Hipotiroidisme Penyebab Gejala Pengobatan

Hipotiroidisme adalah suatu bentuk kelainan pada kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid menjadi kurang aktif sehingga akan memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang sedikit. Kondisi ini menyebabkan tubuh kekurangan hormon tiroid. Kelenjar tiroid terletak di leher depan yang memiliki peranan sangat penting bagi tubuh. Hormon tiroid yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid akan mengontrol semua metabolisme tubuh, termasuk untuk proses pertumbuhan dan mengubah makanan menjadi energi, yang digunakan untuk proses kinerja organ tubuh.

Di dalam otak terdapat kelenjar pituitary, yang menghasilkan perangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon. Kelenjar tiroid memproduksi dua hormon tiroid utama yaitu Tiroksin (T-4) dan Triiodotironin (T-3). Kedua hormon ini akan dilepaskan dan dialirkan ke aliran darah untuk mengontrol sistem metabolisme tubuh, mulai dari otak, kulit, tulang, hati, jantung, dan organ pencernaan. Metabolisme juga dapat berpengaruh pada kinerja jantung, mengatur penggunaan akan kebutuhan lemak dan karbohidrat, mengatur suhu tubuh, dan memproduksi protein. Saat seseorang menderita hipotiroidisme maka sistem metabolisme akan melambat.

Jenis hipotiroidisme

  1. Hipotiroidisme primer ~ bentuk hipotiroidisme yang disebabkan karena gangguan pada kelenjar tiroid.
  2. Hipotiroidisme sekunder ~ hipotiroidisme yang disebabkan karena kerusakan pada kelenjar pituitari.
  3. Hipotiroidisme tersier ~ hipotiroidisme yang disebabkan karena pengaruh dari obat-obatan jenis tertentu dan kelebihan atau kekurangan yodium.

Penyebab hipotiroidisme

Banyak hal yang dapat menjadi penyebab hipotiroidisme, tetapi secara umum hipotiroidisme dipengaruhi oleh penyakit tiroiditis hashimoto, dimana terdapat gangguan pada sistem imun. Penyebab lain yang memicu hipotiroidisme, antara lain:

  • Kekurangan yodium (GAKI) dapat menyebabkan terhambatnya produksi hormon tiroid.
  • Terapi yodium radioaktif yang berlebihan dapat memicu hipotiroidisme.
  • Obat-obatan tertentu yang mempengaruhi produksi hormon tiroid, seperti lithium yang digunakan untuk mengatasi masalah psikologis dan amiodarone untuk mengatasi masalah jantung.
  • Operasi kanker tiroid.
  • Cacat sejak lahir atau hipotiroid kongenital.
  • Kerusakan pada kelenjar pituitari.
  • Disfungsi pada hipotalamus.

Gejala hipotiroidisme

Gejala hipotiroidisme muncul dari tingkatan yang ringan hingga ke parah. Pada gejala yang parah disebut dengan koma miksedema. Gejala-gejala hipotiroidisme tergantung pada usia pasien, durasi hipotiroidisme dan gangguan yang lain. Gejala hipotiroidisme yang umumnya muncul, yaitu:

  • Mengalami kelelahan yang berlebihan.
  • Melambatnya denyut jantung.
  • Meningkatnya berat badan tanpa diketahui sebabnya.
  • Mengalami depresi.
  • Otot terasa sakit dan lemah.
  • Kulit terasa kasar dan kering.
  • Kerontokan rambut.
  • Gangguan konsentrasi.
  • Lebih sensitif terhadap suhu dingin.
  • Pembengkakan pada kelenjar tiroid.
  • Berubahnya siklus menstruasi.
  • Menurunnya tingkat libido.
  • konstipasi.
  • Mengantuk yang berlebihan.
  • Kadar kolesterol meningkat.
  • Otot mengalami kejang.
  • Kaki bengkak.

Diagnosa

Kondisi hipotiroidisme dapat didiagnosa dengan melakukan pemeriksaan terhadap pasien, terkait dengan gejala dan keluhan yang dirasakan. Selanjutnya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk lebih memastikan diagnosa. Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter, meliputi:

  • Tes darah untuk memeriksa hormon perangsang dan hormon tiroksin.
  • Tes TRH untuk mengetahui apakah terdapat kerusakan pada kelenjar pituitari.
  • Pemeriksaan screening antibody.
  • CT-Scan Tiroid dan USG untuk mengetahui apakah terdapat nodul atau benjolan.

Pengobatan hipotiroidisme

Langkah pengobatan hipotiroidisme memiliki tujuan untuk meringankan gejala dan menstabilkan sistem metabolisme pada tubuh agar menjadi normal kembali. Pengobatan yang dilakukan oleh dokter adalah dengan memberikan hormon T4 sintetis. Dalam mengkonsumsi hormon T4 sintetis perlu diperhatinkan bahwa terdapat beberapa obat tertentu yang dapat mengganggu penyerapan, seperti obat yang mengandung zat besi. Pengobatan hipotiroidisme harus dikontrol setiap waktu untuk menyesuaikan dosis terhadap kebutuhan hormon tiroid.

Hipotiroidisme yang disebabkan karena pengaruh dari gangguan sistem imun, hingga saat ini belum ada obatnya. Pengobatan yang dilakukan hanyalah untuk meringankan gejala dan harus selalu mendapatkan pengawasan dari dokter.

Untuk mengatasi hipotiroidisme yang disebabkan karena kekurangan kadar yodium, pengobatan yang dilakukan adalah dengan mengkonsumsi makanan yang tinggi akan kandungan yodium. Saat memasak dapat menggunakan garam beryodium. Perawatan secara tepat akan mencegah komplikasi lebih lanjut seperti pembesaran jantung, gagal jantung, dan penumpukan cairan di paru-paru.