama penyakit polio masih dapat dicegah, maka wajib bagi semua orang, baik itu orang dewasa maupun anak-anak untuk mendapatkan vaksinasi polio yang melindungi tubuh agar tidak terserang penyakit polio. Disamping itu menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar terutama yang terkait dengan saluran pembuangan akan begitu membantu.

Bagikan