Home » Saraf

Jenis Amnesia Penyebab Gejala Pengobatan

  •  Roswati

Jenis Amnesia Penyebab Gejala Pengobatan

Amnesia adalah suatu bentuk kehilangan memori dimana penderita tidak bisa mengingat informasi, kenyataan, dan pengalaman. Penderita amnesia biasanya masih bisa tahu siapa dirinya, akan tetapi penderita amnesia ini memiliki kesulitan dalam mempelajari hal yang baru dan kesulitan dalam proses pembentukkan informasi yang baru.

Penyebab amnesia

Penyebab amnesia pada umumnya disebabkan karena rusaknya area di sekitar otak yang berfungsi sebagai pengingat. Amnesia terjadi karena kerusakan pada stuktur otak dalam bentuk sistem limbic yang berfungsi sebagai pengontrol emosi dan ingatan. Struktur otak ini terdiri dari thalamus yang letaknya berada di bagian tengah otak dan formasi hippocampal yang ada di cuping otak. Menurut penelitian, jika hippocampal mengalami kerusakan maka seseorang akan kesulitan untuk bisa membayangkan masa depan.

Gangguan organik
Pada gangguan organik, kerusakan pada otak disebabkan karena mengalami trauma atau karena penyakit seperti cedera otak, stroke, pembengkakan otak atau ensefalitis, tumor otak dan karena menurunnya kemampuan pada otak. Penggunaan obat-obatan yang mempunyai sifat sedatif dapat juga menjadi penyebab kerusakan otak. Pada beberapa kasus yang sangat parah kerusakan otak dapat terjadi karena pernah menjalani operasi transplantasi sumsum tulang belakang.

Gangguan fungsional
Kerusakan otak ini disebabkan karena faktor psikologis. Amnesia karena gangguan fungsional ini terjadi secara tiba-tiba dan spontan, seperti pada saat mempertahankan ego. Biasanya terjadi pada usia pertengahan keatas dan kebanyakan dialami oleh pria. Waktu berlangsungnya tidak lebih dari 24 jam.

Jenis amnesia

Amnesia global transien
Kehilangan memori secara spontan yang biasa terjadi pada anak-anak dan lansia.

Amnesia posthipnotik
Hilangnya memori karena proses hipnotis.

Sindrom korsakoff
Kehilangan memori yang di sebabkan karena pengkonsumsian alkohol secara berlebihan.

Amnesia lakunar
Berkurangnya memori jangka pendek.

Amnesia retrograde
Ketidakmampuan mengingat kejadian sebelum terjadinya kecelakaan, kondisi semacam ini berkaitan dengan adanya gegar otak atau kondisi yang lain seperti stroke

Amnesia anterograde
Ketidakmampuan membentuk ingatan baru, akan tetapi masih mampu mengingat kejadian di masa lalu.

Amnesia disosiatif
Fenomena dalam psikologis dimana memori tersebut terbentuk, akan tetapi tidak mampu untuk mengingat kembali. Amnesia disosiatif terkait dengan pengalaman pribadi yang bersifat traumatik seperti penyiksaan yang pernah dialami atau pelecehan seksual, pernah melihat kejadian yang sangat sadis.

Amnesia parsial
Kondisi dimana kehilangan kemampuan untuk mengingat beberapa orang dalam kurun waktu 3 tahun. Keadaan ini juga bisa menyebabkan kehilangan memori untuk selamanya. Amnesia parsial terjadi pada orang yang pernah menjalani transplantasi sumsum tulang belakang.

Gejala amnesia

  • Ketidakmampuan mengingat di masa lalu.
  • Kesulitan dalam membentuk informasi yang baru.
  • Mengalami kesulitan bersosialisasi.

Diagnosa dan pengobatan amnesia

Dokter akan melakukan beberapa prosedur terkait dengan amnesia yang dialami, seperti:

  1. Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien secara mendetail. Hal tersebut dilakukan karena dokter pastinya akan mengalami kesulitan didalam memperoleh informasi secara langsung dari pasien, untuk itu dukungan dari teman atau pihak keluarga dapat membantu memberikan informasi yang lengkap kepada dokter.
  2. Tes fisik terkait dengan saraf yang bertujuan untuk melihat fungsi refleks, fungsi saraf sensori, keseimbangan, dan faktor-faktor fisiologis dari otak dan sistem saraf.
  3. Tes kognitif yang bertujuan untuk mengukur daya pikir pasien dengan melihat kemampuan penderita dalam memberikan keputusan pada sesuatu hal. Selain itu tes ini juga memiliki tujuan untuk mengevaluasi sebarapa parah amnesia yang dialami dengan memberikan pertanyaan tentang pengetahuan dan informasi umum.
  4. Melakukan tes pencitraan yang memiliki tujuan untuk melihat tingkat kerusakan pada otak.
  5. Tes darah untuk mengetahui apakah pasien mengalami infeksi atau kekurangan gizi.

Pengobatan dapat dilakukan dengan melihat penyebab amnesia. Pendekatan dengan terapi kognitif mungkin bisa berhasil walaupun tingkat keberhasilannya tergantung pada penyebabnya. Sel-sel otak yang telah rusak tidak bisa untuk tumbuh kembali, sehingga amnesia yang disebabkan karena cedera yang permanen ataupun karena gangguan yang sifatnya degeneratif akan sulit untuk disembuhkan. Begitupun sebaliknya jika sel otak tidak mengalami kerusakan yang permanen maka separuh dari memori atau sepenuhnya yang hilang dapat dikembalikan.

Tinggal dengan penderita amnesia tidaklah mudah, sehingga dukungan dari pihak keluarga atau teman sangatlah membantu terhadap penderita amnesia itu sendiri. Seringlah berkomunikasi dengan penderita amnesia, hal tersebut dapat membuat penderita amnesia merasa tidak memiliki beban yang  berat sehingga merasa nyaman.

Bagikan