Penyebab Gejala Demam Berdarah Pada Anak

Demam berdarah pada anak terkadang sering luput dari perhatian para orang tua karena minimnya pengetahuan orang tua terhadap penyakit demam berdarah ini. Demam berdarah merupakan salah satu penyakit endemik yang banyak dijumpai di daerah tropis, seperti Asia, Afrika, Pasifik, dan Timur Tengah. Dengan mengetahui informasi tentang penyakit demam berdarah sedini mungkin, diharapkan dapat mencegah terjadinya kematian pada anak akibat demam berdarah. Kematian pada anak akibat demam berdarah biasanya terjadi karena keterlambatan mendapatkan pertolongan pertama.

Penyebab demam berdarah pada anak

Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang disebarkan melalui gigitan nyamuk aides aegypti. Penyakit ini lebih rentan menyerang pada anak-anak karena hal-hal sbb:

  • Anak belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang sempurna.
  • Anak terkadang tidak peduli terhadap gigitan nyamuk.
  • Ciri khas pada anak yang suka bermain di sembarang tempat.
  • Kurangnya perhatian orang tua terhadap lingkungan tempat tinggal.

Gejala demam berdarah

Saat anak digigit oleh nyamuk aides aegypti yang telah terinfeksi virus dengue, biasanya akan berinkubasi dalam tubuh selama 5-8 hari, sebelum muncul gejala. Gejala demam berdarah yang nampak biasanya akan berlangsung selama 2-7 hari dengan intensitas ringan hingga parah. Kondisi yang terparah dapat menyebabkan terjadinya kematian. Gejala dan tanda secara umum demam berdarah pada anak, yaitu:

  • Demam tinggi hingga 40 derajat celcius yang muncul tiba-tiba.
  • Terasa nyeri di persendian, otot, tulang, dan sakit di belakang mata.
  • Merasakan sakit kepala yang luar biasa.
  • Pada kulit akan muncul ruam dan bintik-bintik merah, terkadang kulit juga mudah mengalami memar.
  • Anak kehilangan nafsu makan, lemah, dan lesu.
  • Terkadang disertai dengan batuk dan pilek.
  • Pada beberapa kasus, anak bisa mengalami perdarahan, seperti gusi berdarah, mimisan, muntah darah, dan BAB berdarah.

Gejala demam berdarah pada anak yang pertama kali menderita umumnya bersifat ringan, sementara pada anak di usia yang lebih tua atau pada orang dewasa dan orang yang pernah menderita demam berdarah sebelumnya, maka gejala yang muncul biasanya lebih parah. Gejala demam berdarah tersebut antara lain:

  • Mengalami perdarahan yang sangat parah.
  • Gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan sakit perut.
  • Mengalami kesulitan bernafas atau sesak nafas.

Jika muncul gejala-gejala seperti di atas, segeralah periksakan anak ke dokter. Dokter akan mengambil sampel darah yang akan diuji di laboratorium, guna mengetahui apakah anak menderita demam berdarah atau penyakit lain dengan gejala yang hampir mirip. Dari hasil pemeriksaan tersebut dapat membantu dokter menentukan langkah penanganan dan pengobatan yang tepat.

Mengobati demam berdarah

Hingga saat ini demam berdarah belum ada obat pasti. Pengobatan demam berdarah yang dilakukan hanyalah untuk membantu meredakan dan meringankan gejala yang muncul. Dokter biasanya akan meresepkan obat penurun demam seperti paracetamol untuk membantu meringankan demam pada anak. Selain itu perawatan demam berdarah dapat dilakukan dengan hal-hal sbb:

  • Memastikan agar anak banyak beristirahat.
  • Memberikan minum air putih yang banyak.
  • Memberikan asupan makanan yang bergizi tinggi, terutama jenis makanan yang mudah untuk ditelan dan dicerna.
  • Jangan memberikan anak penurun panas seperti ibuprofen, karena obat tersebut dapat berpengaruh pada kadar trombosit dan memicu resiko terjadinya perdarahan.
  • Jika anak harus dirawat di rumah sakit, biasanya dokter akan memberikan cairan infus melalui intravena untuk menggantikan cairan yang hilang akibat muntah dan diare. Apabila diperlukan, dokter akan melakukan tranfusi darah ketika kehilangan banyak darah.

Tips mencegah DBD

Sebagai orang tua seharusnya lebih peduli terhadap kesehatan anak, dengan memperhatikan lingkungan tempat tinggal dan seminimal mungkin mencegah agar anak tidak digigit oleh nyamuk. Selain itu, untuk mencegah demam berdarah, orang tua dapat melakukan hal-hal seperti berikut:

  • Beri anak perlindungan dengan selalu memakai lotion anti nyamuk dan mengenakan pakaian yang berlengan dan bercelana panjang, bila perlu mengenakan kaos kaki ketika anak hendak bermain di luar rumah.
  • Memakai kelambu saat tidur.
  • Batasi anak-anak bermain di luar rumah, terutama ketika pagi dan sore hari, mengingat nyamuk aides aegypti ini aktif di waktu-waktu tersebut.
  • Menghentikan perkembangbiakan nyamuk aides aegypti dengan melakukan 3M, yaitu menguras, mengubur, dan membakar benda-benda yang bisa digenangi air.

Sebagai orang tua jangan pernah meremehkan demam pada anak, apalagi siklus demam pada demam berdarah ini seperti pelana kuda yang terkadang tidak diwaspadai oleh para tua. Saat anak mengalami demam tinggi setelah 3 hari, maka demamnya akan berangsur turun. Kondisi inilah yang seharusnya diwaspadai, karena merupakan masa kritis dari demam berdarah. Tanpa penanganan dan perawatan yang tepat, kondisi demam berdarah dapat menyebabkan terjadinya shock yang berujung pada kematian.