Home » Sakit Kepala

Penyebab Sakit Kepala Tegang Yang Begitu Menyebalkan

  •  Roswati

Sakit kepala tegang adalah salah satu penyebab sakit kepala pada umumnya. Rasa sakit dapat digambarkan sebagai rasa nyeri yang terus-menerus dan terasa sesak seperti mendapatkan tekanan di bagian kepala, menyebar ke bagian leher. Sakit kepala tegang juga sering disebut dengan sakit kepala stres.

Penyebab sakit kepala tegang

Penyebab secara spesifik sakit kepala tegang belum diketahui dengan pasti, tetapi biasanya dipengaruhi oleh otot leher dan kepalanya yang mengalami kontraksi. Otot-otot di area tersebut mengalami ketegangan. Ketegangan otot dapat dipengaruhi oleh beberapa hal yang akan menyebabkan seseorang mengalami sakit kepala tegang, antara lain:

  • Buruknya posisi tubuh ketika beraktivitas.
  • Kurang beristirahat.
  • Stres yang berlebihan, kecemasan, dan kegelisahan.
  • Dehidrasi dan terlambat makan.
  • Suhu yang terlalu panas, suara yang terlalu bising, dan bau-bauan tertentu.
  • Kelelahan.
  • Kurang bergerak atau jarang berolahraga.
  • Obat-obatan anti nyeri dalam waktu lama.

Gejala sakit kepala tegang

Sakit kepala tegang pada umumnya memiliki gejala-gejala sbb:

  • Rasa nyeri yang muncul mulai dari yang bersifat ringan hingga kepala seperti tertekan.
  • Rasa sakit lebih sering muncul di siang hari.
  • Mengalami kesulitan untuk tidur.
  • Kelelahan kronis disertai nyeri otot.
  • Lebih mudah tersinggung dan cepat marah.
  • Kehilangan fokus akibat konsentrasi yang terganggu.
  • Lebih sensitif terhadap cahaya, suara, dan bau.

Jika sakit kepala tegang terlampau parah dan dialami lebih dari beberapa kali seminggu, maka segeralah mengunjungi dokter untuk memeriksakan keadaan. Untuk menentukan diagnosa, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan diantaranya pemeriksaan secara fisik dan lanjutan. Hasil dari diagnosa tersebut dapat digunakan untuk membantu dokter dalam mengambil tindakan penanganan serta pengobatan yang tepat.

Tujuan pengobatan dari sakit kepala tegang adalah untuk mengurangi rasa sakit serta mencegah agar tidak terjadi serangan yang lebih parah. Biasanya kondisi sakit kepala tegang tidaklah membahayakan, tetapi jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat justru akan memperparah kondisi kesehatan.

Jenis sakit kepala tegang

Sakit kepala tegang ini dapat di kelompokkan menjadi dua tipe, yaitu:

Sakit kepala tegang episodik
Ini adalah sakit kepala yang muncul secara bertahap, dimana rasa sakit dapat berlangsung dari 30 menit hingga beberapa hari. Sakit kepala jenis ini lebih sering muncul di siang hari.

Sakit kepala tegang kronis
Ini adalah sakit kepala yang timbul tenggelam dalam kurun waktu yang lama atau lebih dari 15 hari. Rasa sakit terasa lebih kuat dan mereda sendiri, yang dirasakan hampir setiap hari. Rasa sakit digambarkan seperti sakit kepala berdenyut di hampir semua bagian kepala. Meski sakit kepala tegang jenis ini dirasakan hampir tiap hari, tetapi tidak mempengaruhi penglihatan dan keseimbangan.

Mengobati sakit kepala tegang

  • Mengkonsumsi obat-obatan penghilang rasa nyeri atau analgesik yang dijual bebas di pasaran seperti paracetamol dan ibuprofen. Tetapi perlu diingat, konsumsi obat-obatan tidak boleh sembarangan, karena obat penghilang rasa nyeri juga dapat memicu sakit kepala tegang jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama.
  • Jika obat penghilang rasa nyeri tidak juga membantu meredakan kondisi, maka dokter akan meresepkan obat-obatan dengan dosis yang lebih kuat seperti memberikan obat relaksan otot dan obat anti depresi.
  • Mengubah pola hidup yang lebih sehat untuk rutin melakukan olah raga, beristirahat yang cukup, minum air putih setidaknya 8 gelas perhari, dan menjaga berat badan.
  • Menghindari segala macam hal yang dapat menyebabkan sakit kepala tegang seperti berhenti merokok dan menghindari minuman kafein.
  • Melakukan relaksasi atau meditasi untuk membantu mengendalikan tingkat stres yang terlalu tinggi.

Lakukan pencegahan agar sakit kepala tegang tidak semakin menyakitkan dengan melakukan pemeriksaan sedini mungkin ketika pertama kali mulai muncul gejala. Penanganan lebih cepat akan akan membuat pengobatan masih lebih mudah dilakukan daripada mengobati kondisi kronis.

Bagikan