Home » Kanker

Multiple Myeloma Penyebab Gejala Pengobatan

  •  Roswati

Multiple Myeloma Penyebab Gejala Pengobatan

Multiple myeloma atau tumor ganas adalah salah satu jenis kanker yang menyerang sel-sel plasma. Sel plasma ini sendiri adalah sejenis sel-sel darah putih yang dihasilkan pada sumsum tulang. Dalam keadaan yang normal, sel plasma menghasilkan protein yang berfungsi sebagai antibodi yang bertugas untuk melawan terjadinya infeksi pada tubuh.

Penyebab multiple myeloma

Penyebab multiple myeloma belum dapat diketahui secara pasti. Multiple myeloma umumnya terjadi karena sel plasma mulai berlipat ganda secara abnormal dalam sumsum tulang. Antibodi yang seharusnya dapat membantu tubuh melawan infeksi justru bekerja dengan sebaliknya. Keabnormalan pada sel plasma ini dapat berkembang biak dan berlipat ganda dengan sangat cepat. Hal ini menyebabkan sel plasma menekan sel-sel yang sehat termasuk sel-sel darah putih dan juga sel darah merah.

Sel plasma yang berlipat ganda secara tidak normal ini dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada tulang dan jaringan yang berada disekitarnya. Selain itu juga dapat mengakibatkan melemahnya sistem kekebalan tubuh. Keadaan seperti ini akan menimbulkan permasalahan pada kesehatan tubuh yang lain seperti masalah ginjal.

Namun menurut beberapa penelitian, para ahli mengemukan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu timbulnya penyakit multiple myeloma ini. Faktor-faktor penyebab multiple myeloma antara lain adalah:

  1. Faktor genetik.
  2. Lingkungan yang terkontaminasi oleh bahan-bahan kimia beracun seperti pestisida, insektisida, herbisida, benzoate, semir rambut, dan karena radiasi.
  3. Pola hidup yang buruk.
  4. Faktor Usia, dimana seseorang dengan umur diatas 65 tahun lebih rentan terkena penyakit multiple myeloma.
  5. Orang dengan kulit gelap lebih memiliki resiko tinggi terkena multiple myeloma dibandingkan dengan seseorang dengan kulit cerah.
  6. Multiple myeloma lebih banyak dijumpai pada pria.
  7. Obesitas.
  8. Seseorang dengan kelainan sel plasma.

Gejala multiple myeloma

Pada umumnya penderita tidak merasakan gejala multiple myeloma sewaktu pertama kali terserang penyakit ini. Akan tetapi seiring dengan berkembangnya sel-sel kanker ini, gejala akan mulai nampak. Gejala multiple myeloma pada umumnya adalah:

  • Rentan terhadap infeksi terutama infeksi yang menyerang pada pernafasan dan infeksi pada saluran kemih. Jangan mengabaikan infeksi yang terjadi, karena keadaan tersebut dapat menyebabkan kematian jika terlambat dalam melakukan penanganan.
  • Anemia akan terjadi ketika sel plasma ini mendesak dan menekan sel darah yang normal termasuk sel darah merah di dalam sumsum tulang.
  • Masalah yang muncul pada tulang seperti nyeri, tulang mengalami kelemahan, dan tulang mudah menjadi rapuh sehingga mudah sekali terjadi patah tulang.
  • Kalsium dalam darah mengalami peningkatan karena kalsium yang terdapat pada tulang larut bersama aliran darah, sehingga dapat menyebabkan seseorang mengalami dehidrasi, diare, dan sering buang air kecil secara berlebihan.
  • Tingginya kadar protein yang tidak normal dalam darah dan urin. Protein ini disebut dengan protein monoklonal atau protein M.
  • Terjadi infeksi yang berulang seperti pneumonia, sinusitis, dan infeksi pada kulit.
  • Kehilangan berat badan.
  • Mengalami hiperviskositas, yaitu keadaan dimana darah mengental sehingga dapat menyebabkan terjadinya kebingungan dan pusing.

Diagnosa multiple myeloma

Jika gejala yang muncul mengarah pada multiple myeloma, maka dokter akan menyarankan beberapa pemeriksaan guna mengetahui jumlah antibodi dan protein abnormal, serta mendeteksi keberadaan sel kanker. Prosedur pemeriksaan yang dilakukan antara lain adalah:

  1. Pengambilan sampel darah yang bertujuan untuk mengetahui ketidaknormalan jumlah protein sel plasma dan melihat apakah terjadi kekentalan dalam darah yang tidak biasa.
  2. Biopsi sumsum tulang atau pengambilan sampel cairan sumsum tulang yang digunakan untuk mendiagnosis seberapa cepat sel kanker ini berkembang. Pemeriksaan sampel cairan sumsum tulang ini menggunakan metode FISH (Fluorescence In Situ Hybridization).
  3. Tes urin yang bertujuan untuk melihat seberapa banyak kadar protein abnormal yang terdapat di dalam darah yang mempengaruhi fungsi ginjal.
  4. Tes pencitraan seperti CT Scan, X_Ray, MRI, dan PET (Positron Emission tomography), yang berfungsi untuk mengetahui adanya gangguan atau kerusakan yang terjadi pada tulang.

Tahapan multiple myeloma

Multiple myeloma memiliki 3 tahapan stadium berdasarkan diagnosis dari dokter terkait dengan tingkat penyebaran sel kanker yang terjadi didalam tubuh:

Stadium I
Penyebaran sel kanker di dalam tubuh masih dalam jumlah yang kecil dan tidak menimbulkan adanya gejala.

Stadium II
Penyebaran sel kanker pada tubuh telah berjumlah banyak.

Stadium III
Sebagian besar jumlah sel kanker telah menyebar ke seluruh tubuh. Pada stadium ini penderita akan mengalami anemia dan kemungkinan terjadi kanker tulang.

Pengobatan multiple myeloma

Multiple myeloma hingga saat ini belum dapat disembuhkan, akan tetapi pengobatan pada penyakit ini memiliki tujuan untuk:

  • Mencegah atau mengurangi gejala yang dialami dan resiko terjadinya komplikasi.
  • Penghancuran sel-sel plasma yang berkembang secara abnormal.
  • Menekan perkembangan terhadap multiple myeloma.

Pengobatan yang mungkin akan diberikan oleh dokter antara lain:

  1. Analgetik dan antibiotik akan diberikan untuk meredakan dan mengobati jika telah terjadi infeksi.
  2. Pemberian kortikosteroid seperti prednison dan cairan intravena. Ini digunakan untuk mengatasi kadar kalsium yang terlalu tinggi dalam darah, untuk menurunkannya akan disarankan untuk mengkonsumsi bisfosfonat.
  3. Terapi obat bortezomib dan carfilzomib untuk menarget secara langsung keabnormalan sel kanker tertentu pada myeloma.
  4. Terapi biologis menggunakan obat thalidomide, lenalidomide, dan pomalidomide yang bertujuan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh agar meningkat, sehingga tubuh dapat mengenali dan melawan sel kanker.
  5. Terapi radiasi x-ray untuk menghancurkan sel-sel kanker dan menghambat pertumbuhan sel plasma yang tidak normal.
  6. Transplantasi sel induk (stem cell), yaitu mengganti sumsum tulang yang bermasalah dengan sumsum tulang yang sehat.

Setiap perawatan penyakit multiple myeloma harus dikonsultasikan kepada dokter. Untuk itu seringlah melakukan cek kesehatan dan melakukan pemeriksaan rutin. Menjaga kesehatan tubuh tetap menjadi yang terpenting.

Bagikan