Nyeri Lutut Akibat Terlalu Lama Jongkok

Nyeri lutut akibat terlalu lama jongkok tentu akan sangat mengganggu seseorang terutama ketika hendak berdiri. Lutut akan terasa kaku dan sakit bahkan lutut bisa terasa lemas pada beberapa orang. Jongkok memang merupakan salah satu aktivitas yang sering dijumpai pada kehidupan sehari-hari. Kendati demikian aktivitas jongkok dapat menimbulkan masalah pada lutut, terutama ketika hendak berdiri, apalagi jika jongkok dilakukan dalam jangka waktu yang lama.

Rasa nyeri pada lutut akibat terlalu lama jongkok dapat digambarkan seperti perasaan sakit yang tajam, kaku atau kram pada lutut ketika hendak berdiri, dan akan terasa sangat sulit diluruskan serta menyakitkan. Kondisi semacam ini sering disebut dengan istilah overuse syndrome. Lutut sakit karena terlalu lama jongkok pada umumnya kerap dialami oleh orang dewasa. Selain jongkok yang terlalu lama, posisi duduk atau bersila yang terlalu lama juga dapat memicu nyeri pada lutut ketika hendak berdiri.

Penyebab lutut nyeri karena jongkok

Sendi di lutut tersusun atas 2 jaringan beserta beberapa struktur, yaitu jaringan keras yang terdiri atas tulang dan sendi dan jaringan lunak yang terdiri dari otot, ligamen, tendon, serta meniscus atau tulang rawan. Jika salah satu atau lebih dari jaringan maupun struktur sendi lutut mengalami gangguan, maka dapat menyebabkan rasa nyeri di lutut.

Penyebab sakit lutut karena jongkok terlalu lama adalah karena jaringan ikat yang berada di lutut dan sekitarnya bekerja terlalu berlebihan. Kondisi ini dapat menyebabkan lutut terasa kaku atau kram dan nyeri ketika berdiri dari posisi jongkok.

Ada beberapa faktor dan kondisi lain yang memungkinkan menjadi penyebab nyeri lutut akibat terlalu lama jongkok, antara lain:

  • Riwayat cedera yang pernah dialami pada lutut sebelumnya dapat menyebabkan kerusakan pada tulang rawan, tendon, maupun ligamen.
  • Kondisi medis tertentu seperti osteoarthritis, penyakit gout, dan tendinitis.
  • Mengalami pendarahan di daerah sendi lutut.
  • Infeksi pada lutut dan sekitarnya.
  • Berat badan yang terlalu berlebihan.
  • Efek samping dari obat-obatan jenis tertentu yang telah dikonsumsi dalam jangka waktu panjang.

Jika nyeri pada lutut ini hilang setelah beberapa saat berdiri atau setelah posisi kaki diluruskan, maka tidak memerlukan perawatan medis. Tetapi jika keluhan nyeri lutut tidak juga mereda maka dapat mengkonsumsi obat-obatan seperti paracetamol.

Waspadai jika nyeri lutut disertai dengan gejala sbb:

  • Demam.
  • Nyeri tidak kunjung hilang meski telah beristirahat dan mengkonsumsi obat-obatan penghilang rasa nyeri.
  • Pembengkakan pada lutut dan sekitarnya.
  • Lutut terasa kaku dan tidak dapat diluruskan.
  • Lutut nampak kemerahan dan terasa hangat.
  • Lutut terasa lemas.
  • Lutut tidak mampu lagi menopang berat tubuh.

Meskipun tidak semua orang yang mengalamai nyeri lutut merasakan gejala seperti di atas, akan lebih baik berkonsultasi dengan dokter serta melakukan pemeriksaan sehingga dapat diketahui apa yang menjadi penyebabnya. Dokter akan melakukan pemeriksaan secara fisik dan pemeriksaan penunjang lainnya seperti melakukan X-Ray, MRI, USG, hingga CT Scan. Semua pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui kondisi tulang dan sendi lutut.

Hasil dari pemeriksaan tersebut dapat membantu dokter menentukan diagnosa, sementara hasil dari diagnosa dapat membantu dokter dalam menentukan langkah pengobatan yang tepat. Untuk menangani nyeri lutut yang bersifat ringan sebaiknya mengistirahatkan kaki yang terasa sakit dan memberikan kompres untuk membantu mengurangi rasa nyeri. Jika pekerjaan yang dilakukan mengharuskan jongkok dalam jangka waktu yang lama, sebaiknya berilah jeda waktu untuk berdiri beberapa saat atau meluruskan kaki  setelah lama jongkok agar terhindar dari sakit pada lutut.